Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Surat yang tertunda


__ADS_3

Hampir satu jam. Mama Cheryl dan Fany menunggu kedatangan Cheryl balik dari klinik.


"Fan, kamu yakin Cheryl gak kenapa-kenapa?" tanya Tante Leo.


"Yakin Tan!" sambil menyeruput teh hangat.


"Kandungannya juga baik-baik saja kan?" kembali mama khawatir karena hingga sekarang Cheryl belum kembali dari klinik.


"Kata Derrel sih semua baik Tan." Fany berusaha meyakinkan Tante Leo. Yang terlihat khawatir.


"Nah itu Tan mereka!' tunjuk Fany saat melihat mobil Derrel memasuki halaman.


Mama Cheryl dengan perasaan campur aduk bergegas menyongsong anaknya.


Melihat Cheryl turun dari mobil, Mama Cheryl pun langsung memeluk erat anaknya itu.


"Kamu baik-baik saja kan sayang?" Mama memeriksa tubuh anak semata wayangnya itu dengan cermat.


"Cheryl baik kok ma." sambil tersenyum manis meyakinkan sang mama.


"Apa kata dokter?" Mama memandang Cheryl berganti ke Derrel dan suaminya.


Papa Cheryl tersenyum lalu berjalan menghampiri istrinya.Ia merangkul istrinya dan mencium keningnya untuk meyakinkan bahwa semua baik-baik saja."Semua aman ma." ucap papa.


Mama Cheryl pun terlihat menghembuskan napas lega.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu, yuk mari kita sarapan bersama."ajak mama sambil menggandeng tangan Cheryl.


Mereka berlima akhirnya sarapan dengan hati lega. Cheryl dan kandungannya dalam keadaan baik.


"Baiklah, saya pamit mau ke kantor ada beberapa hal yang harus saya kerjakan hari ini " pamit Derrel.


"Jadi sekarang papa kamu yang memimpin perusahaan kalian yang di Singapura?" taya pak Leo.


"Untuk sementara begitu om." ucap Derrel dengan senyum tipisnya.


"Sukses ya buat kamu dan papa kamu." ucap papa Cheryl


Darrel mengangguk sambil tersenyum ."Terima kasih om. Sukses juga buat om Leo."


"Baiklah kalau begitu om ,Tante. Saya pamit dulu." ucap Darrel sambil mengulurkan tangannya.


"Okay. Hati-hati ya Rel.Terima kasih pertolongan nya tadi." Cheryl tidak lupa berterima kasih atas pertolongan Derrel padanya hari ini.


"Sip!" Darrel mengacungkan ibu jarinya pada Cheryl dengan senyum manisnya.


Saat Derrel hampir sampai ke mobilnya."Relll! Tunggu ini ada titipan!" teriak mama sambil mengacungkan secarik kertas ke arah Derrel.


Cheryl yang melihat mama


nya sedang mengejar Derrel untuk memberikan titipan surat dari ayah Bagas hanya bisa mengeryitkan kening sambil berpikir penasaran.

__ADS_1


"Apaan itu Fan?" tanya Cheryl kepo. Cheryl yakin Fany pasti mengetahuinya.


"Surat buat Derrel dari Bagas." jawab datar Fany.


"Apa? Surat? Dari Bagas? Buat Derrel?" kembali Cheryl dibuat bingung oleh pernyataan Fany.


Fany pun menganggukkan kepalanya.


"Maksudnya?" Cheryl menatap lekat Fany.


"Iya surat dari Bagas buat Derrel.Tapi aku juga gak tahu apa isinya.Ntar kamu tanya deh sama Derrel." ucap Fany polos.


Cheryl masih tidak mengerti bagaimana Derrel bisa mendapatkan surat dari Bagas.


Masih bingung dengan jawaban Fany yang belum menjawab jelas pertanyaannya. Cheryl berlari ke arah mama dan Derrel.


"Ma.., surat apa itu?"


Mama menoleh ke arah Cheryl."Mama juga gak tahu Ryl. Surat apa itu. Yang jelas itu surat buat Derrel."mama menoleh ke arah Derrel.


"Mama dapat darimana?" kembali Cheryl penasaran dengan asal surat tersebut.


"Ini benar surat buat saya, Tante? Dari Bagas?" Darrel pun bingung dan bertanya tentang asal usul surat tersebut.


Kemudian mama cheryl bercerita tentang kedatangan ayah Bagas tadi pagi. Yang menceritakan bagaimana ia bisa menemukan surat tersebut.Menurut ayah Bagas, itu adalah sepucuk surat yang belum tersampaikan.Atau akan disampaikan tapi sayang maut terlebih dahulu merenggut nya. Sehingga sepucuk surat itu menjadi surat yang tertunda. Tetapi setelah ayah Bagas menemukannya,semoga isi surat itu tersampaikan dengan baik. Maksud dan tujuannya surat itu dibuat

__ADS_1


.........................


__ADS_2