
Di sebuah Mall terbesar di kota itu. Terlihat dua sahabat yang selalu bersama Cheryl dan Fany, Mereka sibuk melihat-lihat konter perlengkapan bayi.
Sudah beberapa konter mereka masuki untuk mencari perlengkapan bayi jilid pertama.Karena terlalu banyak daftar perlengkapan bayi yang Cheryl tuliskan. Jadi tidaklah mungkin mereka dapatkan semua yang ada di daftar belanjaan Cheryl dalam waktu sehari.
"Serius nih Ryl, semua yang ada di daftar ini? Banyak banget!" komentar Fany sambil membolak balikkan beberapa kertas yang ada di tangannya untuk diberi tanda apa saja yang sudah terbeli dan belum.
Cheryl hanya mengangguk sambil menghabiskan bakso favoritnya.
"Hmm masih banyak banget nih yang belum kita dapatkan."ucap Fany yang sedang memelototi daftar barang belanjaan yang ia pegang.
Tidak lama kemudian, dering ponsel Cheryl pun berbunyi.Setelah Cheryl merogoh isi tasnya ia pun menjawab telepon yang masuk ke nomernya.
"Hallo"
"Oh hai Rell.Kami sedang di Mall deket taman kota.Kamu gak ikutan kesini kah?" tanya Cheryl.
Fany memberi kode pada Cheryl,menanyakan apakah benar yang sedang menelepon dirinya adalah Darrel.
Setelah Cheryl menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan pertanyaan sahabatnya itu.Fany langsung setengah berteriak berbicara pada Darrel melalui telepon Cheryl."Rell kamu yakin gak ikutan nih, berburu perlengkapan bayi bersama Cheryl?"sambil merebut ponsel Cheryl.
"Kalian sedang membeli perlengkapan bayi?" tanya Darrel meyakinkan.
"Iya dan andai kamu tahu Rel daftar barang yang ditulis Cheryl seabrek. Lima kertas folio bolak balik gak cukup." lapor Fany.
"Iih kamu tuh ya, dasar cepu,!"Cheryl merebut kembali ponselnya yang tadi diambil paksa Fany
Fany terkekeh melihat Cheryl manyun.
"Okay-okay. Jangan berantem aku susul kesana sekarang.!" lalu Darrel pun mematikan hubungan teleponnya dengan Cheryl.
"Bagaimana Ryl, Darrel jadi kesini gak?" tanya Fany kepo.
"Menurut kamu?" Cheryl melemparkan pertanyaan balik untuk Fany.
Fany Menatap Cheryl dengan serius. "Menurutku sih dia pasti datang.Dia gak mungkin membiarkan kamu belanja sendirian." ucap Fany serius dan sedikit iri dengan kedekatan Darrel dan Cheryl.
'Hmm betapa bahagianya Cheryl.dicintai dua laki-laki baik dalam hidupnya.Walau Bagas telah pergi tapi Bagas adalah laki-laki hebat di masa hidupnya." batin Fany.
'Hei Fan! Lagi mikirin apaan sih? Yuk kita jalan lagi.Masih banyak nih yang belum kita dapatkan." ajak Cheryl membuyarkan lamunan Fany.
"Hah! Hayukkk siapa takut.Perut sudah terisi kenyang, dahaga pun sudah terbasuh dengan es jeruk lemon. Sekarang saatnya kembali mencari perlengkapan untuk menyambut kehadiran dedek ganteng." sambil mengusap perut Cheryl yang semakin membesar.
Merekapun pun tertawa bersama."Kamu ini ada-ada saja!" akhirnya mereka memulai berburu perlengkapan bayi kembali.
Disaat sedang seru-serunya berdiskusi tentang mana yang bagus dan aman buat si kecil, hingga lupa memperhatikan sekeliling.
Brakkk
Barang-barang belanjaan Cheryl jatuh berhamburan.
"Oh maaf, saya tidak sengaja." ucap spontan Cheryl saat menyadari ia telah menabrak seseorang.Sambil membereskan kembali barang belanjaannya yang tercecer.
"Cheryl??Kamu Cheryl anak ekonomi itu kan? yang batal nikah karena ditinggal mati calonnya ? Lho, kamu sedang hamil? Anak siapa?" berbagai pertanyaan yang menyayat hati bertubi-tubi menyerang Cheryl.
__ADS_1
Cheryl hanya bisa tertegun diam dan menahan rasa perih di dada.
"Anak saya.Kenapa? ada masalah?" tiba-tiba suara seorang laki-laki yang begitu jantannya mengakui anak Cheryl sebagai anaknya.Sambil memegang kedua pundak Cheryl seolah memberinya kekuatan.
"Ba..ba..Bagas??Lho bukannya kamu sudah---"
"Apa? Aku mohon, kalian jangan pernah ganggu istri aku lagi!"
Akhirnya, si tukang nyinyir teman kampus Cheryl itupun berlari ketakutan dan menjauh.
Melihat para nyinyirwati telah lari terbirit-birit.Cheryl dan Fany pun menghembuskan napas lega.
"Kamu baik-baik saja kan? Jangan kamu masukan hati semua omongan yang tidak berguna. Ingat kesehatan anak kamu. Karena Ibu yang bahagia akan melahirkan anak yang sehat lahir batin dan bahagia."
"Terima kasih kak Arka. Entah kalau tidak ada kakak tadi, mungkin mereka akan lebih pedas mulutnya." gumam Cheryl.
"Ryl, Kamu harus kuat demi anak kamu yang sekaligus Keponakan aku." ucap Arka sambil memegang kedua tangan Cheryl. Lalu Arka pun memeluk Cheryl yang langsung menangis dipelukan Arka.
Fany bagaikan mengalami Dejavu.Sosok Arka sangat mirip sekali dengan Bagas."Pantas saja geng julid tadi, lari tunggang langgang melihat Arka.Mereka pasti mengira melihat hantu Bagas."Rasain tuh! Dasar julid!" kesal Fany melihat kelakuan teman kampus mereka tadi.
Setelah selesai meluapkan segala kesedihan, yang disebabkan oleh teman kampus Cheryl yang julid.
Cheryl pun segera menghapus airmatanya."Sekali lagi terima kasih kak Arka! Ngomong-ngomong, kakak mau kemana? Dengan siapa kakak kesini?" Cheryl menengok ke kanan dan ke kiri.
"Aku sendirian saja. Kangen Mall di Indo. Ternyata perkembangannya cukup besar ya?" ucap Arka.kagum.
"Kalian sendiri mau kemana?" sambil melirik barang belanjaan Cheryl.
"Kalian sedang cari perlengkapan bayi?" tanya Arka meyakinkan diri.
"Kok gak bilang kakak sih.Kan bisa kakak antar. Sekarang masih ada yang mau dicari lagi?"
"Banyak kak, nih!" Fany menunjukkan Lembaran kertas berisi daftar barang yang dibutuhkan untuk si baby.Lebih tepatnya dibutuhkan mamanya.
"Wow!!!" Arka pun tersenyum melihat banyaknya daftar belanjaan yang ditulis Cheryl.
Arka pun tertawa kecil."Itu sih biasa Fan, ibu baru biasa begitu. Apa-apa semua perlengkapan untuk bayi akan dibeli.Bahkan kadang yang tidak bayi butuhkan pun dia beli juga ,hanya karena L U C U" lalu mereka pun tertawa bersama.
"Yuk aku temani berburu perlengkapan bayinya." Arka menawarkan diri untuk menemani mereka.
"Gak perlu kak Arka. Terima kasih, kakak lanjutkan agenda kakak saja." ucap Cheryl.
Hahahaha
Arka tertawa mendengar penolakan halus Cheryl.
Melihat Arka tertawa lepas begitu, pikiran Cheryl pun terbang saat ia masih bersama Bagas. Cara Arka tertawa, tersenyum begitu mirip dengan Bagas.
Arka sadar akan perubahan raut wajah Cheryl.
Arka mendekatkan wajah nya pada Cheryl, sangat dekat. Lalu ia menatap lekat kedua matanya.Hingga membuat Cheryl sedikit jengah.
"Kenapa? Kamu takut ya akan menganggap aku sebagai Bagas? Hmm?" Arka menaikkan salah satu alisnya.
__ADS_1
Cheryl menggeleng-gelengkan kepalanya cepat sambil menghapus cairan bening yang sempat menghuni di sudut mata Cheryl.
Arka memegang kedua pundak Cheryl."Jangan takut Cheryl. Jangan pernah menganggap aku adalah Bagas.Karena kami berbeda dan Bagas jauh lebih baik dari aku.okay.!' Arka mencubit gemas hidung Cheryl.
Cheryl dengan spontan hanya mengusap hidungnya yang tidak sakit itu
"Yuk kita mulai lagi perburuannya!" Arka pun merangkul Cheryl dan Fany menuju konter baby shop.
Akhirnya mereka masuk ke salah satu konter perlengkapan bayi yang sangat besar dan lengkap disana mereka begitu serunya memilih dan mencocokkan dengan daftar belanjaan yang telah Cheryl buat di rumah.
.....................................
Di luar toko perlengkapan bayi.
Tidak ada yang tahu dan menyadari kehadirannya.Bahkan Cheryl sekalipun.
Semua yang terjadi sejak Cheryl bertemu si julid, hingga mereka belanja perlengkapan bayi bersama Arka.Ternyata tidak lepas dari pantauan sepasang mata yang sejak tadi mengamati mereka dengan perasaan sedih dan sedikit cemburu.
Sewaktu Cheryl sempat di bully temannya, ia sudah berada disana.
Hampir saja ia hendak datang untuk membela Cheryl, tetapi Arka terlebih dahulu muncul bagaikan seorang pahlawan bagi Cheryl.
Saat itulah ia mengurungkan langkahnya untuk mendatangi Cheryl. Darrel hanya bisa memendam rapat-rapat segala rasa yang ada dalam hatinya.
Seperti dulu saat Bagas datang dalam hidup Cheryl.
Fany yang juga terlihat sibuk memilih baju mungil untuk bayi Cheryl .Tidak sengaja pandangannya menangkap sosok yang berdiri dengan raut wajah sedih di depan toko.
Fany memicingkan matanya untuk meyakinkan diri akan pengelihatannya."Darrel?" gumam Fany.
Darrel terlihat menjatuhkan tas belanjaan yang dibawanya lalu melangkah pergi.
"Darrel!!" seru Fany.
Fany lalu melihat ke arah Cheryl yang tidak jauh dari tempatnya memilih baju baby. Cheryl masih terlihat sibuk memilih-milih mainan bersama Arka.
Melihat Darrel pergi sambil menjatuhkan barang belanjaannya. Fany pun bergegas berlari keluar hendak memanggil Darrel.
Tapi terlambat, Darrel telah pergi dan tidak terlihat lagi.
Fany memungut tas belanjaan yang tadi ditinggalkan Darrel di pinggir sebuah toko tempat ia berdiri saat mengamati Cheryl. Pandangan Fany lurus ke depan ke arah hilangnya Darrel di sela-sela keramaian orang.
Setelah ia memeriksa isi tas belanjaan Darrel yang tadi ditinggalkan begitu saja, ternyata berisikan beberapa baju dan mainan bayi."Ini pasti hadiah untuk Cheryl."gumamnya.
Fany melihat ke dalam toko seberang, disana terlihat dari kaca dengan jelas Cheryl dan Arka sibuk memilih mainan anak-anak, dan tertawa bahagia berdua."Hmm, Darrel pasti melihatnya. Ia pasti merasa sedih dan cemburu." batin Fany.
Sekarang Fany tahu apa yang membuat Darrel pergi.
...............................
Terimakasih pembaca setia Sahabatku Suami Pengganti, sudah selalu mengikuti perjalanan cinta Cheryl. Bila suka mohon dukungan nya, dengan meninggalkan jejak berupa like, komen dan vote.
Dan jangan lupa Ikuti terus kisah Cheryl selanjutnya.
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan cerita Cheryl, kalian bisa mampir di karya teman literasi aku dengan karyanya yang berjudul Terjerat Pesona Istri Tetangga