Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Saingan Berat


__ADS_3

"Non Cheryl! Non..., ada yang cari tuh di bawah." Bibi mengetuk pintu kamar Cheryl.


Cheryl yang sedang terlibat pembicaraan seru dengan Fany pun akhirnya terputus sejenak.


"Suara bibi Ryl."


Cheryl melongok ke arah pintu kamarnya.


"Iya bi, ada apa?" jawab Cheryl dari balik pintu


"Ada tamu non di bawah." jawab bibi.


"Siapa? " tanya lirih Cheryl pada Fany


Fany hanya mengangkat kedua bahunya bersamaan.


"Darrel mungkin?"


"Gak mungkin." Cheryl yakin sekali bukan Darrel yang datang.


Fany menatap Cheryl penuh tanda tanya tidak mengerti.


"Kalau itu Darrel, dia pasti sudah ketuk pintu sendiri.Bukannya si bibi yang panggil kita turun." jelas Cheryl sambil berjalan ke arah pintu kamarnya.


"Iya juga sih.Kalau Darrel pasti sudah langsung naik sendiri." gumam Fany sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal .


Cheryl berdiri dan melangkah menuju pintu kamarnya.", Sebentar bi."


"Iya bi, siapa ya yang datang? Bibi kenal?" tanya Cheryl penasaran.


Bibi terlihat agak pucat dan gemetar tangannya sibuk memainkan jemarinya.


"Kenapa bi?" Cheryl menggenggam tangan bibi


"Ada apa Ryl?" Fany pun mendekat.


"Bi, ceritakan pada kami ada apa?"

__ADS_1


"Anu non, yang nunggu non di bawah mirip banget seperti mas Bagas.Apa mata bibi ya yang bermasalah?." ucap Bibi kebingungan.


Cheryl dan Fany pun saling berpandangan."Kak Arka!" seru mereka berdua.


Bibi sekarang yang memandang kedua gadis di hadapannya itu dengan tatapan heran."Arka...,betul non katanya namanya Arka.Kok non tahu.?"


Cheryl tersenyum pada bibi.Ia memegang kedua pundak bibi."Kak Arka itu saudara kembarnya Bagas Bi, Jadi bibi bukannya salah lihat, kak Arka memang miriip banget dengan Bagas." jelas Cheryl.yang ditanggapi dengan anggukan oleh bibi.


'Yuk Fan! Kita temui kak Arka." Cheryl menutup pintu kamarnya lalu menarik tangan Fany untuk menemui Arka.


....................


Di tempat yang terpisah.


Darrel sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk mengutarakan perasaan sesungguhnya pada Cheryl.


"Iya sebentar lagi aku meluncur. Betul semua mawar putih.Okay." lalu Darrel meletakan ponselnya begitu saja. Ia segera melepas kaos yang melekat di tubuh berototnya,


Kemudian Darrel pun membasuh tubuhnya dan membersihkan diri agar terlihat segar dan wangi.


Di depan kaca ia terlihat menyisir rambutnya dan menepuk nepuk pipinya. "You can do it. Rel!"ucap Darrel pada dirinya sendiri.


Setelah menyemangati dirinya sendiri. Darrel pun bersiap untuk berangkat ke rumah Cheryl.


Sesampainya di ruang tengah Darrel berpapasan dengan mama.


"Ma, Darrel pergi dulu ya ma." pamit Darrel sambil mencium tangan mama.


Mama membelai rambut Darrel dan mencium kening Darrel."Hati-hati di jalan.Ingat apapun jawaban Cheryl kamu harus legowo okay.Yang penting kamu sudah menyatakan perasaan kamu sesungguhnya padanya." pesan mama.


Darrel mengangguk yakin.


"Percayalah setelah kamu ungkapan perasaan kamu.Mama jamin kamu akan merasa lega dan tidak akan ada penyesalan lagi nantinya." mama meyakinkan Darrel dengan menepuk pundaknya.


"Terima kasih ma.Darrel akan mengatakan perasaan Darrel pada Cheryl malam ini.Doakan Darrel ya ma." Darrel memeluk mamanya meminta kekuatan dan keyakinan.


"Semoga semua berjalan lancar nak! dan cintamu mendapat respon positif dari Cheryl.Semangat!!"

__ADS_1


"Amin.Darrel berangkat ya ma."


Akhirnya Darrel pun melangkah pergi meninggalkan rumah dan membawa mobilnya menghilang di keramaian kota menuju rumah Cheryl.


Beberapa menit kemudian Darrel telah sampai di rumah Cheryl


Rumah mewah yang bercat putih itu terlihat sepi dari luar.


Darrel pun dengan penuh keyakinan masuk ke halaman rumah Cheryl.


Di depan pintu rumah, Darrel kembali mengumpulkan keberaniannya dan tekad untuk berhadapan dengan Cheryl dan mengutarakan isi hatinya


Setelah yakin Darrel pun menekan bel pintu rumah Cheryl .Tidak lama pintu pun dibuka dan tampaklah bibi yang membuka pintu."Eh tuan Darrel , cari non Cheryl ya tuan? "


"Iya bi, Cheryl ada kan di dalam." ucap Darrel sambil menunjuk ke dalam.


"Sebentar ya, bibi tanya nyonya dulu. Karena setahu bibi, non Cheryl tadi keluar dengan non Fany dan---"


"Hey,Rel! Yuk masuk!" ajak Tante Eva.


Darrel pun dipersilahkan duduk di ruang tengah oleh mama."Sini Rel, di ruang tengah saja." ajak mama.


"Cheryl ada Tante?" kembali Darrel mengulangi pertanyaannya.


"Cheryl baru saja keluar, sama Fany dan Arka." Tante Eva terlihat sangat hati-hati menyampaikan pada Darrel.


"Arka?" Darrel terdiam. Tiba-tiba pikiran-pikiran buruk melintas di kepala Darrel.


Membuat rasa cemburu dan tidak percaya dirinya untuk bersaing dengan saudara kembar Bagas kembali menguasai hatinya.


💔💔


Hmm bagaimana sikap Darrel selanjutnya? Tunggu kelanjutannya ya.


Sambil menunggu up jangan lupa mampir ke karya teman aku.


__ADS_1


__ADS_2