Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Kejutan baru


__ADS_3

Melihat istri dan anaknya keluar dari ruang dokter, Papa tergesa-gesa menghampiri mereka.


"Bagaimana ma? Cheryl baik-baik saja kan tidak ada yang serius kan ?" desak papa ingin tahu keadaan anaknya.


"Ada apa ini kenapa semua jadi terdiam begini.?"Papa pun akhirnya menghampiri Darrel setelah melihat Cheryl kembali meneteskan air matanya dalam diamnya.


"Rel.., ada apa? Cheryl baik-baik saja kan hanya masuk angin saja kan?' ' papa Cheryl terus mendesak Darrel untuk mengatakan apa sesungguhnya yang terjadi


"Cheryl baik-baik saja om." Darrel menatap papa Cheryl dengan berbagai pertimbangan yang berkecamuk di otaknya.


"Syukurlah!" papa menarik napas lega.


"Hanya saja ----" Darrel sengaja tidak meneruskan kalimatnya. ia masih mempertimbangkan reaksi apa yang nantinya akan ditunjukkan papa Cheryl saat ia mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi.


"Hanya saja apa?" Papa kembali menatap tajam ke arah Darrel sambil menurunkan letak kacamatanya.


"Hmmm.......,"


"Cheryl!! Kamu mau kemana?" Fany panik ketika sahabatnya itu tiba-tiba lari menjauh dari mereka.


"Toilet!" teriak Fany sambil menunjuk perut dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Ada apa lagi dia?" Papa hendak mengejar anak gadisnya itu.

__ADS_1


"Pa! Biarkan saja." mama menahan tangan papa.


Fany pun akhirnya mengikuti sahabatnya itu.


Papa menatap mama dengan pandangan khawatir."Ma sebenarnya ada apa? Anak kita kenapa?"


Mama menarik napas panjang "Ujian Cheryl ternyata belum selesai."


"Maksud mama,?"


"Anak kita hamil pa" suara mama bergetar.


Tubuh papa pun kini seolah olah dialiri listrik. Diam .. hening dan membisu."Mama yakin?"


Tidak lama kemudian Cheryl kembali bersama Fany.


Dengan tanpa sepatah katapun mereka kembali pulang ke rumah.


Selama perjalanan pulang semua hanya diam, tenggelam dalam pemikiran mereka masing-masing.


........................................


Sesampainya di rumah.

__ADS_1


Di ruangan persegi berwarna biru yang terkesan nyaman dan feminim. Cheryl telah membaringkan tubuhnya di kasur favorit nya.


"Pulanglah Fan aku baik-baik saja. Maaf aku terlalu sering merepotkan kamu dan Darrel beberapa minggu ini." Cheryl menggenggam tangan sahabatnya itu.


"Bagaimana mungkin aku bisa meninggalkan kamu sendiri, sedangkan aku tahu kamu butuh teman untuk bersandar." Fanny memandang iba sahabatnya itu


Betapa sangat tidak berpihaknya kebahagiaan pada sahabatnya itu.Saat mimpi indah itu sudah di depan mata tiba-tiba hancur direnggut paksa oleh maut. Sang kekasih sekaligus calon suaminya pergi untuk selamanya. Membuat kesedihan yang sangat dalam. Membekas dan membuat luka tersendiri.


Dan kini setelah berbagai proses kehilangan baru saja berhasil dilalui dengan penerimaan akan kenyataan yang terjadi. Kejutan demi kejutan dalam hidup sahabatnya itu ternyata masih saja menyisakan cerita kesedihan yang berbeda lagi.


Setelah kepergian Bagas yang bagaikan petir menyambar di siang hari dan dengan sangat berat Cheryl berusaha menerima kenyataan itu. Kini mendung kelabu itu masih berlanjut bergelayut manja pada Cheryl. Bagaimana tidak, ternyata kepergian Bagas masih menyisakan cerita kehidupan baru yaitu hadirnya calon bayi yang kini menjadi penghuni rahim Cheryl.Ya.... calon anak Cheryl dengan Bagas.


"Fan .... percayalah aku baik-baik saja. Aku butuh waktu sendiri saat ini" dengan susah payah Cheryl berusaha menarik kedua ujung bibirnya untuk membentuk sebuah senyuman getir.


Melihat keadaan sahabatnya itu dengan segala permasalahan yang harus ia hadapi.Ingin rasanya Fany tetap berada di samping Cheryl.Tetapi sepertinya saat ini Cheryl lebih membutuhkan waktu untuk sendiri.


"Baiklah..., aku akan pulang. Besok pagi aku akan kemari lagi. Tapi janji ya jangan berbuat aneh-aneh. Ingat Ryl percayalah satu hal. Pelangi akan muncul setelah hujan badai. Saat ini cukup berteduh lah biarkan badai itu berlalu dengan sendirinya. Cukup lakukan yang memang menjadi bagian mu. Sisanya biar lah sang pencipta hidup yang mengatur garis hidup kita." pesan Fany sambil memeluk Cheryl.


"Aku percaya kamu mampu melalui ini semua."


"Terima kasih Fan Kamu adalah sahabat sejati ku."kembali mereka berpelukan.


.....................🌹🌹🌹🌹.........

__ADS_1


__ADS_2