
Tanpa membuang buang waktu lagi Cheryl meraih kunci mobil yang tergeletak di meja. Lalu ia pun langsung turun dan menuju ke mobilnya.
Mama yang melihat anaknya seolah-olah dikejar sesuatu. Mama pun menghentikan aktivitasnya sejenak.Dan melangkah cepat hendak menyusul Cheryl
"Ryl! Tunggu nak kamu mau kemana? Jangan lari nak ingat kandungan kamu.!" teriak mama berusaha menghentikan langkah Cheryl
"Cheryl baik-baik saja. Mama tenang saja, Cheryl bisa jaga diri." lalu Cheryl masuk ke dalam mobilnya.
'Daa... ma! Doakan Cheryl bisa ketemu Darrel ma!" Cheryl pun melaju meninggalkan halaman rumahnya menuju Bandara.
Mama hanya bisa menatap heran dengan apa yang terjadi baru saja."Doakan Cheryl ketemu Darrel" Mama kembali terngiang dengan kalimat terakhir yang Cheryl ucapkan tadi.
"Hmm,memangnya Darrel kemana? Kok pake minta doa agar ketemu Darrel?" kembali mama berusaha mengerti maksud perkataan anaknya tadi.
Mama kemudian melangkah ke dekat sebuah almari yang terletak di samping ruang makan.
Mama meraih ponselnya dan mencari nomer di daftar kontaknya lalu setelah ia mendapatkan nomer yang dia cari, mama pun meneleponnya.
"Hallo...Mel!"
__ADS_1
"Ya ..ada apa Ev? Ada yang bisa aku bantu? Pasti soal Cheryl? Dia baik-baik saja kan? " suara Melati sedikit bergetar ada sekelumit kekhawatiran yang menyelinap di hatinya.
Melati tahu sebenarnya semua ini hanyalah kesalahpahaman anaknya dalam memahami kedekatan Cheryl dengan kakak kembar Bagas
Ya... karena kemiripan mereka menimbulkan ke tidak percaya dirinya Darrel kembali terusik.Beberapa tahun lalu Bagas merebut hati Cheryl.Dan saat ini setelah Bagas tiada. Besar harapan dan keinginan Darrel untuk bisa mengganti posisi Bagas dalam hidup Cheryl.
Darrel pun semakin percaya diri dengan adanya surat dari Bagas untuk dirinya.Ia merasa mendapatkan angin segar. Dan harapannya untuk hidup bersama Cheryl kembali muncul.
Tetapi disaat semua keyakinan dan keberanian telah ia mantapkan untuk melamar Cheryl malam itu. Semua hancur dan berganti dengan kekecewaan dan kesedihan yang Darrel rasakan. Saat ia mengetahui seseorang yang ia kasihi selama ini kini telah dekat dengan saudara kembar calon pendamping hidupnya yang kini telah tiada
Secara logika Darrel menganggap tidaklah susah bagi Cheryl untuk menerima Arka sebagai pengganti Bagas dalam hidupnya.Bukannya Arka mempunyai banyak kesamaan dengan Bagas. Dan siapalah dirinya yang selama ini bagi Cheryl, dia hanyalah seorang sahabat kecilnya.
Sikap yang sama saat dulu Cheryl mengenalkan Bagas pada dirinya.Hancur sudah perasaannya
Tetapi demi kebahagiaan sang pujaan hati Darrel rela untuk mundur dan melupakan perasaan dan kebahagian dirinya sendiri.
"Hallo...hallo Mel? Kamu masih dengar suara aku kan?" tanya mama Cheryl
"Eh..., iya Ev maaf."
__ADS_1
"Mel, Darrel ada dirumah?"
"Darrel?? Ehm, Cheryl belum bilang ke kamu?" Melati mencoba mencari tahu.
"Tidak! Cheryl belum cerita apapun. Hanya saja tiba-tiba ia keluar kamar dengan tergesa-gesa dan kabur bersama mobilnya. Ia cuman bilang doakan Cheryl ma biar ketemu Darrel.Hanya itu saja. Darrel ada dimana sekarang Mel? Sepagi ini dia sudah keluar rumah? Lari pagi kah?" tanya Mama Cheryl.
"Hmmm, Darrel ....berangkat ke Sidney tadi pagi. Kalau memang pesawat Darrel belum berangkat mungkin mereka masih ada kemungkinan bertemu." ucap Mama Darrel.
"Haa! Darrel ke Sidney?" betapa terkejutnya mama Cheryl mendengar kepergian Darrel.
"Ada apa Mel? Tugas perusahaan? Atau------"
"Darrel ingin menenangkan diri disana. Ini semua sepertinya hanya kesalahpahamannya atas hubungan Cheryl dan Arka.' jawab mama Darrel.
Kembali pikiran Mama Cheryl kembali pada kejadian tadi malam .Saat Darrel datang ke rumah sambil mengirimkan buket bunga cantik untuk Cheryl .Tetapi sayangnya Cheryl tidak ada di rumah.
...................................
Mampir yuk ke karya teman aku cekidot ☺️
__ADS_1