
"Hallo..Rell, Darrell denger suara Tante sayang?" Tante Eva berusaha mengembalikan kesadaran Darrel dari lamunannya.
Sejak Darrel mengetahui bahwa Cheryl pergi bersama Arka.Ia merasakan separuh jiwanya terbang meninggalkan dirinya.
Tanpa Cheryl di hidupnya. Darrel merasa setengah bagian dirinya hilang ia kembali merasakan gamang dalam menjalani hidupnya. Tidak ada lagi membuat dirinya bersemangat dalam menjalani masa depan.
"Arka pasti dengan mudahnya mengambil hati Cheryl. Bagaimana pun juga Arka dan Bagas adalah saudara.Bahkan saudara kembar tidak saja wajah mereka yang bagaikan pinang dibelah dua tetapi pasti banyak sifat Arka yang juga tidak jauh beda dengan Bagas.Dan itu semua yang akan kembali mengalahkannya." batin sedih Darrel .
"Rel .., Darrel?" panggil mama sekali lagi untuk menyadarkan Darrel
"Oh hai Tante,maaf Darrel tiba-tiba kepikiran ada beberapa urusan kantor yang tadi belum sempat selesai " ucap Darrel mencari alasan untuk kabur secepatnya dari hadapan Tante Eva
"Oh..., Jangan terlalu keras mikirin kantor Rel, ada wakil kamu juga kan untuk mengurusnya?, Kamu masih muda. Nikmatilah hidup. Tuh mama kamu dah pengen nimang cucu.Tante bilang kemarin ke mama kamu. Kalau anak Cheryl ntar juga jadi cucu nya." ucap mama sambil tersenyum penuh arti.
Mendengar ucapan Tante Eva, tiba-tiba Darell tersedak.
"Minum dulu nak Darrel !" sambil memberikan secangkir teh buatan bibi pada Darrel .
Setelah meminum teh hangat buatan bibi, Darrel merasa tenggorokan nya sudah tenang kembali "Terimakasih Tante." ucap Darrel pada Tante Eva .
"Baiklah Tante, Darrel pamit dulu mau menyelesaikan beberapa tugas kantor yang tadi belum sempat Darrel baca dan tanda tangani." pamit Darrel
Tante Eva berusaha menahan kepulangan Darrel tetapi Darrel tetap pada pendiriannya akan kembali ke kantor.
Setelah Darrel meninggalkan rumah Cheryl.Tidak lama kemudian datanglah kurir dari toko bunga.
"Maaf nyonya..., ini baru saja ada kiriman buket bunga, buat non Cheryl." ucap Bibi sambil memberikan buket bunga mawar putih yang begitu indah.
__ADS_1
"Wahh, bunga yang sangat cantik.Benar bi ini untuk Cheryl? Ntar salah alamat?" Mama pun membaca kartu ucapan yang tertera disitu.
Betapa terkejutnya mama saat membaca kartu ucapan yang terselip di tangkai bunga mawar putih ini.
Melalui mawar putih ini aku ingin kamu tahu, setulus dan seputih itu cinta aku padamu. Tertanda ...., yang mencintaimu selama ini Darrel Satria.
Mama menutup mulut dengan tangannya saat membaca kartu ucapan itu Mama sangat terkejut dan tidak percaya bahwa buket mawar yang sangat cantik ini dari Darrel untuk Cheryl.
Mama seketika berlari keluar untuk mengecek apakah Darrel masih berada disekitar rumah atau sudah pergi.
Setelah yakin Darrel telah pergi.Ada perasaan penyesalan dalam hati mama kenapa ia tadi tidak peka dengan maksud kedatangan Darrel.
Ia pasti sangat terluka dan kecewa saat mengetahui Cheryl pergi bersama Arka.
Mama Cheryl pun meraih ponselnya dan segera menghubungi Melati sahabatnya itu. Ia menceritakan tentang kedatangan Darrel bersama buket bunga.Dan kekecewaan yang mungkin sedang Darrel rasakan saat ini.
Mama pun berusaha menghubungi Darrel tapi tidak berhasil ponsel Darrel terus bernada sibuk.
..................
Di dalam mobil, Darrel mengendarai mobil nya dengan pikiran kosong. Saat ini, ia bahkan tidak tahu apakah harus bahagia karena Cheryl telah menemukan kebahagiaannya bersama Arka.Ataukah justru bersedih karena cintanya sekali lagi harus mengalah demi kebahagiaan orang yang sangat ia cintai.
Darrel mengambil telepon genggam nya lalu ia menekan nomer telpon Cheryl."Hallo "
"Hai Rel, pa kabar."
"Baik Ryl. Kamu dan kandungan kamu baik-baik saja kan.? Semoga sehat dan lancar sampai waktunya nanti. Jangan lupa diminum vitaminnya dan kontrol rutin ke dokter ingat jadwalnya" ucap bawel Darrel.
__ADS_1
" Siap komandan. Amiin.Terima kasih Rel.Oh ya kamu dimana? Gabung yuk sama kami disini. Ada Fany dan kak Arka." ajak Cheryl
Darrel tersenyum hambar.Untung Cheryl tidak melihat dirinya saat ini.
"Rel! Yuk gabung! Kami di cafe Strawberry." ajak Cheryl sekali lagi
"Ih kak Arka itu kan punya Cheryl." terdengar suara Cheryl berdebat manja dengan Arka.
Tidak terasa butiran bening hangat di sudut mata Darrel turun perlahan.
Ada rasa nyeri hebat yang ia rasakan yang dengan sangat susah payah harus ia pendam dan abaikan.
Klik.
Darrel memutuskan hubungan telpon dengan Cheryl.
"Semoga kamu bahagia Cherry, aku yakin Arka jauh lebih mampu membuatmu tersenyum kembali." ucap Darrel lirih.
Dengan kecepatan penuh ia membawa mobilnya menuju rumah.Darrel sangat yakin dengan langkah apa yang akan ia ambil saat ini.
.......................
Kita berikan waktu untuk Darrel menenangkan diri yuk.
Sambil menunggu Darrel tenang kalian bisa mampir ke karya teman aku.
__ADS_1