Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Kembali syok


__ADS_3

Di ruangan yang cukup luas dan nyaman. Darrel mencoba untuk memejamkan matanya. Tetapi pikirannya seakan tidak ingin diajak kerjasama.


Pikirannya masih saja berputar tentang surat dari Bagas untuk dirinya.


Kalimat demi kalimat yang ditulis oleh Bagas masih ia ingat dengan jelas.


Teruntuk sahabat aku Derrel. Sebelumnya aku minta maaf bila beberapa bulan ini dan seterusnya kamu akan direpotkan oleh Cheryl kembali. Seperti ketika kalian masih bersama dahulu.


Aku yakin ketika surat ini sudah berada di tangan kamu, aku telah pergi untuk selama-lamanya.


Sejak Cheryl memberitahuku tentang mimpi gigi putusnya kemarin, entah kenapa ada sesuatu yang membuat aku selalu terngiang dan ketakutan.


Aku takut akulah yang akan pergi. Aku takut berpisah dengan Chery. Aku belum siap meninggalkan dirinya sendiri, saat hari bahagia kami sudah di depan mata.


Tetapi bila memang waktu kami cukup sampai disini. Kita pun tidak bisa menolak takdir. Bukankah umur, rejeki,dan jodoh sudah digariskan?


Bila memang waktu ku dengan Cheryl hanya berhenti disini aku hanya bisa pasrah. Aku hanya bisa berdoa kelak Cheryl tetap bahagia dalam menjalani masa depannya.


Karena itulah alasan aku menulis surat ini .


Darrel aku tahu kalian sudah bersahabat sejak kecil. Dan aku tahu alasan sesungguhnya kamu meninggalkan kami dan berkarir di negeri orang.


Aku menyadarinya sejak kamu memberikan ku berbagai ilmu menaklukkan hati Cheryl bila lagi marah atau moody bahkan kamu pun memberitahuku tentang kebiasaan-kebiasaan Cheryl yang orang lain tidak tahu.Sedetil apapun tentang Cheryl kamu memahaminya


Dari situ aku mulai mengerti perasaan mu sesungguhnya pada Cheryl. Demi kebahagiaannya kamu rela mundur . Untuk itulah aku bersumpah saat mengetahui pengorbanan mu itu, bahwa aku tidak akan mengecewakan mu. Aku akan selalu menjaga, mencintai dan membahagiakan Cheryl selama hidupku.


Tetapi sepertinya waktu aku untuk membahagiakan Cheryl terhenti sampai disini . Untuk itulah aku mohon lanjutkan perjuangan ku. Aku ingin kamu yang akan menggantikan aku duduk di pelaminan bersama Cheryl Karena aku yakin kamu bisa membahagiakan Cheryl jauh lebih baik dari aku.


Berjanjilah Darrel menikahlah dengan Cheryl. Bahagiakan dia karena hanya kamulah satu-satunya lelaki yang pantas mendampinginya.


Dan untukmu Cheryl. Terimalah Darrel sebagai pengganti diriku .Aku percaya kamu pun menyanyangi Derrel. Dan hanya Darrel lah yang mengerti dirimu.


Darrel ... Cheryl ..., berjanjilah padaku, kalian akan saling mencintai dan hidup bahagia bersama selamanya. Karena itu yang akan membuatku tenang.


Dari aku yang akan selalu menyertai kalian.


Bagas.


Sepucuk surat yang Bagas sudah persiapkan saat dirinya merasakan firasat tentang kepergiannya untuk selamanya.

__ADS_1


Surat yang cukup membuat semua yang membacanya terkejut. Dan kembali bersedih mengingat kepergian dia, yang sebenarnya sudah ada tanda-tandanya.


Tetapi benar apa yang dikatakan Bagas bahwa jodoh,maut dan rejeki semua sudah ada yang mengaturnya.


Walaupun dari awal kita tahu kejadian ini akan terjadi. Tetap saja tidak ada satu orangpun yang bisa mencegah garis Tuhan.


Mungkin kita berhasil mencegahnya tetapi bukan menghentikannya. Kalau tidak saat itu mungkin beberapa waktu ke depan kecelakaan itu pasti tetap akan terjadi Semua hanya masalah waktu.


Darrel memandang langit kelam. Hanya ada bintang yang sinarnya begitu redup karena jarak yang begitu jauh dari bumi.


Darrel sadar bahwa sebenarnya cinta untuk Cheryl, yang dulu berusaha ia pendam dan lupakan. Saat Cheryl lebih milih Bagas untuk menemani hari-harinya.Masih ada tersimpan dengan begitu rapi dan manis dalam hatinya.


Perasaan itu tidak pernah mati Hanya saja ia tidak ingin orang lain tahu bahkan Cheryl sekalipun.Karena ia sadar kebahagiaan Cheryl itu ada pada Bagas bukan dirinya.


...............................


Cheryl tertidur karena kelelahan menangis, setelah membaca surat dari kekasihnya Bagas.


Sebuah surat yang tertunda, telah mereka baca dan coba pahami maksud dan tujuan dari surat tersebut.


Cheryl masih saja menyalahkan dirinya kenapa harus dia yang diberi tanda itu dan kenapa ia tidak peka.


Seharusnya setelah mendapatkan tanda itu ia tidak mengijinkan Bagas berpergian sendiri. Harusnya ia ektra menjaga ketat kekasihnya itu. Agar mau tidak bisa merenggut Bagas dari sisinya.


Kesedihan dan kepedihan yang sempat ia singkirkan dan berusaha untuk bangkit, kini kembali menggelayuti hati Cheryl .


Tok tok tok


Hening .... sunyi tanpa jawaban.


Fany yang sejak kemarin terus kepikiran tetang perasaan sahabatnya itu . Yang pasti kembali kacau. Memutuskan segera menemuinya.


Fany mencoba sekali lagi megetuk pintu kamar Cheryl."Cheryl , ini aku Fany. Tolong buka pintunya Ryl."


Cheryl berusaha menghapus airmatanya. Dengan perasaan enggan ia akhirnya membuka pintu kamarnya.


"Ryl, ini aku bawakan makanan untukmu." Fany mengeluarkan beberapa macam makanannya favorit Cheryl.


'Yuk Ryl dimakan." sambil menyodorkan kan semangkok pangsit mie untuk Cheryl

__ADS_1


"Aku gak pengen makan." tolak Cheryl


"Ryl, cobalah dikit kata mama kamu, sejak kemarin kamu ngumpet di kamar terus. Perut kamu belum terisi apapun . Disiapkan makanan oleh Bi Mirna kamu juga menolaknya. Kalau begini terus kamu bisa sakit." Fany gak habis pikir dengan sifat keras kepala Cheryl.


Cheryl tetap menolak tawaran makanan apapun untuk mengisi perutnya.


Melihat keadaan Cheryl yang kembali berantakan. Tak mempedulikan dirinya sendiri lagi. Membuat Fany jadi khawatir.


Lalu ia pun pamit keluar sebentar."Ryl aku ambil air putih dulu ya. Haus nih.Kamu mau aku ambilkan apa dari kulkas?"tanya Cheryl walaupun ia tahu Cheryl tidak akan mau. Tetapi Fany sekali lagi tetap mencobanya"Salad?" kembali Cheryl menolaknya.


Fany pun akhirnya keluar dan menemui Tante Leo.


Melihat Fany turun dengan wajah sedih. Mama Cheryl lantas berdiri dan menyambutnya dengan berbagai pertanyaan.


"Bagaimana? Cheryl mau makan?"


Fany menggeleng lesu.


Tante Leo pun kembali hilang harapan. "Bagaimana ini, sejak kemarin Cheryl belum makan apapun." gumam Mama Cheryl sedih.


Berbagai cara sudah mereka coba tetapi Cheryl tetap menolak.


Fany merogoh tasnya dan mencari ponsel yang tadi ia masukan begitu saja ke dalam tas sebelum berangkat ke rumah Cheryl.


Setelah ia menemukan ponselnya, Fany menekan beberapa nomer lalu menelepon seseorang.Hanya dia harapan satu-satunya yang biasa Cheryl dengar omongannya.


"Sabar ya Tante. Ini cara terakhir kita untuk membuat Cheryl mau makan." Fany berusaha menenangkan kegelisahan orang tua Cheryl.


"Cara apalagi Fan? Kita kan sudah coba berbagi cara." mama Cheryl seakan sudah menyerah tidak tahu lagi bagaimana menghadapi putri nya yang begitu keras kepala.


"Kita lihat saja Tan.Semoga cara ini berhasil " harap Fany.


Setengah jam kemudian.Terdengarlah suara mobil berhenti. "Ada suara mobil berhenti Fan. Mungkin itu Om Leo kembali dari kantor ." celetuk mama Fany


Fany berjalan menuju jendela besar yang ada di samping untuk melihat siapa yang datang.


Melihat siapa yang datang.Senyum Fany terbentuk di bibirnya.


"Siapa Fanl? Om Leo?" tanya Tante Leo.

__ADS_1


Fany menggelengkan kepalanya."Ini dia yang kita tunggu Tante." sahut singkat Fany.


...........................


__ADS_2