Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Pesan tersirat


__ADS_3

"Bagass jangan pergi!!" kembali Cheryl bermimpi bertemu Bagas. Setiap kali bermimpi bertemu dengan Bagas semua seperti nyata Cheryl memandang kedua tangannya.Ia masih bisa merasakan pelukan hangat Bagas.


Mata Cheryl terpejam sambil kedua tangannya memeluk dirinya sendiri.Cairan bening hangat pun mulai mengalir menuruni dan membasahi kedua pipi Cheryl.


Cheryl kembali menangis meratapi diri karena perasaan hangat dan nyaman saat memeluk Bagas. Harus tertampar suatu kenyataan bahwa apa yang dirasa olehnya hanyalah mimpi semata.


...................


Dalam mimpinya Cheryl tiba-tiba berada di suatu tempat yang begitu indah dan luas dengan beraneka ragam bunga dan warna mendominasi tempat itu. Cheryl berlari dan terus berlari dirinya bingung di tempat yang begitu indah itu tidak ada seorang pun ia jumpai.


Cheryl terus berlari dan berputar. Kini perasaannya mulai terselip rasa takut. Ia merasa tersesat dan sendiri .

__ADS_1


Tiba-tiba ia merasakan tangannya ditarik oleh seseorang. Untuk sesaat Cheryl terkejut dan sedikit berontak. Detik berikutnya ia sudah mulai mengikuti langkah seseorang yang menariknya dengan sedikit memaksa, agar dirinya ikut bersamanya tadi.


Entah kenapa, perasaannya begitu damai dan begitu saja percaya dengan sosok yang menariknya.


Hingga di suatu tempat yang begitu indah. Penuh dengan binatang yang lucu serta bunga beraneka warna, ditengahnya terdapat danau dengan air nya yang begitu bening. Sungguh indah pemandangan yang disodorkan padanya saat itu.Suatu pemandangan yang sangat memanjakan mata.


Tiba-tiba lelaki yang menarik tangannya tadi berhenti. Ia menoleh ke arah Cheryl dan tersenyum.Cheryl pun membalas senyumannya, dengan perasaan sangat bahagia. setelah ia mengetahui bahwa Bagas lah yang ada di hadapannya saat ini.


Bagas berhenti lalu meraba perut Cheryl."Hanya ini yang bisa aku titipkan padamu sebagai buah cinta kita berdua. Sebagai penggantiku dan penjagamu dikemudian hari.Sayangi dan jagalah dia seperti kamu menyanyangiku." Bagas menundukkan diri lalu mencium perut Cheryl dengan penuh kasih.


"Jaga diri baik-baik ya jangan lupa untuk bahagia." Bagas tersenyum lalu melepas pelukan dan genggaman tangannya.

__ADS_1


Perlahan Bagas berjalan mundur dan menjauh. Lalu kembali sinar yang sangat terang menghampirinya. Membuat silau sekitar.Dan ... semua hilang. "Bagaaasss! Bagasss! Jangan tinggalkan aku! " teriak Cheryl yang akhirnya membuatnya terjaga lalu terbangun dari mimpinya.


....................


Sambil menghapus airmatanya Cheryl menyentuh perutnya.Kini di dalam rahimnya telah tumbuh calon bayi buah cinta dirinya dan Bagas.


Kenyataan itu membawanya kembali pada kenangan beberapa bulan lalu. Saat dirinya terjebak hujan deras di sebuah desa. Dan dalam dinginnya terpaan angin serta tubuh yang basah kuyup. Mereka berteduh disebuah rumah kosong.Saat itu tubuh mereka menggigil kedinginan.Dalam dinginnya udara malam itu mereka tenggelam dalam kehangatan api cinta mereka. Semua gelora cinta yang ada diantara mereka malam itu tersalurkan tanpa batas.


Ya ...., calon bayi yang kini telah hadir di rahim Cheryl adalah buah cinta dirinya dan Bagas. Tidak ada yang perlu disesali saat itu, karena mereka benar saling mencinta dan tidak lama lagi merekapun akan meresmikan hubungan mereka ke tahap berikutnya. Sebuah pernikahan yang indah dan sakral telah mereka rencanakan.


Tetapi saat ini ketika kenyataan tidak seindah impian. Cheryl kembali gamang.Bagaimana mungkin ia mampu menjalaninya sendiri tanpa kehadiran Bagas disisinya. Mampukah ia bertahan bersama buah hati mereka disaat sang ayah sudah berpulang terlebih dahulu sebelum mengenal dan melihat anaknya. Tangisan pilu Cheryl kembali meledak. Disisi lain ia takut menghadapi semua sendiri. Terutama takut dengan cibiran orang. Tetapi disisi lain calon bayi yang telah tumbuh di rahimnya adalah kenangan terakhir serta bukti nyata buah cinta dirinya dan Bagas Tidak mungkin dia akan menghilangkan dan mengabaikannya begitu saja.

__ADS_1


Banyak hal yang berlarian di kepala Cheryl saat ini. Antara bahagia dan takut. Cheryl benar-benar membutuhkan penyemangat dan penguat untuk menghadapi hidup selanjutnya.


..........................


__ADS_2