
Tepat pukul dua belas siang pesawat yang ditumpangi oleh Fany dan orang tua kedua sahabatnya itu telah mendarat di Sidney.
"Siapa yang akan jemput kita Tan?" Fany menoleh ke kanan dan ke kiri mencari seseorang yang mungkin sudah menunggu kedatangan mereka.
"Pamannya Darrel." sahut Tante Melati.
"Bukan Darrel Mel yang jemput kita?"tanya mama Cheryl.
"Darrel kan nunggu Cheryl di Rumah Sakit ." jelas mama Darrel.
"Nah tuh!" tunjuk Mama Cheryl pada sosok laki-laki tampan menggunakan kaos putih ketat dan memakai topi bisbol ungu.yang berjalan menuju ke arah mereka.
Mama Darrel melambaikan tangannya ke arah adiknya itu dan disambut dengan lambaian tangannya juga.
Kemudian mereka saling berpelukan melepas kerinduan. Sudah beberapa tahun kakak beradik ini tidak saling bertemu. Kelahiran anak Cheryl lah yang akhirnya mempertemukan mereka.
Sejak William menikah ia lebih memilih menetap di kampung halaman istrinya.
__ADS_1
"Fan kenalkan ini William paman Darrel. Will itu Fanny sahabat Darrel dan Cheryl sekaligus." Fany mengulurkan tangannya pada paman Darrel
"Wahh Darrel hebat ya kedua sahabatnya cantik-cantik semua." puji William sambil tersenyum pada Fanny
"Ah paman seperti tidak tahu saja, bagi Darrel pasti Cheryl lah wanita tercantik." ucap Fany sambil tersenyum penuh arti.
"Hahaha"
William tertawa lebar ia sangat paham arti kalimat Fany.
Laki-laki tinggi kekar berparas tampan dengan senyum yang selalu menghiasi bibirnya itu mempunyai nilai kharismatik tersendiri. Walaupun sudah terlihat beberapa rambut putih di sebagian rambutnya tetapi tidak melunturkan ketampanannya yang masih terlihat jelas.
"Wah ini William yang dulu suka jahil itu kan?" Eva menyambut uluran tangan William sambil tersenyum lebar .
Melati mengangguk mantap." Yup si kecil jahil dulu " lalu mereka berdua tertawa terkekeh.
Mereka masih ingat betul betapa jahilnya si William ini waktu kecil dulu.Suka banget nguping kalau mereka berdua saling curhat tentang kehidupan percintaan mereka dengan pacar-pacar mereka dulu.Hingga pernah tergelincir saat membuat jebakan untuk kakaknya yang ternyata berakhir dengan senjata makan tuan.
__ADS_1
"Tetapi sekarang jadi pengusaha sapi ternak yang sukses lho disini." ucap bangga Melati pada adiknya itu.
"Wow hebat! Selamat ya Will.Oh ya terima kasih sudah mengantar Cheryl ke Rumah Sakit untuk lahiran" ucap Eva pada William.
"Itu sih bukan apa-apa kak yang patut di beri ucapan terimakasih itu Darrel, ia yang hebat selalu menemani saat Cheryl menghadapi rasa sakit kontraksi pertamanya dan pecah ketuban." jelas William.
"Darrel memang luar biasa.Aku benar-benar berhutang banyak padanya. Kamu hebat Mel telah berhasil membesarkan anak sehebat Darrel." ucap bangga Tante Eva pada Darrel.
"Dan Kakak akan lebih bangga lagi karena sebentar lagi Darrel juga akan menjadi anak kak Eva." ucap William sambil menyeringai penuh misteri.Dan berjalan meninggalkan mereka sambil menenteng dan menarik tas-tas koper tamu-tamunya dari Indo ini.
"Hah?Maksudnya?" Melati dan Eva pun saling pandang dan mengejar William.
"Heii Will tunggu kakak! Apa maksud perkataan mu tadi?" tanya Melati penasaran.
William menoleh sekilas dengan senyuman misterinya.Dan terus melangkah menunggu parkiran mobil.
Melati dan Eva pun saling pandang penasaran.
__ADS_1
Fany hanya tersenyum dalam diam. Dalam hatinya ia sudah mengetahui apa yang dimaksud oleh paman Darrel.
....................................,..........,........