
Fany masih terdiam kaget.
"Ayoo! Tunggu apa lagi? Mana kunci mobil?" Cheryl tidak mau menunggu terlalu lama. Darrel pasti salah paham.
"Aku saja yang nyetir.Kamu sedang tidak tenang." Fany meraih tasnya begitu saja lalu beranjak keluar kamar Cheryl.
Cheryl mengikuti langkah Fany. Sesampainya di ujung tangga bawah. Mama mencegat mereka."Wah... wah ..wah .., mau kemana kalian.Perasaan setahu mama tadi kalian baru saja nyampe rumah kok sekarang sudah mau pergi lagi?" Mama menatap mereka satu persatu bergantian.
"Ryl, jelaskan ke mama. Kamu mau kemana lagi? Ingat kandungan kamu nak, jangan kecapean." pesan mama.
"Ke rumah Darrel ma! Ada hal penting." sahut singkat Cheryl.
"Cheryl pergi dulu ma!"
"Heii tunggu sebentar!" tahan mama sambil meraih ponselnya.
"Mama telepon kan Tante Melati dulu." mama menekan nomer ponsel sahabatnya itu.
"Gak usah ma! Cheryl langsung kesana saja." Mama langsung menahan tangan Cheryl.
"Tunggu Cheryl! Kamu tuh lagi hamil. Iya kalau Darrel ada di rumah kalau gak ada.Sia-sia kan?"mama terlihat sedikit marah.
"Pokoknya kamu tunggu disini dulu. Kalau memang Darrel ada di rumah. Silakan pergi.Tapi kalau gak ada kamu tetap dirumah. Is-ti-ra-hat!!
Tinggalkan pesan saja.Ada keperluan apa kalian hingga mencari Darrel. Mama yakin Darrel pasti kemari saat menerima note dari kalian." mama mengkhawatirkan kondisi anaknya yang sedang berbadan dua.
"Ya.., hallo! Mel..., Darrel ada di rumah?" tanya mama saat telepon nya di terima oleh mama Darrel.
__ADS_1
Mama mendengarkan dengan serius perkataan sahabatnya itu.
Cheryl dan Fany pun menatap mama intens dengan tatapan tegang.
"Baik Mel kalau begitu.Nanti saya sampaikan." sahut mama sambil mengangguk tanda mengerti.
Lalu hubungan telepon pun terputus.
Mama kini yang berganti menatap Cheryl dan Fany bergantian.
"Ayo duduk dulu!" perintah mama.
Cheryl dan Fany pun saling berpandangan. "Hmm, ada apa ini? Jangan-jangan Darrel beneran marah dan bilang mamanya.Tapi sepertinya gak lah Darrel yang kukenal bukan tipe seperti itu." batin Cheryl.
"Duduk!" Mama menggeser kursi dan duduk di depan Cheryl dan Fany.
"Kalian tahu kenapa mama dudukan kalian?" mama menatap tajam Cheryl dan Fany.
"Darrel baik-baik saja kan?" Cheryl menggenggam tangan mamanya.
Melihat sikap mama yang tiba-tiba menjadi begitu serius setelah menelepon mama Darrel. Terselip perasaan khawatir terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.
"Oh Tuhan, jangan biarkan suatu hal buruk terjadi pada Darrel. Aku masih merasa kehilangan Bagas.Jangan sampai Darrel pun pergi meninggalkan aku. Aku mohon." tangis Cheryl dalam hati.
Dalam pikiran Cheryl saat ini melintas berbagai hal buruk menimpa Darrel.
"Ryl, ada apa nak? Ada apa denganmu? Perut kamu terasa sakit?" mama terlihat khawatir melihat wajah tegang dan seperti menahan suatu perasaan yang disembunyikan.
__ADS_1
"Ryl! Sadar Ryl, kamu dengar suara mama kamu kan?" Fany berusaha menyadarkan Cheryl.Dengan mengguncangkan badan Cheryl.
Mendadak ponsel Cheryl berdering nyaring.Dan membuyarkan semua lamunan Cheryl.
"Oh..hape aku mana? "Cheryl merogoh isi tasnya dan berhasil menemukan ponselnya disana.
Cheryl melirik tulisan nama yang tertera di layar ponselnya.Disana tertulis nama.
Kak Arka.
Sambil mengerutkan keningnya tanda bertanya. "Kira-kira ada apa hingga membuat kak Arka menghubungi nya." pikir Cheryl.
Cheryl lalu secara spontan melihat ke arah Fany dan mama nya, Meminta persetujuan mereka untuk menerima telepon dari Arka.
"Siapa?" tanya mama saat anaknya terlihat ragu untuk menerima telepon dan menunggu persetujuan dirinya dan sahabatnya.
"Kak Arka,ma." jelas Cheryl.
"Arka? Hmm...," mama berpikir sesaat.
"Terima saja Ryl.Mungkin dia hanya ngecek kita sudah sampai di rumah belum." ucap Fany.
Mama pun mengangguk memberi ijinnya. "Terima saja, dia kan kakak kamu.Paman anak kamu "
❤️❤️❤️
Terima kasih, dukung othor terus ya biar othor semangat dalam berkarya lagi dan lagi.
__ADS_1
Sambil menunggu kelanjutan nya, ikuti karya teman aku yuk