Sahabatku Suami Pengganti

Sahabatku Suami Pengganti
Lega


__ADS_3

Sesampainya di rumah keluarga Darrel. Cheryl berdecak kagum dengan pemandangan disana.


"Ayoo masuk! Semakin malam disini semakin dingin." ucap Darrel sambil menenteng dan menarik koper Cheryl.


Cheryl pun menuruti ajakan Darrel karena di luar udara mulai terasa menusuk walaupun sudah menggunakan mantel tebal.


Setelah berada di dalam, Cheryl melihat Darrel sedang menyalakan perapian untuk menghangatkan udara.


"Ryl itu kamar kamu, sebelah dapur jadi kalau tengah malam kamu lapar, kamu bisa langsung ke dapur dan ambil makanan disana." tunjuk Darrel ke arah sebuah kamar.


Darrel membantu Cheryl melepas mantel tebalnya lalu menyuruhnya membersihkan tubuh dan beristirahat sejenak setelah melalui perjalanan panjang.


Baru satu langkah Cheryl menuju kamarnya, Darrel mulai bawel lagi.


"Ryl, vitamin nya gak lupa kamu bawa kan?" tanya Darrel serasa dokter pribadi Cheryl.


"Ada kok!" sambil tersenyum Cheryl pun masuk ke dalam kamarnya.


"Okay selamat beristirahat." ucap Darrel.


Tidak lama kemudian Darrel tampak sibuk di dapur mempersiapkan makan malam untuk mereka berdua.


🌺🌸🌺


"Syukurlah Darrel berhasil menemukan Cheryl " ungkap mama Cheryl.

__ADS_1


"Iya, tapi aku sendiri belum tahu bagaimana ceritanya tuh anak bisa bertemu Cheryl. Katanya ntar dihubungi lagi." gerutu mama Darrel.


"Sepertinya Darrel gak sabar ngomelin Cheryl tuh Tante." celetuk Fanny.


"Iya bener juga kamu Fan, nada suara Darrel masih terdengar kesal." timpal mama Darrel.


"Pastinya..., mereka kan kalau bersama bagaikan Tom dan Jerry." Fanny membayangkan kehebohan kedua sahabatnya itu yang sedang beradu argumen.


"Wah pasti seru! Sayang kali ini, aku tidak melihatnya langsung." gumamnya sambil tersenyum penuh arti.


"Hey lagi ngelamunin apaan?" tanya mama Darrel pada Fany yang terlihat senyum-senyum sendiri.


"Enggak Tante, bukan apa-apa. Cuman lagi bayangin Cheryl diomelin Darrel." ucap Fany sedikit terkekeh.


Hahaha


Mereka bertiga pun tertawa bersama.


Akhirnya kekhawatiran mereka kini berganti perasaan lega. Cheryl kini telah aman bersama Darrel.


.....................................................


Di tempat yang terpisah.


"Bagaimana ma, sudah mama sampaikan apa yang kita bicarakan semalam pada Arka?"

__ADS_1


"Belum pa, Arka belum turun. Masih di kamar." sahut mama Bagas.


"Arka mana mungkin turun ma, pasti sedang melukis." ucap sinis papa Bagas.


"Mama samperin sana.Kemudian bicarakan keinginan kita itu.Sudah waktunya untuk Arka memikirkan hal yang lebih serius dan penting selain melukis dalam hidupnya." desak papa Bagas.


"Iya iya, mama akan bjcarakan tapi harus lihat waktu yang tepat takutnya ia kabur lagi ke London." gumam mana.


Arka walaupun saudara kembar Bagas, tetapi mempunyai sifat yang sangat berbeda. Bagas suka bersosialisasi sedangkan Arka lebih suka berteman dengan alam lalu menuangkannya dalam bentuk lukisan.


Arka mampu menghabiskan waktu berjam-jam bahkan berhari-hari dalam pembuatan suatu lukisan yang spektakuler.


Kebahagiaannya adalah bila lukisannya mampu membuat orang kagum dan ingin memilikinya.


Bisa dibilang waktu Arka untuk bergaul dan berteman sangatlah sedikit.Bukannya ia kesulitan dalam berkomunikasi, tetapi Arka memang kurang menyukai keramaian


Hamparan pantai atau pengunungan nan sejuk adalah sahabat sejatinya


Bila sedang kehilangan mood untuk melukis Arka paling suka duduk termenung di tepi pantai sambil menikmati deru ombak yang menerpa kakinya dan kicau burung camar sebagai musik pengiringnya.


Disanalah segala ide biasa muncul dalam pikiran Arka.


Karena hal itulah kedua orang tua Arka sedikit prihatin. Mereka ingin anaknya tumbuh layaknya manusia normal lainnya berkarya, berprestasi tapi tidak melupakan kehidupan percintaannya.


Kedua orang tua Arka sejak Bagas pergi. Menginginkan Arka meneruskan garis keluarga mereka.Terutama ayahnya ingin Arka bisa meneruskan garis keturunannya.

__ADS_1


................................................


__ADS_2