
"Malam pa!' sapa Arka.
"Hai Ka, pulang juga kau akhirnya." Pak Handojo memeluk anaknya yang telah lama merantau ke negeri orang.
"Mama mana pa?" Arka menyebarkan pandangan nya ke seluruh ruangan.
"Mama mu ada di halaman samping. Seperti biasa sedang mengurus kebun bunganya."
"Bi!! Tolong ini Arka dibantu." perintah Pak Handojo pada asisten rumah tangganya.
"Baik tuan." Bibi menarik tas troli Arka dan membawanya ke kamar Arka.
"Tumben kamu pulang nak?" sindir pak Handojo.
Arka sangat mengerti kekecewaan papanya."Maaf pa, waktu itu Arka benar-benar gak bisa pulang. Ada even yang harus Arka ikutin ."
Tepat saat Pak Handojo hendak menjawab sanggahan Arka, Mama masuk ke dalam rumah dan berapa terkejutnya saat mengetahui anak laki-laki nya yang selama ini jauh dari mereka telah kembali pulang
"Arka???" tanya bu Handojo setengah tidak percaya,melihat anak lelaki nya yang hilang telah kembali.
Arka tersenyum penuh kerinduan. "Ma.., " lalu menghampiri sang mama dan mencium tangannya.
"Anakku!! Akhirnya kamu pulang nak!" tangis Bu Handojo pecah di pelukan Arka.
"Mama mohon jangan pergi lagi nak! Jangan tinggalkan mama sendiri.Mama sudah kehilangan adikmu mama gak mau kehilangan kamu juga." tangis Bu Handojo semakin histeris.
Arka hanya memeluk mamanya erat. Tanpa berkata sepatah katapun.
...........................
Sore hari di rumah orang tua Cheryl tampak kesibukan di dapur dan di ruang makan.
Cheryl yang baru saja datang bersama Fany, merasa heran ada acara apakah hingga mama terlihat sibuk di dapur dan membenahi beberapa peralatan makan
"Ryl, ada acara apa nih. Kok mama kamu terlihat sibuk sekali." tanya Fany.
Cheryl menggeleng gelengkan kepalanya."Entahlah Fan, aku juga gak tahu." Cheryl melangkah menghampiri mamanya.Ia meletakan tas cangklong nya di atas meja. Lalu melangkah perlahan sambil memperhatikan kesibukan apa saja yang dilakukan oleh mamanya.
"Ma ...., " panggil lirih Cheryl.
"Hey , nak kamu sudah datang. Ayo cepat bersihkan tubuhmu.Kita akan makan bersama dengan keluarga pak Hadijo." jelas mama masih dengan kesibukannya mengatur sana sini.
__ADS_1
"Bi! Itu jangan diletakkan disitu kurang estetik!" kritik mama Cheryl.
Cheryl dan Fany saling memandang."Pak Hadijo??"
"Maksud mama orang tua Bagas?" tanya Cheryl ragu.
"Ya iyalah, siapa lagi.keluarga Hadijo. ya mertua kamu itu." jelas mama.
"Pa! Sudah selesai belum lampu taman?"
"Beres ma!" sahut papa Cheryl.
"Selesai betulin lampu taman segera mandi pa! Ntar keburu keluarga Hadijo datang!"
"Siapp mami!" balas Pak Leo, papa Cheryl.
"Memangnya ada acara apa ma?" desak Cheryl penasaran.
"Itu syukuran anak kamu.Kan sudah terlihat jenis kelaminnya laki-laki.Jadi mereka kita undang untuk syukuran calon cucu mereka.Bagaimanapun juga mereka berhak tahu tentang perkembangan calon cucunya.Dan mereka sangat antusias waktu mama beri kabar perkembangan calon cucunya."
"Sudah sana cepat mandi! Bau!! Sana...., sana! Ntar keburu mertua kamu datang." usir mama.
..................
"Fan! Menurut kamu ini bagus gak?" tanya Cheryl setengah putus asa.
Sudah beberapa baju ia keluarkan dari lemari bajunya tapi tidak ada satupun menurut Cheryl cocok.
"Tuh cocok Ryl! Aura keibuan kamu keluar." tunjuk Fany pada dress polos berwarna biru dongker.
"Ini? Yakin kamu?" Cheryl masih berpikir sambil memegang dress pilihan Fany.
"Yakin walau kamu hamil tapi memakai baju itu terkesan langsing." Fany berusaha meyakinkan pilihannya .
"Hmm benarkah?" Cheryl pun mencobanya dan berputar-putar di depan kaca untuk meyakinkan dirinya.
Kemudian sebuah senyuman manis pun merekah. Karena telah menemukan baju yang pas dan tetap memancarkan aura cantik dirinya.
"Hmm, bagus juga. Terima kasih ya, pilihanmu memang top banget!" Cheryl memeluk sahabatnya itu.
"Non Cheryl! Dipanggil nyonya segera turun katanya tamunya sudah datang." Bibi mengetuk pintu kamar Cheryl sekaligus menyampaikan pesan nyonya rumah.
__ADS_1
"Baik bi.Kami segera turun!" jawab Cheryl dari balik pintu.
Lalu terdengar langkah kaki menjauh dari kamar Cheryl.
'Yuk Ryl, kita turun. Kamu dah ditunggu tuh!" ajak Fany.
Cheryl masih berdiam diri sambil berusaha menenangkan perasaannya.
"Bagaimana? Sudah siap? Yuk turun." ajak Fany sekali lagi.
Cheryl menarik napas dalam "Okey, yuk!" sebuah senyuman percaya diri terbingkai di bibirnya.
Cheryl dan Fany pun menuju ruang makan.
"Nah itu dia yang kita tunggu-tunggu , calon ibu serta calon cucu kita!" Mama memberitahu kedatangan Cheryl pada kedua orang tua Bagas.
"Wah cantik sekali. Sehat-sehat terus ya sayang" ucap mama mertua. Cheryl, sambil mengusap perut Cheryl.
"Amin, terima kasih ma." sambil mencium tangan mama mertuanya.
Tidak lupa Cheryl pun mencium tangan papa mertuanya ."Sehat dan sukses terus ya pa."
Ayah Bagas tersenyum bahagia. Melihat Cheryl kini jauh lebih baik mentalnya dari sebelumnya.
"Kamu juga ya sayang.Sehat terus. Jangan lupa bahagia." ucap pak Hadijo, papa mertua Cheryl.
"Oh ya nak, kamu belum pernah bertemu dengan kakaknya Bagas kan sebelumnya?" Bu Hadijo memperkenalkan Cheryl pada kakak Bagas.
"Kakak Bagas? Ohh yang tinggal di London itu ya." Cheryl ingat Bagas pernah bercerita sedikit tentang kakaknya yang tinggal di London.
"Lho, Bagas punya kakak?" tanya orang tua Cheryl.
Kedua orang tua Bagas pun mengangguk sambil tersenyum bahagia.
"Arka! "panggil ibu Hadijo.
Semua mata memandang ke arah pintu masuk.
Sesosok pemuda tampan dengan senyuman yang terbentuk begitu menawan disertai lesung pipi. Berjalan masuk dan menghampiri kedua orang tuanya.
Semua mata terbelalak terkejut.Betapa tidak wajah pemuda itu begitu mirip dengan......,
__ADS_1
"Bagas!" seru Cheryl sambil menutup mulutnya.
.........................