
Sebuah kecupan manis tiba-tiba mendarat di kening mulus Cheryl. Rambut dan pipinya pun tak kalah luput dari sentuhan lembut sebuah tangan yang membelai.
Cheryl sangat menikmati apa yang sedang ia rasakan saat ini."I love you" bisik lirih ditelinga Cheryl.
Cheryl sangat terusik dengan suara tersebut suara yang sangat familiar di telinganya.Disamping maknanya yang begitu dalam baginya "Suara itu....bukannya itu suara...." Cheryl terbangun. Pandangannya menyapu seluruh ruangan kamarnya tetapi si empunya suara tidak ia jumpai di sudut manapun.
Cheryl turun dari ranjangnya membuka balkon kamarnya kemudian berlari kembali ke kamar, menengok ke kamar mandi dan keluar lagi. Lalu kembali pandangannya menyebar ke seluruh sudut kamarnya tetapi sosok yang dicarinya tidak juga ia temukan.
Cheryl menyentuh kening dan wajahnya. Kecupan itu... belaian lembut itu.... benar nyata ia rasakan. Bisikan cinta di telinganya begitu jelas didengarnya. Tetapi kemana dia? Kemana Bagas?? .Di setiap sudut kamarnya sudah ia cari tetapi ia tetap tidak menemukan tempat persembunyian kekasihnya itu. "Bagas!! Bagas!! Kamu dimana?Jangan tinggalkan aku!" teriak histeris Cheryl bersamaan dengan derasnya airmata yang membasahi wajahnya.
Fany dan mama Cheryl yang kebetulan berada tidak jauh dari kamar Cheryl mendengar teriakan histeris Cheryl. Mereka saling berpandangan kemudian bergegas berlari menuju kamar Cheryl
__ADS_1
"Ryl.. ada apa ? Apa yang terjadi?" Fanny mendapati sahabatnya itu dalam keadaan kacau di sudut tembok menangis histeris memanggil nama kekasihnya.
"Cheryl sadar Cheryl... Bagas sudah bahagia disana ikhlaskan dia Ryl ikhlaskan Bagas." Fany memeluk erat sahabatnya itu berusaha menenangkan dan menyadarkannya akan kenyataan yang ada.
"Bagas tadi ada disini Fan! Dia ada disini!' tangis Cheryl.
"Sabar ya Ryl ...sadarlah Bagas telah pergi. Ikhlaskan dia." ucap sedih Fany.
Impian kebahagian hidup bersama kekasih pujaan hati pupus sudah. Hancur berkeping keping bersamaan dengan kecelakaan tunggal yang dialami oleh Bagas. Mobilnya tergelincir saat di jalan tol dan menabrak pembatas jalan. Naasnya hantaman keras akibat kecelakaan itu terkena pada bagian kepala Bagas yang mengakibatkan tempurung kepalanya retak dan mengalami gegar otak parah.Dan tidak bisa diselamatkan lagi di meja operasi terlalu banyak darah yang keluar di tempat kejadian.
"Bagas tadi ada disini ma ...Fan ! Kenapa sih kalian tidak percaya. Aku kenal suara itu ma ...Fan! Itu suara Bagas! Ia berbisik dengan sangat jelas di kuping aku! Bahkan ia mencium aku" jelas Cheryl kekeh menjelaskan bahwa kekasihnya tadi datang menemuinya.
__ADS_1
Fany memeluk sahabatnya itu.Hatinya tiba-tiba terasa sakit melihat keadaan Cheryl sekarang.Ia seperti kehilangan akal sehatnya. Pandangannya pun terkesan kosong.
Ponsel Fany berbunyi.Ia sedikit menjauh dari Cheryl untuk menerima telepon.
"Hallo .. hai Rel. Cheryl masih syok. Okay nanti aku sampaikan." Fany pun menutup hubungan teleponnya.
Derrel menanyakan kebenaran kabar tentang kematian Bagas yang ia dengar dari mamanya .Fany pun menjelaskan tentang kecelakaan yang dialami Bagas hingga merenggut nyawanya.
Sejak mendengar kabar kematian Bagas Derrel berusaha menghubungi Cheryl ia yakin Cherryl sangat terpukul dengan kepergian kekasihnya itu. Ia ingin mendampingi dan menghibur sahabat kecilnya itu. Tetapi hape Cheryl sejak kemarin tidak aktif. Akhirnya ia memutuskan menghubungi Fany sahabatnya juga sejak mereka kecil .
Dari Fany lah ia mendapat kejelasan tentang apa yang terjadi dengan Bagas dan keadaan Cheryl saat ini. Derrel berniat akan balik ke Indonesia bersama mamanya besok pagi dengan penerbangan pertama untuk menghadiri pemakaman Bagas.
__ADS_1
.........................