
Bagas membolak balikkan sepucuk surat yang ada ditangannya saat ini. Yang menurut Tante Leo titipan dari Om Handojo ayah Bagas. Om Handojo menemukan surat tersebut saat ia membersihkan barang-barang Bagas yang ada di ruang kerjanya
Surat itu tergeletak di laci meja serta terselip foto mereka bertiga saat mereka masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas atau Umum.
"Hmmm Bagas menulis surat untukku? " batin Darrel.
"Rell, bolehkah aku tahu isinya? Apa yang dituliskan Bagas untukmu." Cheryl berharap sekali Darrel memberitahukannya isi surat itu.
"Surat ini sepertinya ditujukan untuk kita berdua. Tuh ada nama kamu juga walaupun ia tulis tipis." Darrel menunjukkan sampul surat itu
Darrel pun menutup kembali pintu mobilnya. "Yuk kita baca di teras saja. Disini panas." kemudian merekapun berjalan menuju teras rumah.
Semua mata terfokus pada Darrel. Penasaran dengan isi surat dari Bagas.
Setelah Darrel duduk.Semua menjadi tegang."Ayo Rel baca.Jadi penasaran." celetuk Fany.
"Tidak biasanya Bagas menulis surat, apalagi sekarang kan sudah canggih. Kenapa gak langsung kirim pesan singkat lewat aplikasi atau email?" Cheryl masih saja berpikir keras kenapa Bagas menulis surat untuk Darrel.
__ADS_1
Setelah mengambil napas beberapakali Darrel mulai membaca surat dari Bagas.
Melihat mimik muka Darrel membuat semua semakin penasaran. Wajah Darrel tampak sedikit tegang. Dan terlihat beberapakali menarik napas.Sekilas ada kilatan dari mata Darrel yang berasal dari selaput cair bening yang muncul di pelupuk matanya.
Setelah Darrel membaca surat tersebut. Ia memberikannya pada Cheryl . "Rel, kami boleh ikutan baca.?" tanya Fany.
Darrel hanya mengangguk pelan dan berjalan ke arah halaman dan pandangannya tersebar ke hijau nya rerumputan.
Surat itu telah berada di tangan Cheryl saat ini.Sedikit ragu tetapi rasa ingin tahunya sangat besar. Perlahan Cheryl membuka surat tersebut.Sebelum membacanya ia melihat sekitar terlebih dahulu. Seolah meminta persetujuan mereka.
Setelah semua memberi kode untuk dirinya. Cheryl pun membuka surat tersebut pelan tetapi pasti.
"Ryl, kamu gak apa-apa?" Fany menyentuh lembut pundak Cheryl .
Cheryl menghapus airmatanya lalu berlari masuk ke dalam kamarnya.
Surat dari Bagas pun terjatuh di lantai. Kemudian Fany memungutnya. Sambil mata masih tertuju pada Cheryl yang telah menutup pintu kamar.
__ADS_1
"Cheryl !!!" teriak mama memanggil Cheryl.
"Biarkan saja Tante.Mungkin Cheryl butuh waktu untuk memahami semua yang terjadi." tiba-tiba Darrel muncul diantara orang tua Cheryl dan Fany.
"Om, Tante. Darrel pamit dulu ya. " lalu Darrel mencium tangan kedua orang tua Cheryl. Dan berjalan menuju ke mobilnya kemudian mengendarainya menjauh dari kediaman Cheryl.
Setelah Darrel pergi, surat itu akhirnya dibaca bergantian oleh Fany dan kedua orangtua Cheryl.
Ketika Fany selesai membaca surat dari Bagas tersebut , Fany hanya diam dan termenung. Mencoba memahami apa yang terjadi.
....................
"Hmm ..., jadi sebelum tragedi naas itu, Bagas sudah punya firasat akan terjadi hal buruk pada dirinya." Fany mencoba memahami kejadian dibalik kematian Bagas
Fany masih ingat cerita Cheryl saat ia baru saja pulang dari foto prewedding. Ia menceritakan bahwa sebenarnya mood nya sedang tidak stabil.Dikarenakan semalam ia baru saja bermimpi giginya tanggal.Dan menurut Cheryl, bila ia bermimpi giginya tanggal itu pertanda dalam waktu dekat ada seseorang entah saudara atau siapa yang dekat dengan Cheryl akan meninggal. Karena pengalaman sebelumnya seperti itu.Hari itu Cheryl sangat kepikiran kira-kira siapa saudara atau teman yang saat ini sedang sakit parah yang kemungkinan akan meninggal. Tetapi hal itu untuk sementara ia tepis kan dari pikirannya dan mencoba fokus dalam persiapan pernikahannya.
Ternyata tanpa Cheryl duga atau hanya kebetulan saja. Tidak lama setelah Cheryl menceritakan perihal mimpinya itu ke Bagas.Justru Bagas lah yang direnggut paksa oleh maut tanpa ada yang menduganya. Kecelakaan tunggal itulah yang akhirnya memisahkan Cheryl dan Bagas untuk selamanya.
__ADS_1
........................