SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Orang pertama yang akan aku lihat.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sore yang indah, wajah Hana nampak berseri-seri setelah pulang dari rumah sakit bersama sang suami tercinta nya.


siapa yang tidak senang jika suaminya akan bisa melihat kembali? tentu saja orang pertama yang bahagia adalah Hana sendiri.


Dokter sudah menentukan hari oprasi mata Gibran, dan itu akan di lakukan tiga hari lagi tentunya setelah beberapa pemeriksaan kecocokan antara mata Gibran dan si pendonor.


"Setelah bisa melihat nanti aku harap kamu tidak pernah melirik wanita kalian." ucap Hana yang seketika mengundang lirikan Gibran.


Hana memiliki masa lalu yang buruk akan kesetiaan yang di khianati, tentunya dia sangat berhati-hati dalam perihal cinta nya untuk saat ini dan seterusnya.


Karena rasanya di khianati itu tidak semanis peremen, jadi Hana berharap Gibran akan tetap setia pada nya, juga bisa mencintai nya sepenuh hati karena harapan bahagia Hana sekarang hanya lah satu.


Yaitu bisa mendapatkan cinta suami, pria yang saat ini dia panggil suami ku.


"Itu tidak akan terjadi, kamu akan menjadi orang pertama yang aku lihat saat aku bisa melihat nanti, aku berjanji" sahut Gibran menggenggam tangan Hana.


Yang mana hal itu membuat Hana tersenyum dan langsung memeluk Gibran, menghirup aroma harum parfum yang di pakai suaminya yang memabukkan nya itu.


"Aku menyukai mu, sekarang atau pun nanti semua itu akan tetap sama sampai aku mati." kata Hana lagi masih di pelukan Gibran.


Ia tidak mau kehilangan orang yang di sayang nya untuk yang kesekian kalinya.


Hana berjanji akan mempertahankan semua yang telah dia gapai, termasuk pernikahan nya bersama pria buta nya.


Gibran tidak menjawab, tapi dari gerakan tubuhnya yang semakin mengeratkan pelukannya Hana bisa merasakan jika perasaan nya tidak bertepuk sebelah tangan.


Arr yang ada di bangku depan nampak tidak senang mendengar obrolan Hana dan Gibran.


rasa cemburu terlihat jelas di wajah nya yang memperlihatkan kekesalan itu.


"Harus nya aku yang ada di posisi itu, Kenapa tuan Gibran begitu mudah merasakan cinta, tapi tidak saat bersama ku." batin Arr.


Dan perubahan di wajah Arr bisa Hana rasakan saat melihat spion yang memperlihatkan wajah Arr yang seperti kesal.


dia senang membuat Arr kesal, karena ini adalah sebagian dari rencana nya untuk membuat wanita itu sadar jika Gibran adalah milik nya.


"Ini masih permulaan nona Arr, lihat saja jika dia masih berani membuat aku murka dengan mendekati dan mencuri perhatian Gibran aku akan semakin nekat mengumbar kemesraan lagi, bahkan lebih dari ini." batin Hana.


Hana tidak langsung pulang ke rumah, dia malas pulang cepat karena tidak ada yang dia kerjakan di rumah, ya selain menghabiskan waktu di kamar tanpa melajukan apapun.


Mereka menepikan mobilnya di parkiran cafe, Hana melirik Arr dan supir nya lalu tersenyum.


"Nona Arr sama pak supir pulang saja duluan, aku dan suamiku mau menghabiskan waktu berdua di luar, oh iya mobilnya sekalian bawa pulang aja." kata Hana dengan wajah tersenyum enteng.

__ADS_1


"Tapi nona___" ucap Arr ingin menolak tapi ucapan nya terhenti karena Gibran menyela ucapan nya.


"Istriku benar, kalian pulang saja." kata Gibran membuat Arr mengepalkan tangan nya lalu menunduk.


"Baik tuan, kalau ada apa-apa telpon saya ya tuan." ucap Arr.


"Tidak perlu, emm maksud ku selagi aku ada di samping nya, suamiku akan tetap aman karena dia berada di dekat mata nya." lanjut Hana sambil tersenyum meledek ke arah Arr.


Setelah kepergian Arr dan sang supir kini tinggallah Hana dan Gibran yang sedang duduk saling berpandangan di cafe.


tak ada rasa malu untuk Hana memperlihatkan pada umum jika Gibran adalah suami nya.


Lagi pula siapa yang akan menyangka jika pria tampan blasteran di depan nya itu tidak bisa melihat, semua orang pasti tidak akan berpikir sampai sejauh itu.


"Aku pesan kan steak mau ya." ucap Hana membuka suaranya.


Gibran hanya mengangguk, dia percaya semuanya pada Hana jika di dekat Hana akan baik-baik saja.


"Bagaimana perasaan mu?." tanya Hana setelah memesan pesanan nya.


Gibran terduduk dengan pandangan kosong itu mengerutkan keningnya, membuat Hana tersenyum.


"Apa kamu senang aku mengajak mu makan di luar?." tanya Hana.


Gibran mengangguk kecil.


"Kamu mau kemana?." tanya Gibran ingin berdiri tapi di hentikan oleh Hana yang tiba-tiba mengecup pipi nya.


"Aku tidak pernah malu mengakui pria hebat seperti dirimu adalah suamiku, dan bukan hanya itu saja aku bahkan tidak malu untuk mencium mu di depan umum." bisik Hana sambil tersenyum, lalu kembali duduk di tempat nya.


Gibran masih berdiri di tempat nya setelah mendengar ucapan manis penuh cinta yang keluar dari bibir Hana.


Dan Hana yang melihat Gibran berdiri kembali mengulum senyuman nya.


lalu kembali berdiri dan mendekati suaminya.


"Ehkem.. duduk lah, apa ciuman ku tadi masih kurang." tanya Hana kembali berbisik di telinga Gibran, membuat Gibran langsung replek duduk, tapi bagian paha nya malah menubruk meja.


Awwww !!


Gibran meringis sakit, membuat Hana replek mengusap paha suaminya.


"Apa masih sakit?." tanya Hana sambil mengusap bagian paha Gibran.


Membuat pria itu melotot dan langsung meraba pahanya dan berhasil memegang tangan Hana.


"Jangan melakukan itu, berdiri lah ini tidak sakit." kata Gibran lagi.

__ADS_1


Hana melakukan nya, dia kembali duduk dan begitupun dengan Gibran.


keduanya saling mendiamkan sampai akhirnya pesanan makanan nya datang.


"Aku suapin ya." ucap Hana sambil memotong daging dengan pisau dan garpuh di masing-masing tangan nya.


Gibran hanya mengangguk, dan menerima beberapa suapan dari Hana.


begitulah keduanya menikmati makan-makan bersama di cafe.


Hana ingin memiliki momen dimana dia dan suaminya begitu dekat.


setidaknya semua itu bisa membuat nya merasa memiliki kenangan indah sebelum suaminya kembali bisa melihat.


Pulang nya Hana sengaja tidak memakai taksi, Hana memilih angkot untuk membuat nya merasa lebih sederhana.


Tapi Gibran yang belum pernah sekalipun naik angkot tentunya merasa asing dan banyak diam.


Hana tersenyum melihat suaminya yang duduk tidak senyaman dirinya.


Tiba-tiba mobilnya berhenti, membuat Gibran langsung berdiri, tapi saat itu juga kepalanya terpentok atas mobil.


"Apa sakit?." tanya Hana sambil menahan tawanya.


"Tidak terlalu, ayo turun." ucap Gibran.


"Ini masih belum sampai, kita bahkan masih di area cafe." jelas Hana.


Membuat Gibran menggelengkan kepalanya, lalu kenapa mobilnya terus menerus berhenti sejak tadi?.


seperti nya Gibran melupakan jika mobil angkot akan selalu berhenti setiap melihat penumpang.


"Rapatkan sedikit ke sini."


Hah?


"Ada banyak anak sekolahan yang masuk, jadi kita harus berbagi tempat duduk dengan mereka."


Gibran merapatkan duduk nya, tapi saat itu juga tangan nya mendapatkan pegangan tangan dari sang istri.


"Biarkan seperti ini, aku tidak ingin orang-orang berpikir jika kamu itu masih lajang." bisik Hana yang semakin membuat jantung Gibran berdegup begitu kencang.


_______


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Sekarang masih greget, tapi setelah ini๐Ÿคญ masalah akan bermunculan ๐Ÿคง

__ADS_1


__ADS_2