SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Bertemu Sandra.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Karena keperluan dapur sudah habis Hana dan Gibran pun memutuskan untuk belanjaan bulanan.


kini keduanya sedang berada di salah satu pusat perbelanjaan yang di tengah-tengah kota nya.


Jika dulu Gibran tidak akan menyempatkan waktu untuk hal yang seperti ini, lain hal nya dengan sekarang, apapun tentang istrinya di situ pasti ada Gibran.


Gibran benar-benar jadi bucin parah pada sang istri tercintanya.


"Sayang tolong ambilin bayam nya dong." pinta Hana.


"Aku Nggak suka sayur bayam sayang." sahut Gibran.


"Iya tau, tapi itu bukan buat kamu, itu buat kesuburan aku." balas Hana lagi.


Yang mana hal itu membuat Gibran terdiam merasa tertegun dengan ucapan istrinya.


keduanya memang sudah berusaha untuk beberapa bulan ini, tapi mungkin Tuhan masih belum mengijinkan untuk mereka mendapatkan momongan cepat.


Gibran memberikan sayur bayam pada sang Istri.


"Aku juga mau kacang-kacangan sayang." pinta Gibran.


"Beneran?." tanya Hana.


Gibran mengangguk sambil tersenyum.


"Kita ikhtiar sama-sama, kalau kamu berusaha kenapa aku nggak?" sahut Gibran membuat Hana tersenyum senang mendengar nya.


"Makasih." kata Hana.


"Aku juga makasih sama kamu." balas Gibran.


Setelah drama sayur yang mengharukan itu keduanya kembali menjajaki lorong sabun-sabunan.


Hana dan Gibran masing-masing mendorong satu troli yang sudah penuh dengan beberapa kebutuhan dapur seperti beras, minyak goreng, kecap, mie, dan banyak lagi yang lain nya.


Dan Jangan lupakan buah-buahan segar, daging dan juga sayur yang tentunya itu adalah hal pertama yang mereka ingat untuk di beli.


"Sayang!" teriak Gibran yang tak jauh dari tempat Hana berdiri.


Hana yang sedang mengambil beberapa peralatan mandi yaitu sabun-sabunan, langsung melirik suaminya.


"Apa?." tanya Hana dengan wajah bingung.


"Sini." Gibran memberikan kode dengan lambaian tangan nya.


Hana berjalan dengan mendorong troli mendekati suaminya.


"Pilih mau yang mana?" ucap Gibran. "Ini semua merek bagus, nyaman dan juga lebar." lanjut Gibran lagi.


Membuat Hana tersenyum kecil.

__ADS_1


jika suami orang lain pasti akan malu dan merasa turun derajat nya jika di suruh membelikan pembalut, tapi lain hal nya dengan Gibran yang nampak santai memegangi tiga merek pembalut untuk di pilih istrinya.


"Aku pilih yang ini aja deh." kata Hana sambil mengambil pembalut favorit nya.


"Aku sudah menduga kalau kamu pasti sukanya yang panjang." celetuk Gibran membuat pipi Hana memerah.


"Sayang." cicit Hana malu takut di dengar orang.


"Kenapa? aku benar kan pembalutnya panjang, bukan kah itu pas untuk di pakai?." lanjut Gibran menggoda istrinya.


Membuat Hana salah tingkah di buatnya, dan melihat itu semakin membuat Gibran ingin menggoda sang istri.


"Panjang berisi." lanjut Nya.


"Sayang!"


"Apa?"


"Jangan menggodaku terus."


"Haha, baiklah tapi kamu suka kan yang panjang."


"Ngomong sekali lagi garasi tutup, mobil stop nggak bisa masuk mau!" ancam Hana sambil memanyunkan bibirnya sebal di goda terus sang suami.


"Astaga, jangan dong nanti mobil nya kedinginan kalau nggak masuk garasi." sahut Gibran lagi membuat Hana semakin sebal di buatnya.


"Dasar mesum."


"Tapi suka kan?."


Sampai akhirnya ekor mata Hana melihat seseorang yang sedang bersembunyi.


membuat Hana langsung menarik suaminya untuk kembali melanjutkan belanjaan nya.


Tak jauh dari tempat Hana ternyata ada seorang wanita yang sedang melihat kemesraan antara keduanya.


dia tak lain adalah Sandra yang ternyata juga sedang berbelanja.


Lebih tepatnya mengantar Angga karena dia sedang ngidam untuk makan semangka kuning, dan sekarang Angga sedang mencarikan semangka kuning itu untuk nya.


"Dulu dia bahkan selalu sibuk, tapi sekarang lihatlah untuk sesuatu yang spele dan bisa di kerjakan pembantu pun dia melakukannya sendiri." gumam Sandra merasa Gibran banyak berubah.


Dulu saat masih bersama Gibran selalu sibuk dengan urusan bisnis nya, bahkan dalam satu bulan terbilang berapa kali Sandra dan Gibran bertemu, dan hal itu juga yang membuat Sandra berpaling dari Gibran.


"Sial kenapa harus dia, kenapa harus wanita itu yang menjadi istri Gibran." kesal Sandra.


Dia baru tau kalau ternyata istri baru Gibran adalah Hana, wanita yang pernah menjadi istri suaminya, benar-benar dunia yang sempit karena mempertemukan Hana dengan Gibran yang mantan suami Sandra yang sekarang istri dari Angga.


"Sayang."


"Ahk iya."


"Kamu sedang apa?." tanya Angga.


Sandra gelagapan melihat kedatangan Angga, lalu melihat ke troli yang berisi semangka.

__ADS_1


"Itu semangka kuning bukan?." tanya Sandra memastikan.


"Iya, itu semangka kuning kamu mau makan sekarang?." tanya Angga.


"Nggak usah, nanti saja di rumah." sahut Sandra lagi. "Ahk iya, aku mau barbekyu an dong, kamu beliin daging ya, aku sakit kaki pegel berdiri terus dari tadi, aku mau nunggu kamu di sana ya." ucap Sandra sambil menunjuk bangku yang tak jauh dari tempat nya.


Karena Sandra sedang mengandung anak nya Angga hanya mengangguk dan langsung pergi mencari daging permintaan istrinya.


meski sebenarnya Angga merasa aneh dengan sikap gugup Sandra yang tidak biasnya.


"Argh, gara-gara Angga aku jadi kehilangan jejak mereka kan." dengkus kesal Sandra.


Saat akan berjalan mendekati bangku tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama nya, membuat Sandra berbalik melihat ke belakang.


"Gibran!" kaget Sandra.


Dia melihat ke semua sisi, mencari keberadaan Hana, dan saat melihat tidak ada Hana membuat Sandra senang bukan main.


"Aku tau Gib, kamu nggak akan pernah lupain aku karena aku lebih cantik dari istri kamu." batin Sandra.


Sandra semakin percaya diri, apalagi untuk apa coba Gibran memanggil nya.


dia yakin Gibran pasti terpesona kembali pada nya, dan mungkin berniat untuk meninggalkan Hana.


"Apa kabar, lama nggak ketemu kamu___" ucap Sandra basa basi, dan harus terhenti karena Gibran menyela ucapan nya.


"Berhenti menganggu kehidupan aku jika kamu masih mau hidup nyaman." ucap Gibran terdengar santai namun mencekam.


Membuat Sandra menelan ludahnya kasar, sampai akhirnya tiba-tiba datanglah sosok Hana yang langsung memeluk Gibran dari belakang bahkan tak tanggung-tanggung Hana mencium tangan Gibran di depan mata Sandra.


"Dia milikku, jangan mencoba untuk menjadi pelakor lagi." kata Hana sinis.


"Kamu!"


"Apa? mau nampar? emang ada sejarah nya pelakor nampar istri sah? nggak malu udah tua masih aja ganjen sama suami orang?." lanjut Hana pedas.


Membuat Sandra mengepalkan tangan nya, kesal dan marah tentu nya dengan ucapan Hana yang beracun itu.


"Udah kepala tiga kan? mending sekarang fokus aja sama kandungan yang ke empat, fokus sama keluarga yang sedang di jalani, ngapian tergoda sama yang udah jadi mantan? katanya ninggalin ko sekarang kaya mau datang lagi sih." lanjut Hana semakin pedas.


"Sayang sudah." ucap Gibran.


Hana mengangguk sambil tersenyum semanis mungkin, lalu melirik Sandra yang terdiam tak mampu menjawab ucapan pedas nya.


"Aku cuman mau saran ya Bu, menikah itu ibadah yang sangat besar, dan pernikahan itu bukan permainan lebih baik ibu perbankan rumah tangga yang sudah ibu bangun tiga tahun itu, aku yakin Angga pasti akan menjadi suami terbaik untuk ibu."


Dan setelah mengatakan itu Hana pergi bersama sang suami, meninggalkan Sandra yang terdiam seolah sedang merenung ucapan Hana padanya.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Aku nulis ulang soalnya ke hapus part yang tadi🤧, mungkin alurnya beda dari dari yang tadi.


jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2