SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Sate madura


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Pulang kerja Bagas langsung mendapatkan tingkah menyebalkan ibu hamil, dimana Hana kakak iparnya itu meminta untuk di belikan sate madura.


"Sate biasa aja kak, sate madura kan jarang." kata Bagas.


"Mana ada gitu, banyak yang jual di jalan X no 79 ada kok." balas Hana keukeuh.


Dan saat Bagas share di pencarian ternyata memang benar adanya, dan bahkan jalan beserta no ruko nya pun ada, memang ya kalau sudah menghadapi keinginan ibu hamil harus ekstra sabar.


Tapi yang manjadi masalah adalah jalan X no 79 itu sangat jauh, butuh satu jam untuk perjalanan nya, dan bukan hanya itu saja belum lagi nunggu lampu merah, dan banyak lagi drama lain nya harus dia lewati.


"Berapa tusuk?" akhirnya Bagas memilih mengalah.


Hana melirik suami nya yang duduk di sopa, lalu melirik Freya.


"Kalian mau nggak?" tanya Hana pada keduanya.


Gibran mengangguk, dan begitupun dengan Freya yang juga ikut mengangguk kecil.


"50 aja lah, biar nggak tanggung lagian kamu juga mau, biar kalian kebagian masing-masing 10 tusuk terus aku sisa nya 20 tusuk." ucap Hana lagi.


Bagas mengangguk, dia langsung memakai jaket nya kembali, lalu keluar dari rumah kakak nya, Freya yang bingung harus sendirian itu memilih ikut bersama Bagas.


Hana tidak melarang, toh dia senang Bagas da Freya semakin akrab, dan dia berharap kedua nya segera menemukan titik terang untuk hubungan nya.


"Mereka cocok ya." kata Hana yang kini mendudukkan bokong nya di samping sang suami.


"Siapa?" tanya Gibran yang fokus pada ponselnya.


"Bagas sama Freya." balas Hana lagi.


"Oh." singkat jelas dan padat.


Membuat Hana mengambil ponselnya, dan Gibran yang melihat itu mengerutkan keningnya bingung apalagi melihat istrinya yang seperti marah.


"Kenapa lagi? aku salah ya?" tanya Gibran.


"Kamu fokus terus sama ponsel, nyebelin." kesal Hana sambil menaruh ponsel suaminya di meja.


Gibran tidak berniat mengambil ponselnya lagi, dia memilih untuk menarik pinggang istrinya agar lebih rapat dengan nya, dan membiarkan Hana untuk bersandar di dada nya.


"Jengukin anak kita yuk." ajak Gibran sambil mengusap kepala istrinya.


Hana menatap suaminya lalu menggelengkan kepalanya.


"Males ahk, kemarin kan udah." balas Hana masih kesal.

__ADS_1


"Tiap hari di jenguk anak kita suka sayang." kata Gibran sambil mengecup kening istrinya berkali-kali.


"Apaan, kamu nya aja kali yang mesum naf*uan." lanjut Hana sambil mengerucutkan bibirnya sebal.


Membuat Gibran terkekeh pelan, tangan nya terulur untuk mengusap perut buncit istrinya, lalu dia tersenyum saat di rasa perut istrinya yang semakin besar.


"Sayang.."


"Hemm"


"Kamu masih sering ketemu tuan Robert nggak?" tanya Hana.


Membuat Gibran kaget, ia langsung menyudahi acara mengusap perut istrinya, dan memasang wajah galak nya yang penuh curiga.


"Kamu ngapain nanyain dia." mode cemburu mulai keluar.


Gibran tau jika Robert pernah menyukai istrinya, bahkan pernah memiliki niatan untuk mengambil Hana dari pelukan nya.


Dan melihat mode cemburu suaminya Hana yang melihat itu langsung tersenyum, dan menusuk-nusuk pipi suaminya dengan jari nya.


"Cie ngambek, aku kan cuman tanya doang sayang, nggak lebih." jelas Hana dengan wajah gemas, dan mencubit pipi suaminya.


"Aku nggak suka kamu nanyain pria lain." Gibran masih ngambek.


Karena untuk nya Hana hanya milik nya, dan apapun yang bersangkutan dengan istrinya hanya tentang cinta nya, kehidupan bersama keluarga kecil nya.


"Iya iya, aku nggak nanya lagi deh." Hana memilih mengurungkan niat kepo nya.


Jika di lanjutkan mungkin masalah kecil ini akan berkepanjangan, dan Hana malas membahas hal yang tidak penting, lagi pula Hana teringat Robert karena dia kepo dengan kehidupan pria itu.


Apa pria itu sudah menikah atau belum, atau mungkin jika masih bisa bersilaturahmi Hana ingin menjodohkan Robert dengan wanita yang di ceritakan Freya tadi, yaitu Anasya.


Hana yakin wanita malang yang pernah ingin menjadi pengganti nya itu memiliki kehidupan yang sulit, apalagi yang Hana tau Bagas menggagalkan niatnya untuk menjadi nyonya Gibran, dan Hana yakin mungkin sekarang nasib Anasya sedang terombang-ambing.


"Robert sudah menikah." Gibran akhirnya mengatakan nya.


Mendengar itu Hana kaget, pasalnya dia tidak mendengar kabar apa-apa lagi setelah pertemuan di restoran itu.


"Siapa wanita baik yang bisa membuat pria seperti Robert mau menikah?" tanya Hana.


Sebelum nya Hana mengetahui tentang Robert dari suaminya, Robert adalah pria kesepian yang suka merebut, contohnya seperti Sandra, setelah Sandra bercerai dalam usia mengandung anak Robert pria itu tiba-tiba pergi ke luar negeri, dan tidak menikahi Sandra yang kini sudah menikahi Angga, mantan suaminya Hana.


"Aku tidak tau, tapi kalau nggak salah nama nya Anasya, dan sekarang mereka sedang menanti kelahiran anak nya, tapi Robert lumpuh karena sebelumnya dia sempat mengalami kecelakaan." jelas Gibran lagi.


Beberapa hari lalu Gibran bertemu dengan teman lama nya itu, ada rasa kesal saat melihat wajah pria yang menghancurkan masa depan adiknya, tapi mau gimana lagi Gibran pun tidak bisa menghakimi Robert karena sejatinya Robert hanya salah satu pria yang menggauli adiknya.


"Anasya? apa dia cantik?" tanya Hana, nama itu sangat pas dengan nama wanita yang pernah hampir menjadi duri di pernikahan nya.


"Nggak, dia jelek." balas Gibran.

__ADS_1


"Sayang aku serius ihk." kesal Hana.


"Aku juga serius, dia jelek hanya kamu yang paling cantik." balas Gibran lagi.


Membuat Hana tersenyum hambar, tidak bisa berkata-kata, suaminya ini memang pandai membuat nya tersenyum malu, padahal kan Hana sedang serius.


"Hanya kamu yang paling cantik dan seksi dan__" ucap Gibran terhenti karena melihat pintu yang terbuka.


Freya dan Bagas datang, Hana dan Gibran yang melihat kedatangan keduanya alih-alih membenarkan posisinya malah terlihat santai dengan posisi yang sama seperti sebelumnya.


"Kok nggak lama?" tanya Hana.


"Tadi ada yang jual, enak banget lagi.." bukan Bagas tapi Freya yang menjawab nya.


Hana hanya manggut-manggut, dan Bagas pergi ke dapur untuk mengambil piring, setelah itu mereka duduk di teras yang beralaskan karpet bergambar buah-buahan, Hana mulai makan begitupun dengan yang lain nya.


"Enak banget." gumam Hana.


"Tentu saja, aku sendiri yang ngipas nya." balas Bagas.


"Aku yang bantu balikin sate nya biar nggak gosong." timpal Freya.


"Terus si mang tukang sate nya ngapain?" tanya Hana kepo.


Bagas dan Freya saling melirik lalu tersenyum enteng.


"Si mang nya di suruh pegangin ponsel, kita kan lagi bikin YouTube berdua tentang aktivitas anak kosan, ya itung-itung bikin konten aja sih." balas Bagas di angguki Freya.


Hana dan Gibran yang mendengar nya hanya mangut-mangut paham,


sampai akhirnya..


"Kalau udah berduaan terus langsung halalin aja Gas, nggak baik berdua terus yang ketiga nya setan loh." celetuk Hana sambil makan.


"Iya yang kakak ipar mu omongin bener, kalian harus punya status, nggak baik berduaan terus lagian kalian sudah dewasa seharusnya sudah punya rencana untuk ke jenjang yang lebih serius." timpal Gibran.


Untuk pertama kalinya seorang Gibran ikut mengomentari hubungan orang lain.


dan Hana yang mendengar itu langsung memberikan acungan dua jempol pada suaminya.


"Dengerin, bukan di lihatin doang." kata Hana lagi.


"Iya." sahut Bagas dan Freya bersamaan.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗

__ADS_1


__ADS_2