
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah pulang belanja bulanan karena merasa lapar pasangan suami istri yang saling bucin itu mampir ke salah satu cafe untuk makan.
"Aku ke kamar mandi dulu ya." kata Hana.
"Jangan lama ya." sahut Gibran.
Hana mengangguk sambil tersenyum.
"Tunggu ya sayang." lanjut Hana pergi ke arah toilet.
Sambil menunggu makanan nya datang Gibran memilih memainkan ponselnya.
sedangkan Hana yang sedang di kamar mandi nampak terlihat lega setelah melepaskan rasa Ingin pipisnya.
"Lega nya." gumam Hana.
Saat mencuci tangan nya tiba-tiba Hana mendengar suara yang tidak asing di luar toilet, yang membuat dia langsung keluar dari toilet dengan tangan yang basah.
Dan saat membuka pintu ternyata pendengaran Hana tidak salah, dia melihat Robert yang tersenyum ke arah nya.
senyuman yang terlihat akrab namun mengerikan di mata Hana.
"Kamu!" ucap Hana dingin.
"Kita bertemu lagi nona." sahut Robert ramah.
"Ya, aku seperti nya hari ini hari yang sial untuk ku." lanjut Hana lagi.
Bagaimana tidak, tadi di pusat perbelanjaan dia bertemu dengan Sandra yang seolah menjadi penguntit untuk nya, dan sekarang di cafe dia bertemu dengan Robert, pria yang menjadi pasangan perselingkuhan Sandra di masa lalu.
Robert tersenyum mendengar ucapan Hana.
alih-alih merasa tersinggung dengan ucapan Hana Robert malah sebaliknya.
dia semakin menyukai wanita galak seperti Hana yang menantang untuk di dekati.
"Pertemuan ketiga aku akan mendengar nama mu dari bibir mu sendiri nona." kata Robert sambil tersenyum.
"Apa kah itu tuntutan?." tanya Hana.
Robert menaikan sebelah alisnya ke atas dan tersenyum.
__ADS_1
"Anggap saja itu sebuah keharusan, tapi aku benar-benar ingin mendengar nama mu dari bibirmu." lanjut Robert tidak tau malu.
Membuat Hana tersenyum kecut, jika Robert berpikir Hana adalah wanita yang mudah berpaling dari satu pria ke pria lain nya pria itu salah besar.
Dia adalah orang yang pernah di khianati, dan tau bagiamana rasanya di buang setalah habis madu, jadi apa mungkin Hana akan tergoda dengan Robert pria yang jelas-jelas sudah memiliki sejuta kesalahan pada suaminya.
"Seperti nya kamu terlalu percaya diri tuan, aku sama sekali tidak tertarik untuk bertemu dengan mu yang ketiga ke empat atau pun seterusnya." kata Hana.
"Kenapa?." tanya Robert.
"Tentu saja karena aku sudah menikah." sahut Hana lagi.
"Kita bisa berselingkuh, aku akan menunggu sampai kamu siap." balas Robert semakin tidak tau malu.
Hana menggelengkan kepalanya, sekali lagi dia binggung kenapa ada orang yang tidak tau malu seperti Robert, sudah tau di tolak masih saja mengharap lebih.
Seperti nya akan mudah untuk membuat pria itu sadar diri jika tidak semua hal bisa dia gapai dengan cara merebut.
"Aku kaya, bahkan lebih kaya dari suami mu nona." lanjut Robert yang membuat Hana membuka mulutnya lebar-lebar.
Tidak percaya jika pria di depan nya akan seberani ini untuk mencoba menganggu rumah tangga nya, benar-benar pria yang sudah kehilangan urat malu.
"Maaf, tapi aku lebih memilih suami ku dari pada uang, harta bisa di cari tapi cinta sejati dan kebahagiaan menjalani rumah tangga tidak bisa di miliki setiap pasangan." sahut Hana sambil tersenyum. "Aku mencintai suami ku, baik miskin sekalipun semuanya tidak akan berubah." lanjut Hana.
Jawaban yang membuat Robert tertegun karena untuk pertama kalinya ada seorang wanita yang menolak nya.
"Seorang Robert kalah dengan Gibran?"
Robert benar-benar masih belum percaya dengan jawaban Hana untuk nya itu.
"Mas Gibran bilang kalian bersahabat, kamu selalu iri pada Mas Gibran karena kamu kurang perhatian dari orang tua mu, tapi yang seharusnya kamu tau adalah kamu bukan satu-satunya orang yang kurang kasih sayang orang tua, tapi Mas Gibran juga sama, dan kamu juga pasti tau kecelakaan yang membuat mata nya buta itu karena siapa, kamu tidak lupa bukan dengan perselingkuhan mu dulu?."
"Dia di tusuk ibu nya sendiri, dan apa yang kamu lakukan sebagai sahabat nya? kamu mengambil istrinya, dan sekarang setelah sekian lamanya kamu menghilang kamu mau kembali mengusik kehidupan mas Gibran? apa aku boleh bertanya sama kamu bagaimana perasaan kamu setelah menghancurkan kehidupan orang lain? apakah senang? atau mungkin kamu memang suka melihat orang lain menderita?."
Hana berbicara panjang kali lebar, membuat Robert semakin tersudut kan, selain kata-kata Hana yang semuanya itu benar tapi Hana juga berbicara dengan bibir yang sangat pedas sampai ke hati.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun Robert pergi begitu saja, membuat Hana kesal setengah mati.
Dia bahkan belum bisa menghajar habis pria yang sudah berani membuat suaminya terluka itu.
"Hey jangan pergi!" teriak Hana.
Membuat Robert berbalik melihat Hana, dan melihat itu Hana tidak tinggal diam dia langsung berjalan mendekati Robert lalu..
Plakkkk !!
__ADS_1
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Robert, tapi alih-alih marah Robert malah nampak biasa saja dan diam.
"Itu untuk sifat iri dengki mu, setiap manusia itu pasti punya kekurangan dan kelebihan nya, dan aku rasa kamu kelebihan sifat jelek maka dari itu nggak suka liat orang bahagia." kata Hana.
Bukkkk !!
Kali ini tinjuan di perut Robert.
"Ini untuk perselingkuhan, kamu tau aku benci perselingkuhan dan ini perwakilan dari mas Gibran." lanjut Hana lagi.
Dan saat akan melayangkan bogeman ke tiga nya tiba-tiba Hana menurunkan tangan nya, lalu menjabat tangan Robert.
Membuat Robert menatap Hana dengan wajah bingung, tapi dia juga membalas jabatan tangan Hana.
"Aku juga pernah melakukan kesalahan, dan aku rasa semua orang berhak memiliki kesempatan kedua, dan aku harap kamu bisa memanfaatkan sisa kehidupan mu untuk membuat hidup yang lebih berwarna seperti pelangi bukan dengan kegelapan, sana pergi." kata terakhir Hana lalu berjalan pergi ke tempat meja suaminya.
Hana yakin suaminya sudah menunggu nya dari lama, dan tentu saja itu membuat Hana khawatir takut suaminya pulang meninggalkan nya.
Robert memegang pipinya yang terasa nyeri, untuk pertama kalinya dia di tolak, di tampar, di pukul, lalu di ceramahi oleh seorang wanita, wanita yang pemberani.
"Sampai kapan kau akan bersembunyi!" ucap Robert.
Membuat sosok yang sedang bersembunyi itu langsung keluar dari tempat persembunyiannya.
dia tak lain adalah Gibran, pria yang sudah menikahi wanita pemberani seperti Hana.
"Kau menang."
"Dan kau kalah."
"Ya, dia wanita pertama yang menampar ku, sekali lagi kau lebih beruntung dari ku."
"Maka dari itu stop untuk menganggu kehidupan ku."
"Ya, aku akan berhenti, kau puas!"
"Tidak, sebelum kau mendapatkan karma."
Membuat Robert melihat Gibran, dia tersenyum kecut, karena karma sudah lama datang padanya.
"Anak ku mati di tangan ibu nya sendiri, itu karma terburuk ku."
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️