SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Membuat kue


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Apa harus seperti ini? berikan saja tetangga mu uang kompensasi nya 3x lipat, dan semuanya selesai." kata Robert yang kesekian kalinya.


Robert aneh melihat Anasya, kenapa juga istrinya itu malah teringat akan pesanan kue nya, dan yang lebih aneh nya lagi kini dapur baru nya harus penuh dengan alat-alat masakan yang entah apa nama nya, Robert tidak tau.


Tadi Anasya tiba-tiba teringat akan pesanan kue tetangga nya, dan merengek meminta barang-barang di kontrakan nya untuk di pindahkan agar dia bisa membuat kue pesanan nya di rumah baru nya.


"Nggak bisa, ini ituh pesanan pelanggan aku, lagian aku baru punya pelanggan dikit kalau aku nggak serius nanti pelanggan nya lari, dan yang lebih penting itu janji aku buat bikinin kue enak buat ibu-ibu arisan, aku nggak bisa ngecewain mereka." balas Anasya.


Membuat Robert yang mendengarnya hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.


Apa istri nya itu lupa jika suaminya itu kaya?.


Benar-benar tidak bisa di percaya.


"Sudahlah, jika kamu mau bantu ya bantu, tapi kalau enggak ya jangan." kata Anasya lagi.


"Berapa jam semuanya selesai?" tanya Robert.


Anasya terdiam nampak berpikir.


"Biasnya sih kalau mulai jam 4 pagi, ya paling selesai nya jam 9 siang, tapi kalau sekarang kan udah 4 sore ya paling selesai nya jam 7 malam mungkin kan pesanan nya nggak banyak." balas Anasya lagi.


7 malam? itu sangat lama, dan apa istrinya tidak cape jika membuat nya sendirian?.


"Mbak!!" teriak Robert.


"Jangan teriak-teriak, pelan-pelan nada bicaranya." kata Anasya lagi, mengingat kan.


Robert kikuk, kebiasaan nya yang buruk itu kembali keluar lagi.


"Maaf, nanti pelan-pelan nya saat __" ucap Robert terhenti karena melihat bibi pembantu yang tiba-tiba mendekat ke arahnya.


"Iya Tuan." bibi pembantu menunduk saat mendekati kedua majikan nya.


"Bantu istri saya membuat kue, kalau perlu suruh penjaga yang jaga di depan buat bantuin bikin kue." perintah Robert tegas.


"Sekarang tuan?" tanya Bibi pembantu.


"Menurut mu!" balasan singkat namun mencekam.


Membuat Anasya menggelengkan kepalanya, memang susah membuang sikap tegas nya suaminya, ahk sudahlah yang penting Robert tidak jahat lagi, itupun sudah cukup untuk nya.


Beberapa saat berlalu..


Bibi pembantu datang dengan empat bodyguard yang jaga di depan, Robert melihat wajah garang dan tubuh tegap milik ke empat pria di depan nya itu.


"Bantu istriku buat kue." kata Robert tidak mau di bantah.

__ADS_1


"Baik tuan." balas ke empat nya kompak.


Anasya yang melihat pria-pria berbadan besar yang melihat nya itu hanya bisa menghela nafas nya panjang.


"Bapak-bapak ikutin saya ya, bibi tolong isi panci besar buat kukus nya." ucap Anasya.


Melihat ke empat bodyguard nya yang menatap sang istri membuat Robert yang menjadi penonton langsung melotot.


"Apa yang kalian lakukan!" kata Robert penuh penekanan.


"Membuat kue tuan." jawaban serempak ke empat nya.


"Maksud ku kenapa kalian menatap istri ku!" kesal Robert.


"Kami tidak___" ucap salah satu bodyguard terhenti.


"Apapun alasannya kalian tidak boleh melihat istri ku, awas saja jika kalian berani menatap nyonya Robert akan ku pastikan kalian tidak akan aku naikan gaji nya." ancam Robert.


Huh..


Lagi dan lagi Anasya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengarkan setiap ocehan suaminya, yang tidak mau membantu tapi terus rempong ala mertua rese yang lagi melantik calon menantu nya.


Beberapa jam berlalu..


Acara membuat kue sudah selsai, Anasya dan Robert langsung masuk kamar karena keduanya sudah lelah.


"Apa kamu mau mandi?" tanya Robert.


"Apa kamu juga mau mandi?" tanya balik Anasya.


"Iya, aku mandi.. tapi kaki ku_" ucap Robert terhenti.


Anasya yang paham langsung mendekat dan dengan sabar memapah suaminya berjalan masuk ke kamar mandi.


"Terakhir kita mandi bersama adalah tiga Minggu yang lalu." ucap Robert yang kini duduk di pinggir bathub.


"Iya, dan saat itu kamu masih rese." balas Anasya sambil mengisi air bathub lalu melepaskan kerudung nya dan pakaian nya satu persatu.


"Masih tetap sama." gumam Robert sambil tersenyum.


Anasya tidak menjawab, dia mendekati suaminya dengan rambut panjang nya yang terurai ke bawah, memberikan beberapa tetes sabun aroma terapi ke dalam air bathub.


"Kita akan mandi bersama." kata Anasya sambil melepaskan satu persatu pakaian yang menempel di tubuh suaminya.


Setelah itu membantu Robert untuk berendam di bathub, setelah Robert terlihat rileks saat itulah Anasya turun dan ikut bergabung di bathub bersama suaminya.


"Masih ada waktu untuk bersantai, aku akan memeluk mu beberapa saat." ucap Anasya sambil memeluk suaminya.


Robert yang semula menutup matanya langsung membuka matanya dan menatap wanita yang kini nampak tersenyum dan nyaman memeluk tubuh nya.


Senyuman terukir di wajah pria tampan itu, Anasya memeluknya dengan penuh sayang dan itu membuat Robert semakin senang karena merasa cinta nya akan terbalaskan.

__ADS_1


"Aku mencintaimu." bisik Robert di telinga Anasya.


Anasya tersenyum di saat mata nya yang masih terpejam, dia tidak menjawab tapi hatinya sangat tersentuh dengan kata cinta sederhana itu.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Robert dan Anasya langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur karena kelelahan.


Seperti yang terjadi di kamar mandi, Anasya masih memeluk Robert dan di balas dengan pelukan oleh Robert.


"Bagaimana perasaan mu?" tanya Robert.


"Sama seperti mu." balas Anasya.


"Senang?" Robert menaikan sebelah alisnya ke atas.


"Lebih dari itu." balas Anasya lagi, membuat Robert tersenyum.


Anggap lah sekarang dirinya orang yang paling bahagia di dunia.


tapi hanya untuk satu kebahagiaan ini Robert melepaskan ego nya yang gila dan memilih menjadi suami dan ayah yang baik untuk anak dan istrinya nanti.


"Besok kita cek kandungan ya." kata Robert.


"Sebulan yang lalu kan udah." balas Anasya.


Robert mengeratkan pelukannya, lalu mencium punggung putih istri nya yang memakai pakaian tidur yang di belinya.


"Itu kan dulu, sekarang beda lagi aku juga mau melihat perkembangan anak kita." jelas Robert.


Anasya membalikan tubuhnya dan menghadap suami nya, lalu mendaratkan ciuman di bibir suaminya.


"Terserah kamu saja, apapun itu jika untuk kebaikan bayi kita aku setuju." balas Anasya masih menempelkan bibirnya di bibir suaminya.


Melihat perlakuan Anasya Robert tersenyum menyeringai, dia tau dari gelagat istrinya yang terus seperti ingin menggoda nya itu menyimpan na*su yang terselubung.


Hemphh..


"Kau yang meminta nya kan." Robert tersenyum.


"Kamu juga mau." balas Anasya tidak terima.


Robert menarik pinggang istrinya agar lebih rapat.


"Dan kamu yang lebih menginginkan nya." balas Robert lagi.


Dan terjadilah..


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗

__ADS_1


__ADS_2