SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Bertemu Angga. #2


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah sampai di tempat tujuan Hana memberikan kode pada suaminya untuk duluan, Hana ingin ke toilet dulu karena dia merasa ingin pipis.


Di toilet Hana menatap pantulan wajahnya di depan nya, hari ini dia akan kembali bertemu dengan Angga.


Dan Hana harap pertemuan ini tidak membuat perselisihan antar bisnis suaminya.


"Aku harus bisa membuat Angga mau ke makam Yura, aku harus." gumam Hana sambil membasahi tangan nya.


Janji nya masih belum Hana tepati karena waktu terkahir bertemu dengan Angga Hana harus di usir oleh Sandra, istrinya Angga.


Tapi untuk sekarang Hana akan memastikan jika Angga akan menemui putrinya, gadis kecilnya itu pasti sudah menunggu Papa nya, Hana tau itu.


Hana berjalan mendekati meja yang di tempati suaminya, dan di saat bersamaan juga mata Angga melihat ke arah Hana.


wajahnya terlihat kaget karena Hana tiba-tiba duduk di kursi yang di siapkan untuk sekertaris klien nya.


"Maaf saya telat, tuan." ucap Hana sopan.


"Tidak apa, Han." suara yang terdengar sangat akrab di telinga Gibran.


Membuat Gibran menyipitkan ekor mata nya ke arah Angga, lain hal nya dengan Angga yang masih melihat ke arah Hana, Membuat Hana risih dan tidak nyaman.


"Kenalkan tuan Angga, dia istriku." ucap Gibran dengan lantang.


"Ahk iya, tuan benar dia mantan istriku." balas Angga tidak begitu fokus.


Membuat Hana melotot kaget karena ini pertama kalinya Angga mau mengakui nya sebagai mantan istrinya, meski sebenarnya Hana merasa geli mendengar nya.


Tapi sedetik kemudian Angga langsung tersadar dan langsung melihat ke arah Gibran dan Hana bersamaan.


"Kalian suami istri?" tanya Angga. "Maksud saya apa anda dan Sekertaris anda adalah pasangan suami Istri?." ulang Angga.


"Apa harus saya mengatakan nya? bukankah tujuan kita ke tempat ini adalah untuk bisnis?." Gibran menaikan sebelah alisnya ke atas.


Angga gelagapan, dia masih belum bisa percaya jika Hana sudah menikah.


karena yang dia tau beberapa bulan lalu Hana masih menjadi sekertaris nya bahkan hampir saja menjadi mangsa klien nya.


"Iya, tuan tujuan saya adalah untuk menawarkan kerja sama, tuan bisa membaca nya." Angga memberi kode pada sekertaris nya untuk memberikan surat pengajuan kerjasama nya.


Gibran mengambil nya lalu membaca nya, sebenarnya perusahaan yang di pimpin oleh Angga cukup meyakinkan.


tapi mendengar rumor yang beredar jika Angga selalu mendapatkan apa yang dia mau dengan menjual wanita membuat nya menjadi ragu.


Apalagi di tambah dengan masalah pribadinya, baik masalah dirinya ataupun Hana.


entah bagaimana takdir membuat Angga mantan suaminya Hana menikahi Sandra mantan Istrinya.


"Jaga kesopanan anda tuan, wanita yang sedang anda tatap itu adalah istri saya." kata Gibran dingin.


"Maaf tuan, tapi saya hany___" ucap Angga terhenti.

__ADS_1


"Hanya ingin memandang nya, jujur saja rumor yang beredar membuat saya ragu, dan sekarang di tambah sikap anda yang tidak sopan membuat saya semakin meraragu kan kinerja perusahaan anda, tuan Angga." sengaja menekan nama tuan Angga.


"Kenapa saya berpikir jika anda meragukan perusahaan karena masalah pribadi tuan, apakah karena Sandra." Angga menaikan sebelah alisnya ke atas.


Angga sudah tau sejak lama kalau pria di depan nya itu adalah mantan suami nya Sandra, sekaligus pria yang mencampakkan Sandra di saat hamil besar.


Lain hal nya dengan Hana yang belum tau asal muasal Sandra yang pernah menikahi suaminya.


yang Hana tau mantan istri Gibran itu pergi ke luar negri dengan Robert, tapi sekarang?


pria yang menikahi Sandra ternyata adalah mantan suaminya sendiri.


"Dunia benar-benar sempit." batin Hana.


"Tidak ada larangan untuk tidak berpikiran bodoh, tapi setidaknya dengan begini saya jadi tau seperti apa watak pemilik perusahaan X, terimakasih untuk waktu yang anda luangkan, tuan Angga." balas Gibran sambil tersenyum kecut.


Membuat Angga geram dan langsung berdiri, tapi saat akan mendekati Gibran Hana langsung pasang badan dan menghadang Angga.


"Jangan melakukan hal di luar batas Angga." kata Hana tegas.


"Kamu membela nya?." tanya Angga.


"Tentu saja, dia suamiku dan aku mencintai nya." jawab Hana semakin tegas.


Angga tersenyum mendengar kata cinta, dulu Hana juga begitu terlalu mencintai nya dan sampai akhirnya dia datang dengan kebencian nya.


"Awas!" kata Angga lagi.


"Diam di tempat mu Angga, sadari dirimu siapa dan jaga batasan mu, kamu harus tau posisi Angga." kata Hana. "Luluhkan dirimu dan pergilah ke makam Yura, dia menunggu kamu." lanjut Hana.


"Anak mu?."


"Dia anak mu juga, dia butuh kedatangan Papa nya, jangan biarkan dia terus merasakan menjadi anak yang tidak di harapkan, dia anak mu kamu papa nya."


Gibran ingin pergi karena dia tidak mau melihat Hana yang sedang bicara dengan Angga.


jujur saja dia cemburu melihat Hana yang mencoba menyadarkan Angga.


"Jangan pergi, tunggu aku.. kita pulang bersama." kata Hana memegang tangan Gibran agar tetap menemaninya.


Angga melihat wajah keseriusan Hana, hal itu membuat kemarahan dan ego nya melemah dan langsung mundur.


"Terlepas dari kamu yang tidak pernah menginginkan nya, Yura tetap putri mu, aku mohon penuhi mimpi nya untuk bisa bertemu dengan mu." lanjut Hana.


Saat Hana akan pulang tiba-tiba Angga mengeluarkan suaranya.


"Dimana?." tanya Angga suara nya melemah.


Hana tersenyum.


"Di kota B, pemakaman di jalan X, kamu bisa menanyakan salah satu tukang bersih-bersih di sana, dia yang akan menunjukkan nya." kata Hana lebih bersemangat.


Dan Gibran melihat betapa bersemangat nya Hana, membuat ego nya juga melemah dan membiarkan Hana untuk berbicara sebentar lagi dengan Angga.


"Hana, terimakasih." ucap Angga.

__ADS_1


"Lepaskan semua nya, panggil dia putriku, dia pasti senang, titipkan salam ku." balas Hana.


"Kamu tidak ikut?." tanya Angga.


"Kamu saja, aku akan mengunjungi nya dalam waktu dekat." melirik Gibran yang memegang tangan nya, "Bersama suami ku." lanjut Hana lalu pergi meninggalkan Angga.


Di dalam mobil Gibran terus memeluk sang istri, membuat Hana yang di peluk merasa kebingungan dengan sifat manja suaminya yang tiba-tiba.


"Apakah kamu masih cemburu sayang?." tanya Hana.


Gibran menggelengkan kepalanya, wajahnya dengan sengaja dia tenggelamkan di dada sang istri.


"Aku mau bayi." kata Gibran.


"Aku juga." balas Hana sambil mengusap kepala suaminya.


Tapi tiba-tiba..


Awww !


Gibran mengigit kemeja pas bagian dada nya.


"Jangan berisik, nanti supir dengar." bisik Gibran.


Hana mengigit bibirnya saat suaminya kembali melakukan nya, supir layaknya pria buta yang mau tak mau harus melihat lurus dan mengabaikan suara pasangan panas di belakangnya.


"Aku juga mau ketemu Yura."


"Kita akan kesana bersama."


"Benarkah?."


"Tentu, aku juga akan mengenalkan mu pada ibu dan bapak." lanjut Hana lagi.


"Juga adik mu?."


Hana mengangguk.


"Tidak akan ada kebohongan lagi di antara kita."


"Sandra, aku belum me__" ucap Gibran terhenti.


"Jangan sebutkan nama orang di masa lalu, aku sudah tau semuanya di hari ini, biarkan mantan kita bahagia sendiri, dan sekarang yang paling terpenting adalah kebahagiaan kita." jelas Hana.


"Terimakasih."


Hana terkekeh lalu memeluk suaminya.


"Sama-sama, suami."


"Istri oh istri di mana kamu." batin supir.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2