
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hana yang baru sampai di rumah langsung masuk, tapi baru beberapa langkah dia di kagetkan dengan suara tepuk tangan di dari dua wanita berbeda usia yang ada di depan nya.
"Wah lihatlah ibu, wanita yang telah mengatai ku gadis nakal ternyata dia juga suka berpergian di malam hari." Arselia berkata dengan wajah mengejek ke arah Hana.
Ibu Lisna melirik ke arah Hana dengan wajah sinis nya.
"Entah apa yang di lakukan seorang wanita yang sudah bersuami di luar rumah." Bu Lisna ikut menimpali.
"Ibu ini gimana sih, tentu saja wanita yang sudah bersuami sering keluar malam itu ya pasti ada main lah di belakang." lanjut Arselia sambil tersenyum sinis.
Hana menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan nya dengan perlahan.
dia sudah menduga akan hal ini, ya sepanjang perjalanan pulang nya Hana sudah membayangkan betapa berisik nya ibu mertua dan adik iparnya saat dia pulang nanti.
Dan itu menjadi kenyataan, lihatlah wajah dua wanita yang tidak menyukai keberadaan nya itu.
seolah Hana adalah wanita yang memang tidak di harapkan hadir dia tengah-tengah keluarga itu.
"Apa kalian sudah selsai menyudutkan aku?." tanya Hana santai.
Membuat Arselia melotot tajam dan melirik ibu nya.
"Dia benar-benar wanita tidak tau malu Bu." Arselia geram.
"Kamu benar Arselia, entah apa yang akan kak Gibran lakukan jika dia tau kalau istri kesayangan nya itu pulang malam-malam seperti ini." balas ibu Lisna.
Hana menarik sebelah alisnya ke atas, lalu tersenyum.
"Tenang saja, suami ku sudah tau kok lagian udah ijin loh Bu, jadi ibu dan kamu Arselia ngak usah susah-susah ngurusin aku, lebih baik kalian pikirin caranya buat minta maaf pada suamiku karena kalian sudah diam-diam masuk kamar aku." kata Hana sambil tersenyum di paksakan.
"Jadi kamu bilang kami maling Hah!" ibu Lisna bertanya.
Hana mengedikan bahu nya ke atas.
"Aku ngak nyebut ya, tapi pada dasarnya sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga." balas Hana.
"Kamu!" Tangan Arselia melayang ke atas.
Tapi saat akan di tampar kan ke pipi Hana tiba-tiba tangan Arselia di tahan oleh seseorang.
"Kakak!" Arselia melotot kaget.
Gibran menepis tangan Arselia lalu menatap dingin ke arah adik dan ibu nya.
"Dimana kesopanan mu Arselia, Hana adalah istriku dan juga kakak ipar mu!" kata Gibran lagi.
"Tapi kak__" ucap Arselia terhenti karena Gibran menyela ucapan nya.
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian, kamu harus harus mendengarkan apa yang kakak katakan atau kakak ngak akan memberikan bulanan untuk kamu lagi" kata Gibran sambil menatap dingin adik nya. lalu melirik ibu nya.
"Dan untuk ibu aku mohon biarkan aku hidup dengan nyaman, itupun jika ibu masih menganggap aku anak dan ibu menginginkan hidup mewah." lanjut Gibran lalu menarik tangan Hana untuk mengikuti nya.
Arselia dan Ibu Lisna saling menatap lalu secara bersamaan kedua replek mengepalkan tangan nya.
"Ibu aku membenci nya sangat!" ucap Arselia.
"Kamu pikir hanya kamu saja yang membenci mereka, ibu juga." kata ibu Lisna.
"Lalu kita harus apa Bu?." tanya Arselia.
Ibu Lisna terdiam sebentar, sampai akhirnya dia melihat putri nya.
"Robert." ucap nya tiba-tiba teringat akan sosok pria yang menjadi kekasih sang putri.
Seketika Arselia terdiam dan langsung kikuk bingung harus menjawab apa.
karena sebenarnya antara Robert dan dirinya sudah selesai dan tidak ada hubungannya lagi.
"Telpon dia dan katakan kita harus membuat rencana lain lagi." kata ibu Lisna lagi.
Hah?.
"Kamu kenapa?." tanya Ibu Lisna.
Arselia menggeleng kepalanya.
Di dalam kamar Gibran melirik Hana yang tertidur di samping nya, Hana yang baru pulang beberapa saat yang lalu, langsung tertidur bahkan sebelum Gibran bertanya apa-apa.
Sebenarnya Gibran kesal pada istrinya yang pulang di larut malam, lebih tepatnya kecewa karena Hana yang tidak mau jujur jika dirinya telah bertemu adik nya.
Ya Gibran sudah mengetahui tentang fakta jika Hana memiliki seorang adik perempuan, jauh sebelum dia menikah dengan Hana.
karena saat dia menikahi Hana Gibran juga penasaran dengan kehidupan Hana sebelum nya, termasuk keluarga nya.
"Dia terlihat nyenyak, Istriku pasti sangat senang karena bertemu adik nya." gumam Gibran.
Tangan nya terulur untuk mengusap kepala sang istri, Gibran ikut merebahkan tubuhnya dan melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.
"Jangan bohong lagi, aku tidak suka." bisik nya pelan lalu ikut memejamkan mata nya.
Di sebuah Apertemen mewah nampak seorang pria yang kini baru masuk ke dalam Apartemen milik nya.
wanita yang ada di dalam apartemen itu langsung mendekati sosok pria yang baru masuk itu.
Seperti biasnya wanita itu membukakan sepatu, kos kaki, jas dan yang lain nya.
sampai akhirnya di bagian melepas dasi wanita itu tak sengaja menginjak kaki pria itu membuat si pria meringis sakit.
"Sialannnn!" ucap pria itu marah.
__ADS_1
"Maafkan saya tuan, maafkan saya." kata wanita itu yang tidak lain adalah Anasya.
Anasya memang terbebas dari rumah jeratan dosa itu, tapi dia juga berkahir di kandang buaya.
mungkin takdir memang tidak berpihak padanya dan enggan memberikan nya kebahagiaan meski sedikit saja.
Plakk !!
"Ampun tuan." ringis Anasya sambil mencoba memeluk kaki Robert.
Ya, Robert adalah pria yang membeli nya sekaligus mengurung nya di apartemen ini, Robert memang mengeluarkan nya dari jeratan Mami di rumah dosa, tapi semuanya jelas tidak cuma-cuma karena sekarang Anasya harus hidup di bawah kaki seorang pria yang telah menodai nya berkali-kali itu.
Menjadi pemuas na*su, pembantu, dan juga wanita yang tidak ada harga dirinya yang harus melakukan hal gila di depan seorang pria kejam seperti Robert.
"Tuan, maafkan saya.." ulang Anasya meminta maaf.
Bug..
Anasya yang di tendang Robert langsung membentur sopa, dan dengan tidak berperasaan nya Robert malah menjambak rambut nya Anasya.
"Cepat siapkan air hangat, dan ganti baju itu dengan lingerie baru." kata Robert sambil melepaskan jambakkan nya.
Anasya langsung berjalan cepat ke arah kamar dengan air mata di wajah nya, di kamar mandi Anasya menangis sambil mengisi bathub dengan air hangat.
"Kenapa?." hanya kata itu yang lagi-lagi keluar dari bibir nya yang menangis dengan sedikit getaran di tubuhnya itu.
Baru saja Anasya ingin mengeluh tiba-tiba terdengar suara di kamar, membuat Anasya kaget dan langsung menghapus air mata nya.
"Cepat pake lingerie nya atau aku akan membuat mu tidak nyenyak tidur malam ini." teriak Robert.
"I-iya tuan." Anasya keluar dari kamar mandi, dan langsung di hadapkan dengan wajah marah Robert.
Srekk..
Baju yang di pakai Anasya sobek kerena di tarik oleh Robert.
membuat Anasya semakin kaget, tubuhnya bergetar hebat tapi Robert tanpa perasaan nya kembali menarik Anasya ke kamar mandi.
Jeritan kecil terdengar di kamar mandi yang tertutup itu, lagi dan lagi Anasya merasakan hidup nya yang kejam.
di bawah Kungkungan pria jahat itu Anasya hanya berharap satu, jika dia ingin terlepas dari semua ini.
Tapi lagi-lagi saat pikiran itu ada Robert membisikan sesuatu di telinga nya.
"Mati sama saja dengan membunuh keluarga mu." bisik Robert yang membuat Anasya hanya bisa pasrah.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1