SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Pernikahan


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Manusia adalah tempat nya kesalahan, dan kesempurnaan hanya milik Tuhan jadi Anasya merasa tidak baik untuk dirinya merasa dirinya yang paling benar dan menyalahkan semuanya pada Robert.


Terlepas dari semua yang Robert lakukan padanya semua itu adalah karena Robert merasa jika dirinyalah yang membeli nya, dan semua itu tidak akan terjadi jika Anasya tidak tergoda dengan uang yang di pakai melunasi hutang kedua orang tuanya.


SAH !!


Meski hanya acara yang sederhana dan mendadak akhirnya Anasya dan Robert sudah halal, keduanya mengucapkan janji suci nya di hadapan bebarapa saksi, dan sekarang status keduanya pun sudah berbeda, dari rekan ranjang menjadi suami istri.


Sebenarnya Robert ingin pernikahan yang mewah, tapi saat melihat Anasya yang sekarang yang teduh membuat Robert tidak mau menunda nya lagi, lebih cepat lebih baik.


"Apa kau senang?" tanya Robert.


Anasya hanya mengangguk kecil sebagai jawaban nya.


dia tidak pandai berekspresi lebih dari senyuman kecil.


Kini keduanya ada di kamar kontrakan Anasya, Robert ingin membawa Anasya pulang, ke rumah nya tapi dia juga tidak bisa memaksa nya, menunggu persetujuan istrinya dulu.


"Aku ingin membawa mu pulang, apa kamu mau?" tanya Robert berbicara dengan penuh ke hati-hatian.


Anasya melirik Robert yang tengah menatapnya.


"Apa kita akan pulang ke Apartemen mu?" tanya balik Anasya.


Jika harus pulang kembali ke Apartemen nya Anasya tidak mau, banyak sekali moment mengerikan di Apartemen itu, entah itu siksaan ataupun hal gila yang sering ia lakukan dengan penuh pemaksaan itu.


Anasya benar-benar tidak mau kembali ke Apartemen Robert lagi, terlalu pedih rasanya jika dia kembali ke tempat dimana masa lalu nya yang buruk itu mungkin akan berkeliaran.


Robert menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan itu, tangan nya terulur untuk mengusap pelan perut Anasya yang sedikit membuncit itu.


"Kita akan pulang ke rumah baru, rumah yang akan menjadi awal dari kehidupan pernikahan kita." jelas Robert yang membuat Anasya tersenyum bahagia.


"Terimakasih." kata Anasya lagi, dia senang karena tidak kembali ke Apartemen yang penuh kenangan buruk nya.


Robert tersenyum, dia yakin Anasya pasti memiliki kenangan buruk di Apartemen nya, dan Robert tidak mau Anasya kembali mengingat kenangan buruk itu.


Dia ingin membuat kenangan baru di rumah baru nya, dan dia akan mendapatkan nya bersama Anasya, dan calon anak nya nanti.

__ADS_1


"Apapun untuk mu." kata Robert sambil mengusap pipi Anasya.


Anasya menatap Robert, lalu tersenyum.


"Aku mau mengikuti setiap langkah dan kemana pun kamu pergi, dimana ada kamu dan di situlah ada aku, istrimu." balas Anasya lalu masuk ke pelukan Robert.


Jantung Robert berdetak kencang saat Anasya ada di pelukan nya, senyuman di bibirnya itu membuktikan jika dia benar-benar bahagia untuk nikmat Tuhan yang sekarang dia rasakan.


Cup..


"Aku mencintaimu." kata Robert sambil mengecup singkat pipi Anasya.


Anasya tersenyum di pelukan Robert.


"Aku juga akan mencintai mu." balas Anasya lalu mencium singkat bibir Robert.


Meskipun dia memiliki masa lalu yang buruk setidaknya Anasya memiliki satu hal yang indah, dimana pria pertama yang mendapatkan mahkota kehormatan nya itu adalah Robert, pria yang sekarang menjadi suaminya.


Setelah mendapatkan persetujuan Anasya Robert pun membawa Anasya pergi, kini keduanya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah baru nya.


Anasya yang mengantuk itu tanpa sadar tertidur di jok tengah, Robert yang duduk di samping istrinya itu tersenyum melihat Anasya yang tidur dengan lelapnya.


"Tidurlah sayang, setelah ini aku berjanji hanya ada cinta dan kebahagiaan di dalam kehidupan kita, terimakasih telah menerima ku kembali." gumam Robert, lalu memberikan kecupan singkat di rambut istrinya.


melihat Anasya Yanga terlelap rasanya Robert tidak mau membangunkan nya, tapi saat melihat dirinya Robert menghembuskan nafas nya kasar.


Andai saja kaki nya sudah sembuh mungkin Robert akan bisa memangku tubuh kecil Anasya, tapi keadaan nya sekarang kaki Robert masih dalam tahap pengobatan, dia masih memerlukan beberapa proses pengobatan sebelum akhirnya dia bisa kembali berjalan dengan lancar.


"Sayang.." panggil Robert sambil mengusap pelan pipi Istri nya.


Perlahan Anasya membuka matanya, beberapa menit dia mengerejapkan matanya sampai akhirnya kesadaran Anasya mulai terkumpul.


"Aku ketiduran, maaf." Anasya membenarkan posisi nya.


Keduanya keluar, sebelum berjalan Robert membenarkan kerudung istrinya, membuat Anasya yang di perlakuan seperti itu terdiam untuk beberapa detik dan menatap Robert.


"Sudah cantik, ayo." Robert mengulurkan tangannya, malu-malu Anasya menerima uluran tangan itu lalu keduanya berjalan bersama.


"Apa kamu suka?" tanya Robert.


Anasya mengangguk kecil.

__ADS_1


"Rumah nya bagus, aku suka." balas Anasya sambil menatap sekeliling rumah nya itu dengan wajah kagum.


"Apa ini mahal?" tanya Anasya.


Robert menjawab dengan gelengan kepalanya.


"Tidak mahal sama sekali, yang mahal untuk ku adalah kamu, dan dia." mengusap perut Anasya yang kini mulai membuncit.


Sekali lagi Anasya tersenyum untuk sikap manis Robert padanya.


senang tentu saja karena inilah yang dia harapkan, mendapatkan suami yang baik dan perhatian pada nya, dan anaknya nanti.


Keduanya berjalan bersamaan masuk ke dalam rumah nya, sekali lagi Anasya tersenyum melihat rumah baru nya yang sangat besar dan megah itu.


"Kamar kita ada di lantai atas, tapi untuk sekarang aku memilih kamar ini untuk kita agar kamu tidak kecapean." jelas Robert.


"Terimakasih." kata Anasya tidak bisa berkata-kata, ternyata setelah kepergian nya tiga Minggu banyak sekali perubahan Robert yang baru dia lihat.


"Jangan berterimakasih terus, aku masih punya banyak rencana untuk mu, dan untuk bayi kita" balas Robert lagi.


Keduanya masuk ke dalam kamar, dan saat melihat almari Anasya kembali kaget saat melihat banyak nya pakaian wanita yang seukuran dengan dirinya.


Robert seolah sudah mempersiapkan semuanya dari jauh-jauh hari, dan yang membuat Anasya kaget adalah semua pakaian yang ada di almari itu adalah barang baru yang masih memiliki nota harga di bagian pinggir-pinggir nya.


"Ini terlalu berlebihan, astaga." Anasya kaget saat melihat berapa banyak uang yang di keluarkan Robert hanya untuk membuatnya nyaman tinggal bersamanya.


"Ini bahkan masih belum seberapa, aku kan sudah bilang kalau masih banyak kejutan lain nya." kata Robert.


Anasya mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan Robert, sampai akhirnya Anasya di buat kaget saat Robert memencet tombol di remote dan almari nya itu berubah menjadi sebuah ruangan ganti yang cukup luas.


"Astaga ini pemborosan." otak miskin Anasya merasa sayang pada uang yang di habiskan Robert untuk membeli semua barang-barang di depan nya.


Tas branded, sepatu, pakaian mahal dari mulai gaun-gaun malam, aksesoris mahal dan banyak lagi barang-barang berharga jutaan yang Anasya lihat di ruangan ganti itu.


Tapi hanya satu hal yang membuat jiwa hematnya minder, yaitu semua barang-barang yang ada di ruangan ganti itu berjumlah puluhan, bukan hanya satu dua ataupun tiga.


"Kau tidak boleh boros, astaga kasihan sekali uang yang kau buang untuk membeli ini." gumam Anasya sambil menggelengkan kepalanya.


"Suamimu kaya, kita bisa membeli apapun, tenang saja." suara Robert terdengar penuh percaya diri, membuat Anasya yang mendengarnya mengembungkan pipi nya sebal.


________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2