SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Pernikahan Arr.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kepulangan Arr membawa dua fakta mengejutkan untuk adiknya, Jenn.


kakaknya yang menginap di rumah seorang pria, dan kakaknya yang akan menikah besok.


"Kakak serius?" sekali lagi Jenn bertanya.


Dan Arr yang baru pulang beberapa menita yang lalu itu kembali mengangguk lagi.


"Ngapain kakak bohong." lagi-lagi jawaban nya sama.


Singkat padat dan jelas, begitulah Arr.


dan tentu jawaban itu masih tetap membuat Jenn semakin penasaran.


"Kakak akan ke luar dulu, kamu mau ikut?" tanya Arr.


Jenn yang duduk dengan ekspresi nya yang masih kaget itu hanya mengangguk.


"Bantu kakak untuk memilih kebaya pernikahan ya." pinta Arr.


"Jadi kakak benar-benar serius." ulang Jenn yang kesekian kalinya nya lagi.


"Kalau kakak nikah kakak akan pergi dari rumah?" lanjut Jenn bertanya.


Arr tidak menjawab, dia memberikan jaket pada adiknya, karena mungkin mereka akan pulang malam hari mengingat banyak sekali keperluan yang harus Arr lakukan.


Sebenarnya Lian sudah menawari nya bantuan, tapi Arr menolak, dia akan mempersiapkan nya sendiri lagi pula Arr rasa ini tidak akan melelahkan mengingat pernikahan yang akan dia pilih untuk menjadi moment paling bersejarah dalam seumur hidupnya itu itu hanyalah pernikahan yang sederhana.


"Kita ke pak RT dulu ya Arr, kalau yang lain nya udah di urus sama tuan Lian." kata Arr, masih mengunakan embel tuan, yang mana membuat Jenn masih menyimpan curiga.


"Kenapa harus pria itu, awas saja jika dia hanya mempermainkan kak Arr, aku adalah orang pertama yang akan membuat perhitungan dengan nya." batin Jenn yang masih menyimpan kesal pada sosok Lian, si duda arogan.


Setelah beres urusan dengan undangan pada tetangga terdekat dan RT di komplek perumahan kecilnya itu, Arr langsung pergi ke butik, tentunya untuk membeli kebaya pernikahan.


Meski pernikahan nya sederhana tapi tentunya Arr tidak ingin pernikahan nya menjadi pernikahan yang buruk, dia juga mau memakai kebaya baru yang nantinya akan dia simpan untuk kenang-kenangan di hidup nya.


"Bagaimana menurutmu Jenn?" tanya Arr.

__ADS_1


"Bagus, cocok dengan kakak." sahut Jenn jujur.


Melihat betapa semangat nya Arr dalam urusan pernikahan nya membuat Jenn berpikir jika mungkin inilah yang kakak nya inginkan.


"Ya udah kakak ambil yang ini, kamu mau yang mana biar sekalian?" tanya Arr.


Jenn melihat beberapa kebaya di dapan nya, sampai akhirnya pilihan jatuh pada kebaya yang menurutnya tidak akan ribet saat di pakai, karena bagian rok nya itu adalah bahan seperti karet yang enak di pakai.


Sedangkan di tempat lain tidak ada angin tidak ada hujan, Hana dan Gibran mendapatkan telpon yang berisi sebuah undangan pernikahan asisten suaminya.


"Dia benar-benar misterius sayang." gumam Hana menggelengkan kepalanya.


Masih tidak percaya dengan panggilan telpon Arr tadi yang mengatakan jika dia ingin meminta cuti menikah.


yang tentu saja membuat Hana penasaran siapa pria beruntung yang bisa meluluhkan wanita 33 tahun itu.


Dan ya lagi-lagi dunia nya sempit, pria beruntung dan terbilang hebat karena bisa membuat komitmen dengan Arr itu adalah Lian teman dari Bastian yang tak lain adalah suaminya Fallen, seorang CEO, sekaligus duda dari satu putra.


Bayangkan bagaimana tidak terkejut, Arr mendekatkan suami nya yang sepadan dengan dirinya, Arr yang pintar dalam dunia bisnis, mendapatkan suami yang hebat juga dalam dunia bisnis, benar-benar pernikahan yang penuh dalam keseriusan.


"Kamu benar sayang, akhirnya Arr bisa menemukan pria yang mengerti dirinya." sahut Gibran.


"Tapi kenapa mereka menikah mendadak sayang, apa jangan-jangan mereka menikah karena surat kontrak seperti surat yang kamu berikan pada ku dulu?." Hana terdiam nampak berpikir.


Membuat Gibran yang melihat itu langsung mencubit pipi sang istri dengan gemas nya.


"Kenapa harus memikirkan hal itu? bukan kah itu adalah privasi orang?" lanjut Gibran.


Hana mengangguk kecil, tapi sedetik kemudian dia menggelengkan kepalanya.


"Tapi aku penasaran." sahut Hana lagi.


Membuat Gibran gemas dan mencium bibir ranum sang istri tercinta nya.


"Mungkin saja mereka saling mencintai, cinta kan tidak bisa di tebak." balas Gibran.


"Tidak mungkin sayang, aku jelas melihat perdebatan di antara mereka saat ulang tahun Bastian, Fallen bilang mereka bertengkar hebat." jelas Hana lagi.


Gibran tidak menjawab, dia menarik Hana ke dalam dekapan nya, keduanya sedang berada di dalam kamar dengan posisi yang berbaring dan Gibran yang memeluk Hana dari belakang.


Hana mencoba melepaskan pelukan nya, tapi sayang nya Gibran sudah mengunci pergerakan Hana sehingga Hana tidak bisa bergerak dan hanya bisa pasrah.

__ADS_1


"Jangan urusi urusan orang lain, biarkan mereka menemukan kebahagiaan seperti kita, dari benci jadi cinta, bukan kah itu menyenangkan?" ucap Gibran sambil mengusap pundak Hana.


Hana membalikan tubuhnya menjadi menghadap suaminya.


"Tapi aku tidak pernah membenci mu, saat aku mengatakan jika aku mau menikahi dengan mu tanpa syarat, di situlah aku juga mengatakan jika aku telah mencintai mu." sahut Hana menatap Gibran dalam.


Yang mana hal itu membuat Gibran terkekeh pelan dan langsung mengusap pipi Hana lembut.


"Aku tau, maka dari itu aku sangat mencintaimu, jauh dari sebelum kamu mencoba merayu mantan suami mu itu." kata Gibran sambil tersenyum.


Tapi lain dengan Hana yang senyuman nya nampak pudar karena ucapan suaminya yang membawa nama mantan, Hana selalu malas jika membawa nama mantan ke dalam kehidupan baru nya.


"Istri ku merajuk?" Gibran paham raut wajah istrinya yang cemberut.


Hana tidak menjawab, dia kesal.


"Astaga, maafkan aku sayangku." kata Gibran lagi, mengecup pipi Hana berulang kali.


Tapi hal itu masih belum bisa membuat Hana tersenyum, sampai akhirnya Gibran melepaskan pelukannya dan memilih beranjak dari tempat tidur.


Dan saat itulah Hana mengeluarkan suara nya yang terdengar manja itu.


"Tuh kan kamu selalu gitu, istri kesel bukan nya di rayu malah di tinggalin." kesal Hana.


Gibran melirik istrinya, lalu menaikan sebelah alisnya ke atas.


"Lalu aku harus apa?" tanya Gibran menggoda sang istri.


Hana kesal, dia langsung menarik suaminya untuk memeluknya, lalu melingkarkan tangannya di leher suaminya.


"Jangan katakan mantan lagi, tidak ada mantan suami ataupun mantan istri, kita adalah sepasang suami istri saling mencintai, dan selebihnya cerita kita hanya berisi tentang kita dan generasi kita, bukan orang lain." kata Hana tegas, lalu mencium sang suami sampai akhirnya ciuman yang lembut itu berubah menjadi ciuman panas.


Begitulah cinta yang posesif, tanpa sadar keduanya memang sama-sama tidak menyukai jika miliknya di ambil orang lain, dan hanya cara itulah yang keduanya lakukan di saat mood keduanya sama-sama sedang tidak bagus.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Untuk Robert dan Anasya biarkan mereka sembuh dulu hatinya, lagian nunggu sebulan di novel itu kaya 4 hari dunia nyata terkecuali alur nya di percepat, tapi kan ini cerita cinta Hana dan Gibran, jadi nggak afdol kalau Hana dan Gibran nya di hilangkan.


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2