SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Takdir yang berputar.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di rumah Angga yang baru pulang jangankan di sambut oleh Sandra, wanita yang dia panggil istri itu sudah mengabaikan nya, tepatnya setelah Sandra hamil anak ketiga nya.


Anak pertamanya sudah meninggal, tepatnya Sandra sudah dua kali keguguran dan sekarang tengah mengandung anak ketiga nya.


"San aku mau bicara." ucap Angga.


Sandra yang sedang bermain ponsel itu melirik ke arah sumber suara.


"Bicara aja, aku dengerin ko." sahut Sandra fokus kembali pada ponselnya.


Angga menghela nafasnya panjang, beginilah sehari-hari nya saat di rumah.


dimana dia tidak pernah di hargai karena dulunya Angga hanya seorang OB.


"Aku besok ke kota B, kamu mau ikut." lanjut Angga.


Setelah banyak merenung Angga sudah menetapkan hatinya untuk melupakan ego nya dan meminta maaf pada Yura, putri nya.


Mungkin alasan kenapa Sandra terus mengalami keguguran adalah karena karma untuk nya, lebih tepatnya karena Angga yang mencampakkan putri kandung nya.


"Ngapain?." tanya Sandra lagi, tapi masih tidak melihat ke arah suaminya.


Dan hal itu membuat Angga meradang.


"Aku bicara sama istri aku, bukan sama tembok, lihat aku." kata Angga tegas.


Membuat Sandra langsung menutup layar ponselnya lalu melihat ke arah Angga dengan wajah malasnya.


"Kamu itu berisik ya." kesal Sandra langsung beranjak berdiri.


"Apa! kamu bilang suami kamu berisik?."


"Iya, emang nya kenapa? emang kamu berisik!"


Angga mengepalkan tangannya mendengar ucapan Sandra yang semakin berani pada nya.


usianya memang jauh lebih muda dari Sandra tapi Angga adalah suaminya.


"Mau kemana kamu, aku belum selesai bicara!" ucap Angga saat Sandra berjalan melewatinya.


Sandra menghentikan langkah nya lalu melihat ke arah Angga.


"Aku bete, buatin aku bakso setelah itu aku baru mau lihat kamu." kata Sandra lalu kembali berjalan pergi.


Melihat sikap Sandra yang semakin hari semakin tidak terkendali membuat Angga prustasi, sekarang baru dia merasakan rasa nya menjadi suami yang tidak di hargai.

__ADS_1


"Mungkin ini juga yang dulu di rasakan Hana saat menjadi istri ku, seharusnya aku dulu tidak membuat nya terluka dan juga meninggalkan nya." batin Angga.


Penyesalan memang selalu di akhir cerita, kini dia bukan hanya kehilangan hidup bahagia nya, tapi Ia juga kehilangan putri kecil yang seharusnya bisa dia jaga dan cintai sepenuhnya hatinya.


Yura, putrinya dari pernikahan nya dengan Hana, gadis baik-baik yang dia rusak karena na*su sesaat di masa remaja.


rumah tangga yang keduanya coba jalani bersama itu hanya bertahan beberapa bulan, sampai akhirnya dia tergoda dengan harta.


Meninggalkan yang tulus demi uang, bahkan sampai tidak memiliki harga diri lagi untuk menjadi simpanan wanita yang sudah bersuami hanya untuk impian nya menjadi orang sukses.


"Papa akan menemui mu nak, tunggu Papa." gumam Angga, lalu pergi ke dapur untuk membuatkan makanan yang di minta istrinya.


Sedangkan di dalam kamar Sandra nampak kesal saat melihat akun sosial media Gibran yang kini sudah sering update foto-foto seorang wanita.


Meski sudah menjadi mantan tapi Sandra masih merasa penasaran pada mantan suaminya itu.


"Aku penasaran, siapa wanita yang sekarang menjadi istri mas Gibran, pasti dia bukan wanita sembarangan mengingat orang tua mas Gibran kan matre." gumam Sandra.


Pernikahan nya selesai karena Sandra tergoda oleh sosok pria bule yang menjadi teman lama Gibran, Kesibukan Gibran yang selalu fokus pada pekerjaan nya membuat Sandra berpaling pada pria bule itu.


Selama pernikahan nya Sandra selalu kehilangan kendali, bukan selingkuh bukan karena uang tapi Sandra membutuhkan kehangatan di ranjang karena selama menikah dengan Gibran pria itu selalu sibuk dengan pekerjaan nya.


"Kenapa aku jadi menginginkan untuk bermalam dengan pria panas itu, aku serasa menginginkan nya kembali." gumam Sandra sambil mengelus perut nya.


Dia memang sedang hamil, tapi tidak ada larangan bukan untuk dirinya bisa kembali pada mantan suaminya yang panas itu.


"Astaga aku harus mencoba nya, um.. demi anak ku." lanjut Sandra sambil tersenyum.


Apapun cara nya dia akan mendapatkan apa yang dia mau, karena Sandra adalah sosok yang ambisius dan tidak kenal mengalah dengan apa yang dia inginkan.


Di rumah Hana dan Gibran yang baru selesai mandi setelah aktivitas nya diluar nampak sudah memakai piyama senada.


bisa di bilang piyama itu adalah piyama couple untuk pasangan.


"Jalan yuk." ajak Hana.


Membuat Gibran yang sedang mengeringkan rambut nya itu langsung melirik Hana.


"Kemana?." tanya Gibran.


"Kita punya motor kan?." tanya balik Hana.


"Ada di garasi, kenapa emang?." tanya Gibran lagi.


Hana yang sedang menyisir rambutnya mendekati suaminya, lalu membisikkan sesuatu di telinga suaminya.


"Boleh?." tanya Gibran.


Dan Hana mengangguk.

__ADS_1


"Ayo." kata Hana.


Motor metic yang di kendarai Hana membelah jalanan kota, malam hari yang sangat dingin tapi karena pelukan erat tentunya tidak dengan Gibran dan Hana yang saling memberikan kehangatan.


Ini pertama kalinya keduanya keluar dengan naik motor di bonceng, jika pasangan lain nya di bonceng suami nya maka berbanding terbalik dengan Hana yang malah membonceng suami nya.


"Jangan kencang-kencang." kata Gibran.


Hana terkekeh pelan karena erattan di pinggang nya semakin erat.


Hana juga baru tau kalau suaminya sabenerna takut naik motor, bahkan Gibran tidak bisa naik motor.


"Iya bawel, pegangannya yang kenceng." kata Hana menambah cepat laju berkendara nya.


Dan hal itu membuat Gibran semakin mempererat lagi pegangan di pinggang sang istri, meski sudah memakai helm tapi tetap saja Gibran masih tetap takut.


Keduanya menyempatkan untuk mampir di mini market, lalu membeli bebarapa bahan baku makanan.


seperti beras, minyak, gula, mie, telur dan beberapa cemilan lain.


Setelah melewati perjalanan yang cukup menyita waktu yaitu 25 menit akhirnya motor yang di kendarai Hana sampai di depan rumah yang sederhana tapi terlihat nyaman itu.


"Kamu siap?." tanya Gibran.


"Siap dong." kata Hana sambil tersenyum.


Keduanya sedang ada di depan rumah Hana, mertuanya Gibran.


bisikan yang Hana ucapkan di telinga nya tadi adalah ajakan ke rumah mertuanya.


"Tolong bawain satu kresek ya, biar yang dua lagi aku aja." kata Hana.


Tapi Gibran malah membawa ketiga nya karena dia tidak mau membuat istrinya kesakitan, karena jujur saja barang belanjaan nya berat-berat.


Hana berjalan lebih dulu ke teras rumah nya, tangan nya terasa ragu untuk mengetuk pintu rumah nya, bukan apa-apa karena Hana sudah tujuh tahun tidak pulang ke rumah nya.


Tok..tok..


Hana mengetuk pintu rumah nya.


Ceklek..


Pintu terbuka..


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2