SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Akhir bahagia.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Pagi yang menegangkan pun tiba, dimana Hana kembali merasakan kontraksi yang lebih dahsyat lagi yang kali ini tidak bisa membuat nya menjadi bar-bar lagi.


Ini memang pernah di rasakan oleh Hana sebelumnya karena melahirkan bukan hal pertama yang Hana pernah rasakan, ini adalah kehamilan keduanya dan kesan kedua kalinya untuk nya merasakan proses melahirkan.


"Sayang kamu kuat.." tak henti-henti nya Gibran menciumi pipi dan kening istrinya.


Berharap dengan ciuman nya Hana bisa tidak lebih kesakitan, tapi bukan Hana jika dia tidak bar-bar di sela rasa sakit nya.


Tangan Hana menarik tangan suaminya, dia mengigit pelan lengan suaminya, lalu menatap suaminya.


"Sakit nggak?" tanya Hana dengan polos nya.


Gibran menggelengkan kepalanya, lalu mengusap kepala sang istri yang penuh dengan keringat itu.


"Gigit sesuka mu, berbagilah rasa sakit mu agar aku bisa selalu mengingat nya." kata Gibran.


Meleleh Hana di buat nya, alih-alih mengigit lagi Hana malah menarik kerah baju suaminya dan mencium pipi suaminya berkali-kali.


Dan apa yang di lakukan Hana di lihat para suster, membuat para suster yang bertugas menjaga itu membalikan tubuh nya karena jiwa jomblo nya meronta-ronta.


"Vitamin biar nggak terlalu sakit." Hana berucap sambil mencubit gemas hidung suaminya.


"Nakal kamu." Gibran menjawab nya sambil mengecup singkat bibir istrinya.


Kembali teralihkan lagi rasa sakit nya, membuat suster yang bertugas itu hanya geleng-geleng kepala karena melihat tingkah ibu hamil di depan nya yang sangat aneh itu.


Sebentar-sebentar menjerit sakit, dan kini malah doyan di cium, benar-benar rasa cinta yang memabukkan, entah lebay tapi inilah realita cinta yang sesungguhnya.


Sampai tiba waktunya untuk Hana masuk ke ruangan persalinan.


"Kamu masuk?" tanya Hana, dia melihat Gibran yang sedang mendorong brankar yang di tiduri nya.


Gibran mengangguk cepat.


"Tentu saja, aku akan menemani mu, kita berjuang sama-sama di ruang persalinan." balas Gibran.


Yang membuat Hana tidak bisa berkata-kata dengan wajah yang berkaca-kaca, terharu rasanya karena ini adalah moment yang sangat di nanti-nanti dari dulu.


Dulu di saat usia nya yang baru 16 tahun Hana hamil dan melahirkan sendirian, tanpa dampingan suaminya, ataupun orang terdekat nya, pengalaman hidup sendiri itu membuat Hana menjadi sedih, apalagi jika putar balik ke masa sekarang, Hana seperti menjadi wanita yang paling beruntung di dunia.


"Sayang kamu menangis?" Gibran kaget, dia mengusap air mata di sudut mata sang istri tercinta.


"Aku bahagia." kata Hana sambil terisak.


Gibran memeluk istrinya, membiarkan Hana mencium harum tubuhnya dan dada nya, sampai akhirnya Hana mendongkak kan wajahnya menatap suaminya.


"Parfum baru?" tanya Hana.


Astaga!!

__ADS_1


Di saat detik-detik haru istri nya masih ngeh saja dengan harum baru yang ada di tubuh suaminya, membuat Gibran gemas saja.


"Iya, ini parfum yang kamu beliin waktu di bandara Swiss." balas Gibran.


Hana mengangguk, lalu brankar nya masuk ke ruangan persalinan, di dalam ruangan persalinan Hana yang di temani suami saling berpegangan tangan satu sama lain.


Doa-doa tak kalah Gibran ucapkan dalam detik-detik di mana dokter memberikan kode untuk memulai nya.


"Tarik nafas buang, lakukan itu ya Bu." ucap Dokter wanita memberikan arahan.


Gibran tidak mengijinkan dokter pria yang membantu persalinan nya, tentu saja karena dia tidak mau ada yang melihat aurat istrinya selain dirinya seorang, katakan lah dia egois tapi untuk apa ada dokter kandungan wanita jika dokter laki-laki yang membantu persalinan.


Tarik nafas buang.. tarik nafas buang perlahan..


AAAAAA !!


Hana dengan sekuat tenaga nya menggerem mencoba melakukan sekuat tenaga nya, dan ini adalah kedua kalinya Hana melahirkan dengan cara normal.


"Masih belum terlihat, ibu nya semangat coba dorong lagi Bu." dokter kembali memberikan arahan lagi.


Gibran yang mendengar itu langsung menciumi wajah sang istri, alih-alih risih dengan suaminya Hana malah merasa mendapatkan semangat yang penuh ekstra, dia kembali menggerem lagi.


AAAAAA !!


"Dorong Bu..iya Bu sedikit lagi !!"


"Bismillah sayang, semangat!" kata Gibran menciumi tangan nya.


Oekkk oekkk.. !!


Suara bayi terdengar jelas di telinga Hana dan Gibran, Hana yang mendengar itu langsung menghela nafasnya lega.


"Alhamdulillah.." ucap Hana pelan.


Cup..


Cup..


"Terimakasih sayang, terimakasih." kata Gibran sambil menangis haru.


Akhirnya dia menjadi Ayah di usianya yang 36 tahun itu, tdiak menyangka dan tidak percaya karena ini benar-benar terasa seperti mimpi.


Hana mengusap lengan suaminya, lalu tersenyum.


"Sama-sama, anak kita mana?" tanya Hana sambil melihat ke sekeliling.


Dan saat itu juga keluar suster yang datang mendekati nya.


"Selamat Bu, pak.. bayi nya perempuan, dan berat nya 3,2 ya Bu." ucap Suster sambil mengalihkan gendongan bayi nya pada Gibran.


Untuk pertama kalinya akhirnya Gibran bisa merasakan menggendong bayi, dan mata nya berkaca-kaca saat melihat bayi perempuan mungil yang kini ada di dalam gendongan nya itu.


oekkk oekkk..!!

__ADS_1


Bayi kecil itu mengeliat sambil menangis, Gibran yang mendengar tangis sang putri pun langsung memberikan bayi nya untuk di simpan di dada sang istri, karena bayi akan merasa nyaman saat berada di dekat ibu nya.


Dan benar saja, bayi cantik itu berhenti menangis setelah di pelukan sang Mama, membuat Gibran tersenyum karena ikatan batin seorang ibu dan anak memang benar adanya.


"Hallo anak Mama." Hana menatap sendu bayi mungil yang kini tengah mengeliat di dada nya itu.


"Dia cantik seperti Mama nya." kata Gibran sambil tersenyum.


"Tentu saja, kalau mirip bapak nya yang ada ngeri, kan bapak nya ganteng." sahut Hana sambil melihat sang putri kecil.


Karena masih di ruangan persalinan Hana dan bayi nya harus terpisahkan dulu.


kembali ke ruangan VIP, Hana yang kini sudah di pindahkan nampak terlihat lebih segeran di bandingkan beberapa jam yang lalu.


Rasa sakit setelah melahirkan masih ada, hanya saja semaunya terasa terbayarkan setelah melihat bayi nya lahir dengan sehat.


kebahagian nya kembali datang pada nya, Hana benar-benar bahagia.


"Mau makan sekarang sayang?" tanya Hana.


Gibran menggelengkan kepalanya.


"Nanti saja, kamu aja yang makan kan kamu yang habis berjuang." kata Gibran sambil tersenyum.


"Kita kan berjuang bersama, ayo makan sama-sama." balas Hana.


Tidak menolak, Gibran melakukannya keduanya makan bersama-sama, dengan telaten Hana makan di suapi suaminya, begitupun dengan Gibran yang balas di suapi sang istri tercinta.


"Bagiamana dengan nama putri kita?" tanya Hana.


"Aku punya nama cantik." balas Gibran.


"Apa?" tanya Hana.


Mereka memang masih belum menemukan nama yang cocok untuk putri nya, tapi sekarang Gibran sudah punya nama yang cantik untuk bayi cantik nya.


"Ayuna Nafisa"


"Nama yang indah, aku suka."


"Yura, doain Mama ya sayang semoga Mama bisa menjadi Mama yang lebih baik, menjadi Mama untuk kamu dan Ayuna."


"Ibu, cucu Ibu sudah lahir, namanya Ayuna Nafisa, seperti namanya yang cantik wajah nya juga cantik dan juga anggun, doakan aku Bu semoga aku bisa menjadi Ayah dan suami yang baik untuk anak dan istri ku."



Ayuna Nafisa


TAMAT


Kenapa Tamat karena ceritanya sudah selesai sampai Hana memiliki Baby, tapi tenang saja aku akan kasih beberapa part tentang keseharian Hana dan Gibran mengurus Baby, juga cerita Arr dan Anasya yang melahirkan di ekstra part selanjutnya.


Makasih untuk yang selalu setia dengan cerita Hana dan Gibran 🤗

__ADS_1


__ADS_2