SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Kehidupan baru Anasya.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Seminggu setelah kepergian Anasya, Robert sangat bersemangat untuk sembuh, dia ingin mencari keberadaan Anasya, tapi meski begitu Robert menepati janji nya untuk tidak meminta bantuan siapapun.


Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri jika dia akan menemukan Anasya dengan cara nya sendiri, dan tentu cara pertamanya untuk bisa segera menemukan Anasya adalah belajar berjalan lagi.


"Seperti nya belajar berjalan hari ini sudah dulu tuan, besok akan di lanjut lagi." ucap pelatih.


"Tidak, kau akan di sini sampai aku bisa berjalan lagi." tegas Robert.


"Tapi tuan__" ucap pelatih itu terhenti karena Robert menatapnya tajam.


"Akan ku bayar kau 3 kali lipat." kata Robert


Yang membuat pelatih itu membulat kan matanya lalu tersenyum.


"Baik, latihan nya akan di tambah beberapa jam lagi." ucap pelatih nya sambil tersenyum, membayangkan uang yang akan dia dapat tentu nya pelatih itu senang bukan main.


"Dimana pun kalian berada sekarang aku mohon tunggulah aku, Anasya dan kau anak ku, tunggu Ayah mu yang lemah ini." batin Robert sambil kembali berlatih berjalan.


Dan saat Robert mencoba melangkah dengan di bantu alat-alat pelatihan tiba-tiba dia terjatuh, membuat Robert meringis pelan.


"Tuan apa tidak apa?" tanya pelatih itu membantu Robert berdiri.


Robert menggelengkan kepalanya.


"Teruskan kembali, aku harus segera sembuh, kekasih dan anak ku sedang menunggu ku." kata Robert kembali bersemangat untuk bisa berjalan lagi.


Dia pernah kehilangan calon bayi nya karena keegoisan kekasihnya dulu, yaitu Sandra.


dan Robert tidak mau kehilangan calon anaknya lagi, karena selama ini yang Robert inginkan adalah seorang bayi


Tapi untuk Robert yang sekarang dia tidak hanya ingin seorang keturunan untuk melengkapi kehidupan nya, dia juga menginginkan pendamping hidup yang akan membantu nya menjadi seseorang yang lebih baik, dan pilihan nya tetap sama, hatinya sudah di curi oleh wanita yang tiga bulan ini menemani hidup nya.


Sedangkan di tempat lain nampak Anasya yang sedang sibuk dengan beberapa kue hasil buatan tangan nya.


Anasya mendapatkan uang dari hasil mengumpulkan uang belanjaan nya saat tinggal bersama Robert.


Dan dengan modal yang seadanya Anasya membuat usaha kecil-kecilan dengan berdagang kue keliling, dia yakin tidak ada usaha yang mengkhianati hasilnya.


"Kita akan menunggu dia berubah nak, jadi selagi menunggu kita harus bisa mencoba hidup nyaman ini." ucap Anasya sambil mengusap perut nya yang sedikit membuncit itu.


Anasya memang memberikan kesempatan untuk Robert, tapi tidak semudah yang mungkin di bayangkan orang.


Anasya ingin Robert berubah dan menjemput nya dengan Robert yang baru.

__ADS_1


Melupakan ego nya yang sangat membenci Robert, Anasya akan menerima Robert jika pria itu menginginkan nya tentunya dengan sikap Robert yang baik, bukan Robert yang kasar seperti dulu, dia ingin Robert berusaha sendiri dan maka dari itu Anasya memberikan kesempatan pada Robert dengan satu syarat yaitu Robert harus bisa menemukan nya dengan cara nya sendiri bukan dari bantuan orang lain.


"Akhirnya selesai juga." ucap Anasya mengelap sisa keringat di kening nya, lalu beranjak berdiri setelah selesai membuat beberapa kue kukus itu.


Anasya berjalan ke arah kamar nya, di kontrakan sepetak ini lah dia akan memulai kehidupan baru nya, entah sampai kapan dia pun tidak tau, tapi Anasya yakin jika suatu saat takdir akan berubah dan memberikan ia sedikit kebahagiaan yang belum dia dapatkan.


Karena akan berdagang keliling sekitar rumah nya Anasya pun memilih mandi dulu, dan saat masuk ke kamar mandi nya Anasya melihat air keran yang di bawah nya ada ember dan juga gayung.


Akhirnya hidup nya kembali ke masa lalu, yaitu hidup sederhana dan tidak memiliki apa-apa.


Anasya tidak pulang ke rumah nya karena dia tidak mau memperlihatkan kehidupan malang nya pada keluarganya nya.


"Tidak apa sayang, setidaknya saat ini Bunda memiliki mu." ucap Anasya sambil membuka pakaian nya.


Setelah beberapa menit akhir nya Anasya keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian nya yang sudah tertutup.


Anasya yang merasa tubuhnya kotor itu menetapkan hatinya untuk menutup aurat nya, dia benar-benar ingin menjadi wanita yang baik, apalagi sebentar lagi dia akan memiliki anak yang harus dia bimbing kejalan yang benar agar tidak salah langkah.


Anasya merapihkan satu persatu dagangan nya ke tampah yang sudah di lapisi dengan daun pisang, dagangan nya beraneka macam, diantara nya gorengan, lapis legit, kue kue basah dan banyak lagi yang lain nya.



Selain ke tampah nya Anasya juga membawa sebagian dagangan nya ke jinjingan, meski akan sangat melelahkan tapi Anasya percaya jika dia bisa menjalani hidup nya dengan cara nya sendiri.


"Bismillah semoga dagang hari ini berkah." gumam Anasya sambil berdiri, lalu berangkat berdagang mengitari area kontrakan nya sampai ke jalanan pinggiran pun jika masih ada sisa dagangan nya Anasya akan pergi.


Jika lelah berhenti dan setelah itu kembali berjalan dengan harapan barang dagangan nya akan laku habis, itulah yang Anasya lakukan sekarang.


"Mbak beli kue basah nya." teriak seorang gadis remaja.


Membuat Anasya yang ada di dekat kontrakan itu langsung berjalan mendekat.


"Mau ambil yang mana mbak?" tanya Anasya ramah.


"Ini, ini.. dan itu.. ahk ini juga mau, Bagas pasti suka." ucap gadis itu yang tak lain adalah Freya.


Mendengar nama Bagas Anasya sedikit kaget, nama itu pernah ada dalam rasa ketakutan nya, dimana pria itu hampir saja membuat nya kehilangan milik nya jika saja semuanya tidak berhenti saat di detik terakhir.


"Mbak?" Freya melambaikan tangan nya ke arah penjual kue itu, Freya menjadi langganan di awal Anasya berdagang.


"Ehk iya, semuanya 15 ribu mbak." kata Anasya tersadar dari lamunan nya.


Freya mengangguk, dia langsung memberikan uang 20 ribu pada Anasya, dan Anasya menerima nya.


"Kembalian nya cuman ada tiga ribu kak, gimana?" ucap Anasya sambil melihat uang yang terkumpul memang baru mendapatkan 43 ribu.


Freya melihat dagangan nya lagi, lalu mengambil dua kue basah lagi.

__ADS_1


"Jadi pas ya Mbak." kata Freya langsung berdiri.


"Iya Mbak, makasih." ucap Anasya.


Dan Freya mengangguk kecil.


"Semoga laris ya Mbak." balas Freya lagi.


"Amin Mbak, kalau begitu saya permisi mau lanjut keliling lagi." Anasya pargi dengan senyuman nya.


Freya menatap kepergian Anasya dengan wajah prihatin.


"Kasihan si Mbak, padahal cantik kenapa mau ya dagang kue keliling." gumam Freya.


"Kue yang kemarin ya Frey?" ucap Bagas tiba-tiba berdiri di belakang Freya.


Membuat Freya kaget, tapi dia mengangguk.


"Dia itu lagi hamil, pas awal dia dagang ke sini sempet pusing dikit dan aku kasih obat itu loh Gas, kasihan ya dia padahal cantik kok ada ya pria kaya gitu." Freya merasa kasihan pada Anasya.


Bagas yang mendengar itu mencomot kue basah itu, lalu memakan nya habis.


"Enak Frey." kata Bagas sambil mengambil kue nya lagi.


"Iya, tapi aku masih kasihan sama penjual nya Gas." kata Freya lagi.


"Kalau kasihan kenapa nggak borong." celetuk Bagas kembali mencomot kue nya.


Freya melirik Bagas lalu mengelengkan kepalanya.


"Ya nggak gitu juga konsep nya Gas, maksud aku tuh gini kenapa ada pria jahat sama istrinya padahal istrinya lagi ngandung anak mereka seharusnya pria itu bisa bertanggung jawab kan Gas, tapi ini malah sebaliknya, kalau aku nikah terus pria nya jahat aku akan tonjok sampai bonyok dia." Freya malah berapi-api membayangkan jika dia di posisi Anasya.


Membuat Bagas yang melihat nya terkekeh geli, lalu mencubit pelan pipi Freya.


"Udah jangan nikah aja, ngapain nikah kalau nggak saling cinta." kata Bagas sambil tersenyum.


Yang mana hal itu membuat Freya mengerucutkan bibirnya sebal.


"Nggak gitu juga konsep nya Bagas!" kesal Freya.


Tapi Bagas malah masuk ke kontrakan nya dengan membawa semua kue yang di beli nya.


________


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2