
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Sayang, aku mohon."
"Berhenti menangis karena aku sudah tidak perduli pada mu lagi."
Arselia tersentak kaget mendengar ucapan Robert yang seolah membuang nya itu.
Semudah itukah Robert melupakan cinta mereka yang indah itu?.
"Tapi aku mencintaimu." ucap Arselia lagi.
Robert tersenyum mendengar kata cinta dari gadis bodoh seperti Arselia.
tau apa gadis bah kencur yang masih 18 tahun itu tentang cinta.
Bahkan dirinya yang 35 tahun pun masih belum mengenal cinta yang sesungguhnya, dan sekarang Arselia yang seorang gadis bau kencur di sudah membicarakan cinta, omong kosong yang sangat menyebalkan.
"Aku bersungguh-sungguh menyukai mu." memeluk Robert dari belakang.
"Lepaskan." teriak Robert.
"Tidak mau, kamu tidak bisa mencampakkan aku begitu saja." tegas Arselia lagi.
Membuat Robert geram dan langsung menepis tangan Arselia dan menjauhkan tubuh gadis itu dari tubuhnya.
"Jangan kan untuk mencampakkan mu, bahkan untuk membunuh mu saja aku bisa melakukan nya tanpa penyesalan sedikit pun." kata Robert tersenyum kecut ke arah Arselia.
Arselia kembali kaget dengan Robert yang jahat itu, dia tidak menyangka jika pria yang menjadi cinta pertama nya itu memiliki sikap kejam seperti ini.
Ini bukan Robert kekasih nya yang manis dan baik, yang selalu membelikan apapun yang Arselia inginkan, Robert sudah berubah menjadi pria yang menyeramkan.
"Berhenti menganggu ku jika kau masih ingin hidup nyaman." lanjut Robert ingin pergi meninggalkan Arselia.
Dia merasa waktu nya terbuang sia-sia karena harus menemui Arselia, gadis matre yang sebelumnya dia manfaatkan untuk mencari informasi tentang perusahaan Gibran.
Dan tentunya untuk kehilangan Arselia bukan lah hal yang merugikan untuk Robert, dia memang tidak pernah suka dengan sikap bodoh Arselia.
"Aku bisa membantu mu mendapatkan Hana." ucap Arselia tiba-tiba.
Yang mana hal itu membuat langkah Robert terhenti.
"Apa maksud mu?." tanya Robert tanpa enggan membalikan tubuhnya.
Arselia menarik nafasnya, jika Robert tidak bisa dia miliki, setidaknya dia harus mendapatkan bayaran yang setimpal dengan apa yang telah dia lakukan untuk beberapa bulan ini.
Dan itu bisa dia dapatkan dari Robert, selain uang dia juga bisa menyingkirkan Hana dari kehidupan Kakak nya, dengan begitu hanya dirinyalah yang akan menjadi pemilik harta kakak nya.
"Kamu menyukai kakak ipar ku kan?." tanya Arselia.
Tapi Robert hanya diam seolah enggan menjawabnya.
"Aku bisa membantu mu untuk mendapatkan Hana, tapi tentunya semua itu ada harga nya." lanjut Arselia sambil tersenyum menyeringai.
Membuat Robert ingin tertawa, bagiamana tidak tadi Arselia mengatakan jika dia mencintai nya, dan sekarang gadis itu meminta imbalan akan sesuatu hal yang bahkan belum terlihat hasil nya.
Tanpa mengatakan apapun Robert berjalan pergi meninggalkan Arselia, gadis matre yang gila uang yang tidak berpikir dulu untuk mencari untung dengan nya.
__ADS_1
"Dasar bodoh, tanpa bantuan mu sekalipun aku bisa dengan mudah mendapatkan nya." begitulah kata-kata yang tidak Robert katakan saat meninggalkan Arselia.
Di tempat lain tepatnya di perusahaan Gibran nampak Hana yang sekarang sudah menjadi sekertaris dari CEO.
tepatnya empat hari yang lalu Hana sudah mulai bekerja bersama suaminya menggantikan sekertaris sebelum nya yang sedang cuti melahirkan.
Acara makan siang yang penuh keromantisan sudah selesai, dan sekarang Hana ingin memiliki Selfi pertama nya dengan sang suami.
"Ayolah, ini hanya sebentar." kata Hana mencoba memaksa suaminya untuk mau selfi dengan nya.
"Ini memalukan, aku tidak terbiasa." sahut Gibran mencoba menghindari kamera ponsel Istri nya.
Hana mengerucutkan bibirnya melihat hasil foto nya yang sangat jelek, ada yang ngebblur, ada yang terfoto nya hanya sepotong, dan yang lebih aneh nya lagi diantara foto itu ada gambar merah saja.
"Ihk sebel, foto nya jelek-jelek." kesal Hana.
Gibran mengintip ponsel istrinya dan benar saja dia melihat hasil yang tidak ada bagus-bagus nya.
"Aku kan sudah bilang kalau aku tidak terlalu pandai berfoto." kata Gibran lagi.
"Tidak pandai bukan berarti tidak bisa, kita kan bisa mencoba nya." balas Hana ketus.
Huhh
Tidak mau karena masalah kecil hubungan nya menjadi bertengkar, Gibran memilih mengalah dan langsung menarik Hana ke pelukan nya.
"Pinjam ponselnya."
"Ngapain, Nggak mau."
"Kamu mau kita foto kan?."
"Lalu?"
"Berikan pada ku ponselnya, dan kita akan berfoto." lanjut Gibran.
Ragu-ragu Hana memberikan ponselnya, Gibran mengklik tombol di pinggir ponselnya.
Cekrekk..
Cekrekk..
Cekrekk..
Akhirnya Hana mendapatkan foto kebersamaan nya, jangan lupakan tiga fose yang sangat intim itu, mencium pipi, memanyunkan bibir, dan yang satu lagi menjulurkan lidahnya.
Haha.. rasanya sangat menyenangkan.
Hana menyukai saat dirinya menjadi seperti anak remaja.
sepasang remaja yang baru merajut asmara lagi, meski sebenarnya usianya sudah 24 tahun dan Gibran yang sudah 35 tahun.
"Makasih suami." ucap Hana tersenyum bahagia.
"Sudah, ayo kembali bekerja." kata Gibran beranjak dari sopa.
Hana ikut berdiri dan mengikuti suaminya, dan saat Gibran berbalik Hana malah menubruk tubuh suaminya.
__ADS_1
Awww..
"Kamu berhenti mendadak, sakit." ringis Hana mengusap kening nya.
Gibran memegang tangan Hana, lalu menatap sang istri.
keduanya saling bertatapan selama beberapa detik sampai akhirnya..
Cup..
Gibran mengecup kening Hana yang terasa sakit, membuat Hana tersenyum dan langsung berbunga-bunga.
"Masih sakit?." tanya Gibran mencolek hidung istrinya.
Hana menggelengkan kepalanya, tapi sedetik kemudian dia mengangguk lagi.
"Ini, ini dan ini." menunjuk kedua pipi dan terakhir menunjuk bibirnya.
Gibran gemas melihat tingkah istrinya, tentunya tanpa di minta pun dia melakukan nya.
Cup..
Cup..
Cup..
Tiga kecupan berhasil mendarat di beberapa titik yang ada di wajah istrinya, membuat Hana tersenyum semakin senang.
"Sudah, sana pergi bekerja sebelum macan tidur kembali bangun." kata Gibran lagi.
Hana mengangguk sambil tersenyum.
"Jangan terlalu cape, nanti akan ada pertemuan dengan pemilik perusahaan X, aku akan menyiapkan semua data nya." kata Hana, lalu pergi begitu saja karena acara makan siang memang sudah selesai dari tadi.
Siang hari nya seperti yang akan di rencanakan, Hana dan Gibran akan bertemu dengan pemilik perusahaan X.
perusahaan yang di bawah pimpinan CEO Angga, mantan suaminya.
Sebenarnya Hana tidak tau jika Angga mengajukan permohonan kerja sama pada suaminya, tapi tadi saat makan siang Gibran mengatakan semuanya, termasuk niat balas dendam Hana yang sebenarnya sudah dia buang sejak lama, tepatnya setelah menikah dengan Gibran.
"Aku akan membantu mu membalaskan segalanya, mereka yang menyakiti mu dan membuat kamu terluka akan merasakan ada di posisi itu."
Begitulah ucapan Gibran yang mengatakan jika dia akan membantu nya, tapi Hana yang sudah tidak berniat dengan dendam nya itu memilih menolak.
"Jangan melakukan hal yang akan membuat nama kita kotor dan sama rendahnya dengan orang yang menyakiti kita, perlihatkan hidup kita yang lebih baik dan urusan masa lalu semuanya ada waktunya untuk mereka mendapatkan balasan."
"Sayang."
"Iya."
"Angga, dia yang akan bertemu dengan kita."
"Aku tau, lalu kenapa?."
Gibran memegang tangan istrinya, membuat Hana tersenyum dan paham apa yang sedang di pikirkan suaminya.
"Jangan khawatir, aku akan tetap menjadi milik mu, lagi pula aku lebih menyukai pria hot di depan ku." bisik Hana dengan nada meyakinkan.
________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️