
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Plakkkk !!
Plakkkk !!
Dua tamparan keras mendarat di pipi Arselia, membuat Arselia terisak-isak tak mampu menjawab.
"Kamu buat ibu malu!" suara Bu Lisna menggema di kamar Arselia.
Ya, Bu Lisna sudah mengetahui fakta jika putri nya hamil, itu semua dia ketahui saat masuk ke kamar Arselia tadi, dan Bu Lisna melihat plastik kresek yang di dalam nya ada satu tespec yang belum di gunakan.
"Cepat katakan pada Ibu siapa Ayah dari anak yang ada didalam kandungan kamu!" teriak Ibu Lisna lagi, membuat Arselia yang sedang terisak sambil memegangi pipinya itu langsung tersentak kaget.
"Arselia jawab ibu!" teriak nya lagi.
"Aku nggak tau Bu." sahut Arselia pelan.
Apa !!
Bu Lisna terduduk lesu di tempat tidur dengan wajah nya yang terlihat tidak biasa.
tidak pernah terbayangkan olehnya jika putrinya itu akan menjadi gadis yang nakal bahkan hamil di luar nikah.
Rasanya jantung nya berhenti berdetak saat itu juga, putri kesayangan nya malah membuat nya malu dengan mengandung anak yang tidak tau siapa bapak nya itu.
Lama ibu Lisna terdiam sampai akhirnya..
"Ganti baju kamu." ucap Ibu Lisna akhirnya.
"Kita mau kemana?" tanya Arselia.
"Jangan banyak tanya cepat ganti baju mu, ibu tunggu kamu di mobil." kata Ibu Lisna lagi lalu berjalan keluar kamar Arselia dengan wajah marah nya.
Arselia melihat kepergian Ibunya dengan air mata yang masih mengalir di wajah nya, tubuhnya gemetar merasa ketakutan.
"Aku nggak tau ibu akan bawa aku kemana, tapi perasaan ku tidak enak, aku takut ibu akan nekad." gumam Arselia sambil meremas rok nya.
Ragu-ragu Arselia menelpon Bagas kakak nya, tapi sayangnya dua kali Arselia menelpon sang kakak Bagas belum kunjung mengangkat nya.
"Kak angkat dong " gumam Arselia.
Karena tidak kunjung di angkat telpon nya Arselia memilih mengirim kan pesan untuk sang kakak.
__ADS_1
lama dia mengetik sampai akhirnya Arselia menutup bibirnya.
"Maafkan aku kak, apa yang kakak katakan memang benar adanya, aku adalah gadis munafik yang jahat, seharusnya dulu aku mendengarkan ucapan kakak." gumam Arselia, lalu menutup ponselnya.
Entah kenapa perasaan nya mengatakan jika hari ini adalah hari terakhir dia hidup, apalagi setelah melihat wajah kemarahan ibu nya.
"Kenapa lama sekali, cepat masuk." ucap Ibu Lisna dengan wajah dingin nya.
Arselia memilih berjalan lalu masuk ke dalam mobil nya.
Mobil yang di kendarai ibu Lisna berjalan membelah jalanan kota.
Sepanjang perjalanan nya hanya kesunyian diantara ibu dan anak itu, tidak ada obrolan di antara keduanya layaknya dua orang yang tidak saling mengenal.
Sampai akhirnya Arselia yang tidak tahan berdiam diri terus mengeluarkan suara nya.
"Aku mau di bawa kemana bu?." tanya Arselia dengan suaranya yang gugup.
Bu Lisna melirik putrinya lalu tersenyum kecut.
"Ibu akan membawa mu ke tempat yang bisa membuat mu kembali hidup normal." sahut Bu Lisna.
"Ibu, maafkan aku." ucap Arselia.
"Iya, ibu maafkan.. maka dari itu kamu harus setuju untuk menggugurkan anak mu itu." kata Bu Lisna sambil tersenyum.
"Ibu bercanda kan?." tanya Arselia masih tidak percaya.
"Kamu pikir ibu bercanda? ibu akan membuat mu mendapatkan segalanya, maka dari itu kamu harus melepaskan bayi sialannnn itu, karena bayi itu hanya akan membuat masa depan mu rusak." kata ibu Lisna lagi.
Arselia menggelengkan kepalanya, tangan nya mengusap perut nya yang masih rata.
dia memang jahat bahkan sempat berpikir untuk membunuh Hana kakak ipar nya, tapi apa dia mampu membunuh bayi nya sendiri? darah daging nya?.
Tidak! Arselia tidak bisa melakukan nya, di bukan orang jahat, dia tidak mau membunuh calon anaknya, dia tidak bisa.
"Ibu, aku mohon jangan lakukan itu." pinta Arselia memohon.
Bu Lisna menghentikan mobilnya, lalu menampar wajah sang putri lagi.
Plakkkk !!
"Dengarkan ibu baik-baik Arselia, ini semua demi kebaikan mu, ibu ingin yang terbaik buat kamu!" kata ibu Lisna berteriak.
"Kebaikan aku? ibu nggak salah? yang aku tau itu hanya demi ambisius ibu dan ketamakan ibu untuk mengambil harta kak Gibran." ujar Arselia.
__ADS_1
Plakkkk !!
"Lancang kamu ya ngomong kaya gitu sama ibu sendiri, kamu tau kalau Ibu membesarkan mu itu dengan susah payah, dan ini balasan mu Hah!" teriak ibu Lisna.
Arselia memegangi pipinya yang memerah dan terasa perih itu, lalu menatap ibu nya dengan wajah kecewa nya.
"Ibu benar ibu adalah orang yang membesarkan aku dan membuat aku kehilangan kendali sampai melakukan hal-hal gila di usia ku yang masih dini ini, ibu adalah contoh ibu yang senang jika anaknya melakukan hal jahat dan berbuat dosa, itu ibu."
"Ibu tau setiap malam setiap saat aku selalu bertanya pada diri ku sendiri, apa yang aku lakukan ini adalah benar? apakah yang aku lakukan ini akan membuat aku bahagia? tapi sekarang semua terjawab sudah, ibu yang aku sayangi karena selalu memanjakan anak-anak nya dengan uang hasil berbuat jahat itu ternyata tak lebih dari seorang iblis wanita, ibu kejam, aku benci ibu!" teriak Arselia lalu melepaskan sabuk pengaman nya dan keluar dari mobilnya.
Bu Lisna mematung setelah kepergian sang putri, iblis wanita? haha.. rasanya dia ingin tertawa, jelas dia melakukan semua itu karena ingin putri nya itu merasakan hidup enak dan bahagia.
Tapi sekarang bahkan putrinya mengatakan jika dia membenci nya.
"Anak tidak tau diri, dia pikir aku akan melepaskan nya membawa aib itu, tidak akan." Bu Lisna mengendarai mobil nya mencari Arselia.
Sedangkan di pinggir jalan Arselia sedang menangis sambil berjalan tanpa arah tujuan, air mata nya menjadi teman setianya saat melangkah.
"Ibu, hiks.. kenapa orang yang paling aku percaya menyayangi ku ternyata adalah orang yang ingin membunuh bayi ku, hiks.."
"Arselia masuk!" suara sang ibu mulai terdengar.
Membuat Arselia kaget, dan langsung melihat ke sebrang jalan, di lihatnya ibu Lisna yang keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati nya.
Arselia mengusap perut nya, dia tidak akan pernah rela anaknya di aborsi, dia tidak mau menyesal karena menjadi seorang pembunuh Arselia langsung berjalan ingin menyebrang.
Dan saat bersamaan juga ibu Lisna melihat ada mobil yang melaju dengan kecepatan cepat nya ke arah putrinya.
"Arselia awas!" teriak ibu Lisna.
Arselia melihat ke arah sang ibu, lalu melihat ke pinggir dan sekita juga mata nya melotot, baru saja Arselia ingin berjalan mobil itu sudah menubruk tubuhnya.
Brukkk !!
Tubuh Arselia terpental jauh ke pinggir jalan, ibu Lisna yang melihat kejadian itu langsung melotot.
"Tidak!!" teriak Ibu Lisna histeris.
Bu Lisna ingin menyebrang ke jalan, dan di saat bersamaan juga sebuah mini bus menubruk tubuhnya, alih-alih terpental seperti yang terjadi pada Arselia ibu Lisna malah terlindas truk yang melewati nya.
"Ibu.." Arselia yang samar-samar melihat kejadian itu langsung menutup mata nya.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️