SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Pernikahan Tara #3


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di salon nampak Arr dan juga Jenn yang sama-sama sedang di rias oleh tangan lihai pegawai salon, keduanya nampak tegang untuk menunggu hasil riasannya.


Sampai akhirnya..


"Waww kakak cantik." puji Jenn.


Arr tersenyum mendengar pujian adik nya.


"Kamu juga cantik."Arr balik memuji Jenn.


Keduanya berjalan keluar dari salon dengan penampilan yang lebih berbeda dari biasanya, jangan lupakan dress cantik yang di berikan oleh Tara dan Darrel.


Saat sedang menunggu taksi tiba-tiba ada mobil mewah berwarna hitam yang berhenti tepat di depan nya.


"Jenn, ayo." suara Juan terdengar.


Membuat Arr melirik Jenn.


"Kamu nyuruh Juan jemput?" tanya Arr.


Jenn menggelengkan kepalanya.


"Enggak kok." sahut Jenn.


Juan berjalan mendekati Jenn dengan senyuman nya.


"Ayo, tidak baik baik taksi apalagi setelah berdandan cantik seperti ini, bisa di culik Om-om." kata Juan sambil membukakan pintu mobil nya.


"Ya tidak di culik Om-om tapi di culik berondong." balas Arr, lalu masuk mendahului Jenn di jok belakang.


Jenn ingin duduk di jok belakang tapi saat melihat Juan yang membukakan pintu mobil jok depan Jenn tidak bisa tidak tau malu.


dia menghela nafasnya pelan lalu duduk di jok depan.


Mobil yang di tumpangi Juan melaju membelah jalanan kota, di dalam mobil tidak ada obrolan diantara ketiganya, Juan dan kedua wanita beradik kakak itu saling mendiamkan.


Sampai akhirnya..


"Jenn nanti kita dansa ya." kata Juan memecahkan keheningan.


Mendengar itu Jenn langsung melirik Juan, dan dengan santai nya dia berkata..

__ADS_1


"Aku tidak bisa dansa, ajak yang lain saja." sahut Jenn menolak secara halus.


Membuat Juan yang mendengar nya langsung bungkam, lalu mata nya melirik ke kaca spion mobil nya dan terlihat wajah jutek Arr yang nampak menatap sinis Juan.


"Kak Arr pacarnya di ajak nggak?" tanya Juan basa basi.


Yang membuat Jenn melotot dan langsung mencubit paha Juan.


Awwww !!


"Sakit Jenn." ringis Juan.


Jenn tidak menjawab, dia kesal dan lebih memilih diam lagi, jujur saja Jenn merasa tidak enak dengan Arr yang mungkin akan tersinggung dengan ucapan Juan barusan.


"Maaf kak Arr, seharusnya aku tidak menerima tawaran pria menyebalkan ini." batin Jenn.


"Aku seperti nyamuk di sini, seharusnya tadi aku pergi saja jika tau akan seperti ini." batin Arr.


Juan melirik kedua adik kakak di samping dan si belakang nya itu, suasana di mobil terasa horor karena setelah Jenn mencubit nya tidak ada obrolan lain lagi.


"Mereka benar-benar seperti hantu, horor." batin Juan ngeri.


Sedangkan di gedung hotel nampak Hana yang menatap aneh melihat penampilan ibu nya sangat rempong, bagaimana tidak Ibunya memakai kalung emas yang sangat panjang, cincin emas yang ke enam jarinya penuh dengan cincin, dan jangan lupakan gelang hampir memenuhi pergelangan tangan nya.


"Aku harap ibu dan bapak bisa menjaga sikap di pernikahan Tara." ucap Hana sambil menatap ibu dan bapaknya.


Kenyataan nya memang ibu dan bapaknya tidak tau jika Gibran suami Hana adalah seorang pengusaha, yang mereka tua Hana dan Gibran adalah orang biasa, apalagi Hana datang ke rumah nya dengan motor merek biasa di tambah piyama biasa.


Alih-alih tersinggung dengan ucapan bapaknya Hana malah sebaliknya, ia senang karena bapak nya berpikir jika Hana adalah istri dari pria biasa, lagi pula jika ibu dan bapaknya tau jika Gibran orang kaya sudah pasti bapak dan ibu nya akan pura-pura so baik pada suaminya, dan Hana tidak suka akan sikap ibu dan bapaknya yang matre itu.


"Tapi banyak kamera pak, ibu harus bisa tampil cantik biar tetangganya kita ngiri dengan penampilan kita." kata ibu Rumi sambil membenarkan emas-emas yang dia pakai.


Hana menghela nafasnya panjang lalu melirik suaminya.


"Ayo sayang, setidaknya ibu dan bapak juga tau konsekuensinya jika membuat ulah." kata Hana sambil berjalan bersama Gibran.


"Gaya nya suami si Hana so kaya ya Pak." kata Bu Rumi.


"Iya Bu, padahal dia cuman punya mobil, bahkan rumah nya aja kecil Bu, bapak yakin dia itu cuman jadi kacung di perusahaan bukan Bos besar kaya suaminya anak kita, Tara." balas pak Sofyan lagi.


"Bapak benar, kita harus cari cara buat deketin Tara lagi Pak, kalau kita jauh nanti yang ada kita nggak kecipratan uang suaminya Tara." lanjut Bu Rumi lagi.


Acara akad nikah yang penuh dengan canda karena ulah Bastian dan kedua ibu mertuanya Tara itu akhirnya berakhir dengan kata Sah.


Akhirnya Tara dan Darrel sudah Sah menjadi sepasang suami istri yang Sah di mata hukum ataupun agama, dan Hana sebagai kakak tentu saja sangat bahagia dengan kebahagiaan adik nya, dengan begini Hana tidak perlu khawatir lagi dengan masa depan adiknya karena Tara sudah jelas memiliki masa depan yang cerah karena menikah dengan Darrel.

__ADS_1


"Kenapa menangis?" tanya Gibran sedikit berbisik.


"Tangis kebahagiaan, aku sangat bahagia sayang." balas Hana juga berbisik.


Mendengar itu Gibran tersenyum, tangan nya terulur untuk mengusap air mata sang istri, lalu memegang tangan Hana.


Sedangkan di meja yang penuh dengan makanan nampak Jenn dan Arr yang ikut berbaris dengan beberapa tamu undangan yang menjadi saksi di acara akad nikah Tara dan Darrel.


"Kak aku duluan ya." kata Jenn yang sudah mendapatkan makanan nya.


"Iya, nanti kakak nyusul." balas Arr.


Setelah kepergian Jenn dan Juan yang langsung pergi dengan membawa piring berisi makanan nya kini tinggallah Arr yang sedang mengambil makanan.


Tangan Arr terulur untuk mengambil nasi dan bebarapa teman nasi di piring nya.


sampai akhirnya Arr selesai mengambil makanan di piring nya.


Prenkkk !!


Nasi dan piring yang Arr pegang jatuh ke lantai, Arr menunduk untuk melihat bocah yang menabraknya itu.


"Apa ada sakit dek?." tanya Arr.


Si bocah malah menatap Arr, lalu terisak pelan.


"Mommy!" ringis bocah itu.


"Di man ibu mu? ayo tanteu antarkan." lanjut Arr mencoba membantu bocah laki-laki yang usianya mungkin sekitar dua tahun an itu.


Tiba-tiba datanglah sosok pria yang menatap Arr dengan dingin dan langsung menggendong bocah yang menangis itu.


"Apa yang kau lakukan pada putra ku hah!" tanya pria itu dengan wajah dingin nya.


Arr kaget, dia jelas tidak melakukan apapun pada bocah di depan nya itu.


"Saya tidak__" Arr tidak melanjutkan ucapan nya karena bocah itu tiba-tiba memanggil nya Mommy.


"Mommy hikss.." suara tangis bocah itu semakin kencang.


"Dia bukan Mommy mu Son."


"Mommy."


__________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2