SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Hana X Freya


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Siang ini lebih berbeda, Hana yang biasanya selalu menghabiskan waktu nya sendirian menunggu suaminya pulang bekerja kini di temani Freya, teman dekat Bagas.


Cemilan yang ada di karpet bulu itu menandakan betapa ganas nya dua wanita berbeda status itu, Hana yang sedang hamil dan Freya masih melajang.


Freya sendiri dia pergi ke rumah kakak Bagas karena undangan Hana beberapa hari yang lalu, dia kesini dengan di antar Bagas tapi Bagas langsung pergi bekerja setelah mengantar nya.


"Enak nggak?" tanya Hana yang sibuk makan.


Memang kehamilan nya membuat naf*u makan nya bertambah, bahkan jika mengaca di cermin Hana kadang suka kaget sendiri melihat dirinya yang hamil 5 bulan tapi memiliki badan yang lebih gemuk.


Tidak ada rasa takut lagi untuk Hana akan suaminya yang akan di lirik orang atau di culik wanita lain, Hana percaya pada Gibran yang akan tetap setia pada nya.


"Lumayan, kalo pedes enak banget pasti." balas Freya jujur.


"Aku juga mau nya gitu, tapi karena lagi hamil ya harus stop makan pedes." balas Hana.


Keduanya sedang makan keripik singkong yang sering di jual di pasar atau warung terdekat, meski memiliki uang yang tidak terhitung tapi makanan sederhana masih menjadi favorit untuk nya.


"Harus sayang anak ya kak." kata Freya, tidak canggung.


Hana mengangguk, lalu mulai makan lagi, di depan keduanya ada televisi yang menyala tapi keduanya masih mengobrol, mengabaikan televisi yang menyala meminta di tonton.


"Kata Bagas kak Hana punya adik ya." tanya Freya.


"Iya punya, adik ku umur nya 17 tahun." balas Hana.


"Masih SMA ya kak." balas Freya lagi.


Dan Hana mengangguk lagi.


" Iya, tapi udah nikah." sahut Hana lagi.

__ADS_1


Freya kaget mendengar penjelasan Hana, karena adik Hana 17 tahun sudah menikah, padahal dirinya yang sudah hampir 20 tahun malah masih santai melajang.


"Adik kakak itu ekspresif banget, sengaja di nikahin cepat lagian calon nya juga baik udah gitu mereka kebelet nikah, ya langsung di nikahin aja." lanjut Hana menjelaskan.


Takut Freya berpikir yang tidak-tidak tentang adik nya, karena Hana tau pemikiran orang yang tidak tau apa-apa pasti akan mengatakan hamil duluan jika mendengar seorang gadis 17 tahun sudah menikah.


"Oh gitu, hebat ya adik kakak masih kecil tapi udah punya pemikiran bagus buat nggak pacaran lama." Freya salut dengan pemikiran Tara yang bisa memutuskan menikah muda.


Padahal dulu saat Freya ada di usia 17 tahun dia bahkan hanya memikirkan main dan main, tidak ada pemikiran berpacaran atau pun apapun itu, apalagi menikah mungkin pikiran itu sama sekali tidak dia kenali.


"Kamu kapan nyusul?" tanya Hana.


Ehk..


Freya gelagapan, bingung menjawab apa.


"Kamu sama Bagas cocok loh, kenapa nggak minta di halalin aja pacaran lama-lama itu dosa loh, mending nikah lebih enak dan nggak takut kebablasan." lanjut Hana lagi.


"Aku sama Bagas nggak pacaran kak, aku sama Bagas_" ucap Freya terhenti karena Hana menyela ucapan nya.


Freya menggelengkan kepalanya.


"Serius kak, aku sama Bagas itu cuman teman, kita nggak ada hubungan spesial kok." kata Freya jujur.


Tapi Hana masih tidak percaya, melihat cara Bagas memperlakukan Freya lain dari wanita lain tentu saja Hana yakini jika keduanya saling memiliki ketertarikan.


Apalagi Freya adalah wanita pertama yang Bagas kenalkan pada Gibran dan dirinya, tentunya dengan pertemuan itu Hana bisa memberikan poin unggul untuk Freya di mata Bagas.


"Oke, kalian teman tapi kok aku yakin kalian saling cinta ya." balas Hana lagi, dia suka menggoda Freya.


Lihat saja bahkan hanya dengan pertanyaan itu Pipi Freya menjadi memerah, dan Hana tau jika Freya pasti menyukai Bagas, begitupun dengan Bagas.


"Nggak juga." kata Freya.


"Masa sih." sahut Hana semakin menyebalkan.

__ADS_1


"Serius, Bagas kan punya calon sendiri." ucap Freya.


"Siapa?" tanya Hana kepo.


Freya terdiam, dia tau ini saat beberapa waktu lalu dimana dia membeli kue dari seorang wanita muda, dan Bagas mengakui jika dia menyukai wanita muda itu.


Tapi anehnya sekarang Freya tidak bisa melihat wanita muda penjual kue itu, seolah hilang di telan bumi Freya yang berniat menjodohkan Bagas dengan wanita muda itu dia kehilangan jejak, dan aneh nya dia kehilangan jejak setelah wanita muda itu bertemu dengan Bagas.


"Namanya kalau nggak salah itu Anasya, dia penjual kue di dekat kosan aku." jelas Freya.


Mendengar nama mantan pelakor itu Hana tertawa, bagiamana tidak dulu Bagas pernah mengatakan jika wanita bernama Anasya itu adalah wanita yang di jual dan di beli mertuanya untuk menjadi pengganti nya.


Hana tidak mau menceritakan masa lalu nya, karena semua itu mungkin akan membuka aib keluarga besar nya, termasuk aib Anasya dan ibu mertuanya, biarlah yang lalu berlalu, karena semuanya sudah di gantikan Tuhan dengan sejuta kebagian yang baru.


"Kakak kenal dia, tapi setahu kakak Bagas nggak bilang cinta sama dia, sama kamu emang bilang?" tanya Hana lagi.


Dan dengan polos nya Freya menggelengkan kepalanya.


"Bagas hanya bilang dia suka melihat aura teduh Anasya, tapi tidak bilang cinta." gumam Anasya yang terdengar oleh Hana.


"Berarti cinta Bagas emang buat kamu, asyik nih kita iparan." balas Hana lagi.


Freya tersenyum kecil, entah kenapa dia senang mendengar ucapan Hana barusan, dia berharap jika itu memang nyata karena jika boleh jujur Freya memang jatuh hati pada tetangga satu kontrakan nya itu.


Tapi meski begitu Freya tidak bisa berharap lebih, karena Freya tidak mau cintanya di tolak.


dia memilih memendam nya seorang diri, menunggu waktu nya tiba dan dia akan mengatakan rasa suka nya.


"Semoga saja semua itu benar Gas, kamu emang suka sama aku." batin Freya penuh harap.


"Bagas ternyata malu-malu, dulu aja nembak aku nggak pake malu karena urat malu nya udah putus, dasar bujang tua." batin Hana ingin sekali menjewer adik ipar nya yang usianya lebih tua 2 tahun dari nya itu.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2