SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Yang hadir


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sepulang dari pernikahan Arr dan Lian entah kenapa Hana merasakan pusing yang sangat luar biasa, bahkan tadi saat makan pun Hana terus meraskaan mual terus menerus.


"Kita cek ke dokter saja ya." ucap Gibran yang tidak tega melihat layar tancap di kedua sisi dahi istrinya.


Hana yang memijat pelipisnya itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


karena memang nyatanya dia sudah tidak tahan dengan rasa pusing nya itu.


Sedangkan untuk mual Hana hanya merasa mual saat memakan sesuatu saja, dan itu tentunya hanya berlaku untuk makanan, tidak untuk sekarang yang sedang rebahan di sopa.


Gibran menelpon Dokter langganan nya, dia khawatir istrinya memiliki penyakit serius, tapi jika di bawa ke rumah sakit mungkin Hana akan tidak bisa istirahat dengan nyaman mengingat kondisi Hana sekarang benar-benar kacau.


"Sayang tolong kerokin dong, mungkin aku masuk angin." kata Hana meminta tolong.


"Nggak sayang, kita tunggu dokter saja." sahut Gibran menolak.


Selain dia memang tidak bisa melakukan apa yang di minta istrinya yaitu kerokan, Gibran juga tidak mau salah ambil tindakan, biarlah dokter yang akan memeriksa istrinya, dia tidak mau gegabah dalam melakukan sesuatu.


"Tapi aku tuh pusing banget, mual juga." kata Hana dengan wajah malas nya.


"Pokoknya kalau enggak ya enggak, dan nggak ada penolakan titik!" tegas Gibran membuat Hana kesal dan memilih pindah ke tempat tidur.


Hana merebahkan tubuhnya di tempat tidur nya, lalu mencoba menajamkan matanya.


dalam pikirnya Hana merasa jika dia tidak melakukan apapun, ataupun melakukan kegiatan yang terlalu melelahkan, tapi kenapa pusing dan mual nya datang secara tiba-tiba.


Hana teringat akan masa lalu nya, dimana dia pernah juga mengalami gejala yang sama, yaitu pusing di sertai rasa mual yang sangat dahsyat.


Dan itu adalah pertanda..


"Satu dua.." Hana terdiam sebentar, kembali mengingat kapan dia datang bulan.


Sampai akhirnya..


"Sayang!" teriak Hana.


"Ada apa?" tanya Gibran setengah kaget, pasal nya Hana berteriak dan langsung berdiri.


Hana tidak menjawab, dia malah menarik tangan suaminya dan menatap suaminya dengan senyuman nya.


"Kenapa? ada apa?" tanya Gibran masih tidak paham.


Hana menggelengkan kepalanya melihat ekspresi suaminya yang terkesan bodoh itu, gemas tidak mendapatkan ekspresi wajah gembira Hana langsung mencium pipi suaminya.

__ADS_1


"Jangan panggil dokter, panggil dokter kandungan saja." kata Hana dengan senyuman nya.


Dan permintaan Hana itu semakin membuat Gibran bingung, apa urusan nya dokter kandungan dengan rasa pusing dan mual yang di derita istrinya sekarang.


Sampai akhirnya..


Gibran ingat, jika Sandra dulu juga mengeluhkan rasa mual yang sama persis dengan istrinya, meski mual Hana tidak berlebihan dan parah, tapi semua ciri-ciri itu ada pada Hana sekarang.


"Sayang!" Gibran menatap Hana.


Dan Hana yang melihat tatapan sang suami langsung mengangguk kecil.


"Aku tidak tau ini hamil atau tidak, tapi aku rasa ini gejala yang sama saat aku hamil dulu." kata Hana dengan wajah bersemangat nya.


Cup..


Cup..


Cup..


Tiga kecupan langsung Gibran berikan di wajah istrinya, lalu tangan nya mengusap perut Hana yang masih rata itu.


"Kita akan memeriksa nya sekarang?" tanya Gibran.


"Tentu saja, ayo lebih baik kita pergi sekarang aku tidak sabar." balas Hana takalah bersemangat nya dari Gibran.


Hana menggelengkan kepalanya.


"Sudah tidak, ayo lebih baik sekarang kita cek ke dokter kandungan, aku benar-benar tidak sabar untuk mengecek kandungan ku." balas Hana lagi.


Dan setelah itu keduanya pergi bersama-sama ke dokter kandungan, Hana yang di antar suaminya itu nampak sedang duduk di kursi tunggu.


Terlihat jelas jika wajah suami dan istri itu nampak berseri-seri, terlepas dari hasil nya yang akan keduanya terima, Hana dan Gibran sudah saling percaya jika apapun hasilnya keduanya akan menerima nya.


Jika masih belum positif keduanya mungkin akan semakin bekerja keras untuk melakukan yang terbaik, dan jika hasil yang di dapatkan adalah positif keduanya akan semakin bersyukur karena Tuhan telah memberikan kepercayaan untuk keduanya.


"Ibu Hana." panggil suster.


Hana langsung berjalan di temani suaminya masuk ke dalam ruangan dokter.


"Bismillah." ucap Hana.


Gibran memegang tangan Hana, lalu mengecup singkat dahi sang istri tercinta nya.


"Apapun hasilnya kita akan menerima nya, dan cinta kita tetap sama." balas Gibran.


Yang membuat Hana tersenyum, ini adalah moment yang belum pernah dia rasakan, dulu saat mengandung Yura jangankan perhatian dari suaminya, Hana bahkan selalu makan hati karena memiliki suaminya yang tidak setia.

__ADS_1


Tapi Gibran? jelas suaminya ini tidak bisa di samakan dengan pria mana pun, untuk Hana Gibran adalah pria terbaik yang pernah dia kenal di dalam hidup nya.


"Ibu nya rileks saja, kita coba cek dulu ya Bu." ucap dokter sopan.


Hana mengangguk, dan dokter pun langsung mulai mengecek bagian perut Hana.


Beberapa menit berlalu..


"Selamat Bu Hana, ibu sedang mengandung dua Minggu." jelas Dokter.


Hana tertegun dengan ucapan Dokter, dia melirik suaminya yang juga nampak terharu dengan kabar baik yang di sampai kan Dokter barusan.


"Apa benar istri saya hamil Dok?" tanya Gibran masih belum percaya.


"Benar Pak, istri bapak sedang mengandung dua Minggu, dan saya harap bapak bisa menjaga kesehatan istri bapak mengingat kehamilan nya masih sangat muda." jelas Dokter lagi.


Gibran menatap sang istri, lalu dia menatap pada perut Hana yang masih rata itu.


"Terimakasih, terimakasih sayang." ucap Gibran langsung mengusap perut Hana.


"Jangan katakan itu, kita membuat nya sama-sama jadi itu bukan karena aku sepenuhnya." kata Hana sambil memegang tangan suaminya.


Gibran yang wajahnya sudah berurai air mata itu melirik sang istri, dan Hana cukup kaget karena suami nya akan sebahagia ini sampai-sampai Gibran menangis sebagai rasa haru nya.


"Jangan menangis." lanjut Hana.


"Aku bahagia." kata Gibran lagi.


Hana mengangguk.


"Aku juga, ayo kita pulang, aku akan memberikan kabar ini pada Tara dan Fallen, mereka pasti senang." kata Hana sambil beranjak dari brankar nya.


Tidak ada wajah lesu dan wajah orang sakit seperti tadi siang, yang ada sekarang hanya wajah penuh semangat yang di perlihatkan calon ibu itu.


"Dokter saya minta resep buat vitamin kehamilan." ucap Hana sambil tersenyum.


Dokter yang mendengar itu langsung menuliskan resep vitamin yang harus Hana tukar di apotek rumah sakit.


Dan setelah itu Hana dan Gibran langsung pulang dengan perasaan bahagia nya.


"Yura sayang kamu akan memiliki adik bayi, doakan Mama ya nak semoga Mama bisa menjadi ibu yang baik untuk adik-adik kamu nak." batin Hana.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️

__ADS_1


__ADS_2