SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Merasa cemburu


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Seminggu setelah pernikahan Tara sang adik Hana kembali ke rutinitas awal nya, yaitu menjadi istri sekaligus sekertaris untuk suaminya.


Untuk urusan ibu dan Bapaknya Hana juga sudah memberikan tiket untuk ke salah satu tempat liburan pada ibu dan bapak nya.


dan tentunya itu adalah karena saran dari Fallen yang menyuruh Hana untuk membiarkan ibu bapaknya hidup dalam kesepian agar mereka bisa sadar dengan semua kesalahan nya.


"Kamu duluan aja, aku mau sapa asisten kamu yang datar itu." kata Hana.


Gibran mengangguk, dia langsung berjalan melewati Arr menunduk saat Gibran melewati nya.


"Pagi nona Arr." sapa Hana.


Arr hanya mengangguk kecil, seperti biasnya ekspresi wajah nya datar.


Dan melihat itu membuat Hana gatal untuk tidak mengomentari nya.


"Nona Arr apa anda marah karena saya mengambil cinta Bos mu?." tanya Hana menggoda Arr.


Dan Arr menggeleng cepat


"Jangan bicarakan itu lagi nona, itu hanya masa lalu suram untuk saya, dan sekarang itu hanyalah cerita yang tidak penting." sahut Arr, lalu kembali fokus pada layar komputer nya.


Dia memang sudah mengikhlaskan perasaan nya, sudah move on dari perasaan sepihak nya yang salah itu.


"Baiklah nona Arr, tapi mulai hari ini aku akan memanggil mu dengan nama saja ya, dan begitupun sebaliknya kau panggil aku dengan nama ku saja." kata Hana lagi, lalu masuk ke dalam ruangan suaminya.


Melihat Hana pergi Arr yang baru akan mengeluarkan suara nya itu menghela nafas nya pelan.


"Kakak dan adik sama-sama memiliki sikap yang baik." gumam Arr.


Lalu meminum capuccino nya, pagi ini dia tidak sempat sarapan karena sibuk mengurusi Jenn adiknya yang sedang sakit.


Tring..


Ponsel Arr tiba-tiba menyala, dan Arr melihat ada notif pesan di ponselnya.


Juan.


"Kak Arr, Jenn kenapa nggak masuk kantor?." isi pesan itu.


Arr ingin mengabaikan nya, tapi saat melihat Juan kembali mengirimkan pesan membuat Arr menghembuskan nafas nya kasar.


"Jenn sakit setelah di antar kamu pulang." balasan yang di kirim Arr.


Juan.

__ADS_1


"Sakit apa?, padahal aku jemput Jenn pake mobil kak, bukan pake motor."


Huh..


"Nggak tau, tapi sepertinya dia meriang." balasan terakhir yang Arr kirimkan, dan tanpa ingin membaca balasan dari Juan lagi Arr langsung mematikan ponselnya.


Arr tidak kesal dengan Juan, hanya saja akhir-akhir ini tepatnya setelah Juan mengantarkan adiknya pulang bekerja sikap Jenn jadi aneh, dan bahkan kemarin setelah di antar pulang oleh Juan Jenn langsung tidur.


"Jenn, seharusnya kamu jujur dengan perasaan mu, kakak tau kamu suka sama berondong itu." gumam Arr, lalu kembali fokus pada layar komputer nya.


Beberapa jam berlalu..


Jam menunjukkan pukul 11 siang lebih, Hana yang tau sudah masuk waktu istirahat langsung meregakan otot-otot nya yang terasa pegal.


Dia melangkah kan kaki nya mendekati suaminya, sampai akhirnya Hana memberikan sebuah kecupan di pipi sang suami.


Cup..


"Sayang." Gibran tersenyum.


"Ini sudah masuk jam makan siang, ayo kita makan." kata Hana.


"Baiklah, ayo." Gibran bangkit dari kursi kebesaran nya, lalu melangkahkan kaki nya berjalan bersama Hana.


Keduanya keluar dari ruangan yang sama, Arr yang baru akan ke pantry untuk mengambil nasi box nya itu berpas-pasan dengan Hana dan Gibran yang baru keluar ruangan nya.


"Arr ayo kita makan bersama." ajak Hana.


"Arr emang gitu dari dulu sayang, dingin." kata Gibran.


Hana menganggukkan kepalanya mendengar ucapan suaminya.


"Kalian kenal lama ya." tanya Hana.


Gibran mengangguk.


"Arr adalah salah satu orang kepercayaan aku, dan dia udah nemenin aku bangun perusahaan ini dari awal." jelas Gibran lagi.


"Baik banget ya Arr, semoga aja Arr dapat pasangan yang baik dan bisa menerima nya apa adanya, dia wanita baik dan juga pantas mendapatkan yang terbaik." Hana mendoakan yang terbaik untuk Arr, asisten setia Gibran.


"Kamu benar sayang, Arr memang baik.. dia akan bahagia, aku yakin wanita baik seperti Arr tidak akan sulit mendapatkan jodohnya." tambah Gibran ikut mendoakan yang terbaik untuk Arr yang sudah dia anggap seperti keluarga nya sendiri itu.


Sore harinya setelah pulang bekerja Arr yang sedang mengendarai motor nya itu memarkirkan motornya di parkiran salah satu restoran terdekat.


Dia akan membeli makanan untuk adiknya, jika harus masak itu akan lama, Arr memilih membelikan sup iga kesukaan adiknya.


"Mbak saya pesan dua porsi sup iga di bungkus ya." ucap Arr.


"Di tunggu ya Mbak." kata pelayan.

__ADS_1


Arr yang sedang menunggu itu memilih duduk sambil memainkan ponselnya.


karena tidak ada yang menarik di ponselnya Arr memilih untuk bermain Game.


Saat sedang fokus bermain game di ponselnya tiba-tiba Arr mendengar suara yang tidak asing.


"Suaranya kok kaya kenal." gumam Arr sambil mematikan ponselnya.


Dan saat membalikan tubuhnya Arr melihat Willy putra dari pria galak yang setiap bertemu dengan nya pasti akan melontarkan kata-kata yang pedas.


"Anak manis." gumam Arr tersenyum saat Willy melihat ke arah nya.


Tapi senyuman Arr luntur saat melihat seorang wanita muda yang tiba-tiba memangku Willy dan mencium pipi gembul Willy.


"Siapa dia." ucap Arr nampak cemburu saat wanita muda itu nampak akrab dengan Willy bahkan Lian pun nampak ramah pada wanita muda itu.


"Mbak ini pesanan nya sudah di kasir ya." ucap pelayan.


Arr melangkahkan kakinya dengan wajah yang nampak kecewa itu ke arah kasir, entah kenapa dia merasa kecewa saat Willy anak manis yang pernah memanggil nya dengan sebutan Mommy itu nampak akrab dengan wanita lain.


Setelah membayar tagihan nya Arr langsung mengendarai motor nya lagi, perasaan nya menjadi tak menentu saat melihat Willy, anak itu telah mencuri persamaan nya, Arr benar-benar merasa sedih.


Sampai tiba-tiba fokusnya Arr hilang, dan Arr hampir saja menabrak pembatas jalan.


"Ada apa dengan ku, kenapa aku jadi sedih saat anak itu bersama wanita lain, seharusnya aku tidak memiliki perasaan seperti ini, dia bukan putra ku, dia putra orang lain." gumam Arr sambil menepuk pelan pipi nya.


"Sadarlah Arr, kamu bukan siapa-siapa nya jangan mimpi menjadi seorang ibu, kamu bahkan belum menikah, dan jangan kan menikah pacar pun kamu nggak ada." ucap Arr sambil tersenyum kecut.


Merasa lucu dengan perasaan nya yang aneh itu, jika Jenn tau dia menyukai anak kecil dan merasa cemburu saat anak itu di gendong orang lain pasti Arr akan mendapatkan tawa adiknya.


Beberapa menit berlalu..


"Jenn, kakak pulang.." Arr yang berjalan masuk ke dalam rumah nya.


"Sore kak." sapa Juan.


"Astaga, anak ini." Arr mengusap dada nya kaget.


"Kaget kak?" tanya Juan menggoda.


Arr tidak menjawab, dia memilih masuk ke kamar adiknya, dan terlihat Jenn yang sedang menyisir rambut, jangan lupakan lipstik pink ala orang jatuh cinta di bibir tipisnya.


"Kamu udah sembuh dek?" tanya Arr.


"Udah kak, lagian aku kan cuman meriang nggak sakit." sahut Jenn sambil tersenyum.


"Kakak belikan sup iga buat kamu, nanti makan bareng sekalian ajak pacar kamu, kakak mau mandi dulu." kata Arr, lalu masuk ke dalam kamar nya.


___________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️ aku


__ADS_2