SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Ulang tahun Bastian.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Bagaimana Fall?" tanya Hana.


"Tenang saja, semuanya aman dan berjalan dengan lancar, kalian tunggu aja di rumah Darrel, aku sama Tara lagi di perjalanan." ucap Fallen di sebrang telpon.


"Ya udah, kamu hati-hati ya pulang nya, aku dan yang lain nya tunggu kamu di rumah." ucap Hana lagi.


Dan setelah itu panggilan nya terputus.


Hana melihat sekeliling wajah orang-orang penasaran di depan nya.


dia berjalan mendekati sopa di mana suaminya duduk, lalu mendudukkan bokong nya di sopa samping suaminya.


"Fallen dan Tara sedang di perjalanan, sekarang kita mulai drama nya sekarang." jelas Hana sambil tersenyum.


Yang mana membuat Juan yang duduk di sopa langsung tersenyum.


"Serahkan tugas awal pada ku, haha ini akan menyenangkan." ucap Juan sambil mengusap layar ponselnya.


Hana juga baru tau sekarang jika Juan yang dia kenal setelah tiga kali pertemuan nya itu ternyata adalah teman baik Fallen sahabatnya.


Benar-benar dunia yang sangat sempit, bagaimana tidak Jenn adik nya Arr bekerja di perusahaan Bastian, dan Arr bekerja di perusahaan milik suaminya.


Selain itu, Darrel mantan Bos nya itu kini menjadi adik iparnya, dan Hana yakin setelah ini pun akan ada drama dunia sempit lagi mengingat banyak sekali jomblo di sekitar nya.


"Dan aku akan melakukan tugas awal yaitu mengajak Bastian untuk pergi bersenang-senang." Darrel bangkit dari sopa dan langsung pergi ke luar dari rumah nya.


"Jangan umbar senyuman manis mu sayang." bisik Gibran.


Membuat Hana terkekeh pelan.


"Kau cemburu sayangku?" dengan sengaja mengeraskan suara nya.


Yang membuat Gibran melotot karena tatapan semua orang kini jatuh kedua nya.


Gibran bangkit dari sopa, dan membawa Hana tentunya.


"Kau akan mendapatkan hukuman sayang." kata Gibran sambil berjalan.


"Waw aku akan mendapatkan hukuman di kamar." Hana kembali mengeraskan suara nya, membuat mereka yang duduk di sopa saling tatap menatap dengan wajah bingung nya.


Jenn kepo apa yang akan di lakukan Juan, dan saat dia mengintip Juan langsung menatap nya.

__ADS_1


"Duduk sini, jangan mengintip nanti bintitan." kata Juan yang membuat Jenn kesal dan ingin pergi, tapi tangan nya di tahan oleh Juan.


"Hey jangan pergi, lihat semua orang berpasangan, kenapa harus sendiri sedangkan calon kekasih mu ada di samping mu." kata Juan sambil tersenyum.


Membuat Arr yang duduk di sopa sebrang itu nampak melotot, tapi langsung perhatian nya langsung teralihkan oleh ucapan bocah di samping nya.


"Kak Arr mau pacaran juga ya." celetuk Hadian.


"Kamu anak kecil tau apa." balas Arr memalingkan wajahnya.


Membuat Toni yang melihatnya terkekeh.


"Si Bambang mepet terus nih kaya nya, kena cubitan dari kakak galak baru tau rasa tuh anak." celetuk Toni yang membuat ketiga teman nya kompak tertawa.


Dan hal itu membuat Arr sebal dan langsung memilih bangkit untuk ke dapur, berasalan haus padahal di meja sudah terdapat beberapa gelas jus yang di buatkan bibi pembantu.


"ANAK-ANAK MU ADA BERSAMA KU, KALAU KAMU MAU BERTEMU KEMBALI DENGAN ANAKMU MAKA DATANG LAH KE JALAN X." ucap Juan dengan suara nya yang sangat besar.


Dan tanpa menunggu jawaban dari Bastian Juan langsung mematikan ponselnya.


"Haha, rasakan itu bule tua, haha." Juan tertawa.


"Kaya nya bang Juan punya dendam nih ke bang Bastian." celetuk Dani yang melihat Juan sangat senang mengerjai suhu Bastia


"Hemmm, kaya nya iya.. jangan-jangan dulunya kak Juan suka sama kak Fallen." Toni menimpali.


"Jangan cemburu Jenn, itu hanya masa lalu, sekarang aku nggak suka kok, kan sukanya sama kamu." kata Juan sambil tersenyum semanis mungkin.


Bukan nya mendapatkan jawaban Jenn malah bangkit dari sopa dan pergi dengan wajah biasanya yaitu datar, membuat Juan mengembungkan pipi nya sebal.


Lain hal nya dengan ke empat pemuda di depan nya yang malah kompak menertawakan Juan yang terus-terusan di abaikan oleh Jenn.


"Udah bang jadi jomblo aja kaya kita." ucap Toni


"Enak aja, aku udah ada Amelia ya." Alex tidak mau di sebut Jomblo.


Dan begitulah kelima nya malah mengobrol, bukan nya membantu orang-orang yang sedang sibuk membuatkan pesta ulang tahun Bastian.


Acara ulang tahun yang sudah di rencanakan itu berakhir kegagalan total, tidak ada wajah haru dan bahagia, yang ada hanya wajah kaget semua orang karena Bastian malah membawa polisi untuk menjemput si peneror yang tak lain adalah Juan, beruntung ada Fallen yang meyakinkan jika semuanya adalah Prenkkk.


Tapi meski begitu acaranya tetap berlangsung, meski banyak drama tapi semuanya berakhir menjadi acara yang tidak bisa di lupakan, di mana semua orang tertawa karena senang berjoged ria, melupakan malu dan usia yang menjadi penghalang mereka melakukan hal yang mereka sukai, dan tentunya membuat mereka senang.


"Mau kemana Arr?" tanya Fallen saat melihat Arr yang berjalan meninggalkan pesta.


"Saya mau ke kamar dulu nona, kepala saya terasa migren." jelas Arr.

__ADS_1


Fallen terdiam sebentar lalu memanggil bibi pembantu.


"BI nanti tolong anterin obat sakit kepala ke kamar tamu ya." pinta Fallen.


"Baik Nyonya." sahut bibi pembantu.


Sedangkan di kamar Arr yang merasa migren itu nampak sedang duduk di pinggir ranjang, dia memijit pelipisnya yang terasa pusing sampai akhirnya sebuah ketukan membuat Arr langsung berjalan mendekati pintu.


"Permisi non, saya di minta nyonya memberikan obat sakit kepala untuk nona." jelas bibi pembantu.


"Makasih ya mbak." ucap Arr, lalu masuk kembali dengan membawa obat dan segelas air minum yang di berikan bibi pembantu.


Setelah meminum obatnya Arr yang merasa pusing itu ingin tidur, tapi tiba-tiba perutnya terasa sakit yang membuat Arr memilih masuk ke kamar mandi.


Di kamar nya Bastian nampak sedang mencoba menidurkan bayi montok nya, tapi entah kenapa Syakira putri bungsu nya itu malah menangis kencang.


Sampai akhirnya Bastian mendapatkan cerita dari pengasuh Putrinya jika Syakira selalu ingin bersama Willy anak Lian, membuat Bastian berinisiatif untuk membawa Willy ke kamar putri nya.


"Kau akan mendapatkan nya sayang." kata Bastian lalu keluar dari kamar putri nya dan berjalan ke kamar tamu, dan di saat itulah Bastian melihat Willy yang tertidur.


"Temani putri ku, kau harus bertanggung jawab untuk perbuatan mu yang telah membuat putri ku yang cantik itu menyukai mu." kata Bastian lalu memangku Willy dan keluar dari kamar tamu dengan Willy yang dia bawa ke kamar putrinya.


Dan saat pintu tertutup itu di saat itulah Arr keluar dari kamar mandi, perutnya melilit dan dia menghabiskan 15 menit nya di kamar mandi.


"Astaga kepala ku sangat sakit." gumam Arr mematikan lampu lalu langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur.


Tak butuh waktu lama Arr pun tertidur pulas dengan tidur yang menyamping karena dia akan berbagi kamar dengan adiknya, Jenn.


Beberapa jam berlalu, Arr merasakan sebuah pelukan di pinggang nya, membuat dia tersenyum.


"Jenn, jangan memeluk kakak seperti ini." ucap Arr sambil membenarkan posisi nya.


Tapi saat Arr akan turun dari ranjang tiba-tiba Arr mendengar suara nafas tidur yang sangat cepat, yang membuat Arr kaget bukan main apalagi nafas tak beraturan itu seperti suara laki-laki.


Lampu menyala, dan betapa kagetnya Arr melihat sosok pria di ranjang itu ternyata adalah Lian, pria arogan itu.


"Kenapa kau ada di kamar ku!"


Dan terjadilah perang adu mulut yang cukup membuat keras, membuat si pemilik rumah Bastian dan Fallen langsung membuka pintu kamar itu, dan ekspresi sama di perlihatkan pasangan itu yang nampak kaget melihat Lian dan Arr di satu ruangan yang sama.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Alurnya emang gini, dan semuanya bertahap ya, jadi kalau cerita yang salah ranjang hot Daddy udah jauh karena emang alur nya di bagi dua sama ini, kan di cerita satu nya lagi part ini tuh di lewat, dan aku mau kalian bisa baca nya ceritanya lengkap.

__ADS_1


Tapi kalau kalian bacanya jadi bingung mungkin aku terlalu pede kalau alur cerita ini menarik 🙏🤧


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2