SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Calon ibu dari dua anak


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di perjalanan pulang nya Arr sesekali melihat putra nya yang merajuk itu, wajah Willy nampak kesal setelah keluar dari rumah Fallen.


saat di rumah Fallen Willy kembali membuat ulah, dimana bibir nya tidak terkontrol dan mengatai gendut pada anak bungsu Bastian dan Fallen.


Arr memberikan peringatan pada putra nya itu untuk tidak membuat seorang gadis menangis, tapi Willy malah membuat Syakira jatuh sehingga gadis itu menangis sesegukan.


"Sudah jangan cemberut lagi, maafkan Mommy." akhirnya Arr membuka suara.


Dia tidak mau membuat dirinya menjadi jauh dari putra nya, meminta maaf bukan berarti salah tapi Arr harus melakukan nya untuk membuat putra nya tidak marah lagi.


Willy melirik Mommy lalu tatapan mata nya turun ke perut buncit Mommy nya, dia menghela nafasnya panjang ingat akan pesan Daddy nya.


"Jangan buat Mommy mu sedih, Mommy harus di perlakukan baik jika tidak Mommy akan kabur."


Ucapan Daddy nya terngiang di kepala bocah tiga tahun itu, seketika raut wajahnya berubah menjadi sedih.


"Apa Mommy akan pergi?" Tanya Willy tiba-tiba memeluk tubuh Arr.


"Siapa bilang? Mommy tidak akan pergi." kata Arr sambil mengusap kepala putra nya penuh sayang.


Tiba-tiba terdengar suara isakan, membuat Arr yang mendengar nya itu tersenyum kecil.


putra nya yang Arogant dan terlihat dingin di depan anak-anak Bastian dan Fallen sekarang menangis.


Willy benar-benar mirip Daddy nya, mungkin untuk orang yang tidak terlalu mengenal dia akan bersikap dingin dan terkesan Arogant, tapi tidak untuk keluarga yang sangat manja dan hangat, sama seperti Lian suaminya yang sekarang semakin manja pada nya.


"Daddy bilang Mommy akan pergi jika aku nakal." ucap Willy sambil terisak.


"Tidak akan, mana mungkin Mommy meninggalkan putra Mommy yang tampan ini, huh Daddy mu hanya bercanda sayang." balas Arr.


"Hiks..tapi Daddy bilang__" ucap Willy terhenti karena ingus nya yang membuat nya susah bicara.

__ADS_1


"Mommy ingus.." lanjut Willy sambil mendongakkan wajahnya.


Arr tersenyum kecil melihat itu, dia mengambil tisue basah dan langsung mengusap ingus sang putra tanpa rasa jijik, meski notabe nya Willy hanyalah anak tiri nya, tapi bagi Arr Willy adalah anak kandung nya, dan meskipun dia sebentar lagi memiliki anak dia akan tetap menganggap Willy sebagai anak pertama nya.


"Mommy maaf.." Willy kembali menatap Mommy nya.


"Mommy sudah memaafkan mu sayang, tapi lain kali Mommy nggak mau dengar lagi kalau putra Mommy yang tampan ini mengeluarkan kata yang jelek, Mommy mau kamu jadi anak baik, nggak nakal." ucap Arr sambil tersenyum.


Willy mengangguk, dia akan melakukan apapun untuk membuat Mommy nya senang, tapi tidak untuk bocah gendut itu karena Willy tidak menyukai Syakira, dan lebih menyukai Syakila yang imut.


Sesampainya di rumah Willy yang lelah langsung tidur siang, Arr yang tidak ingin tidur siang memilih menonton tv di ruang bersantai.


"Mbak.." panggil Arr.


"Iya Nyonya." sahut salah satu bibi pembantu.


"Minta tolong buatin susu kehamilan ya Mbak, nggak apa kan?" tanya Arr.


Jika Arr yang dulu mungkin akan langsung memerintah tanpa iming-iming minta tolong karena dia adalah seorang Asisten dari CEO kejam.


Tapi itu tidak untuk Arr yang sekarang, dia sudah bukan seorang Asisten galak dan dingin lagi, sekarang dia adalah seorang istri sekaligus seorang ibu dari putra nya dan calon buah hati yang ada di dalam perut nya.


Dan bukan hanya itu saja Lian juga memberikan gajih di atas rata-rata untuk semua pegawai di rumah nya, tentu saja mereka betah dengan fasilitas yang di berikan majikannya.


"Rasa stroberi ya mbak." lanjut Arr.


"Baik Nyonya."


Setelah kepergian bibi pembantu Arr yang bosan memilih menonton tv, dia melihat acara yang itu-itu saja dan membuat nya semakin bertambah bosan.


"Nggak ada film lain apa, ini aja terus di ulang-ulang, mana pemeran nya nggak menjiwai masa iya adegan sedih nggak ngeluarin air mata, dasar sinetron." jiwa ibu-ibu tukang berkomentar mulai keluar dari bibir wanita berdaster itu.


Arr memindahkan siaran televisi nya menjadi yang lain, kini Chanel nya berubah tapi film nya pun tidak membuat ibu hamil itu tertarik.


"Susu nya nyonya." bibi pembantu tiba-tiba datang.

__ADS_1


"Terimakasih Mbak." balas Arr.


"Sama-sama nyonya." bibi pembantu pergi setelah mengantarkan susu hamil majikan nya, salah satu tugasnya adalah tidak boleh so akrab dengan majikan nya, dan harus ada di kamar belakang jika tidak di panggil, begitulah tugas nya.


Arr meminum susu hamil nya, menyisakan setengah nya lalu kembali melihat ke layar televisi yang film nya sangat membosankan itu.


"Kok tiba-tiba pengen makan surabi rasa pandan ya, kaya nya enak gitu kalau siang-siang makan nya." gumam Arr.


Kembali meminum setengah susu hamil nya, dan setelah habis Arr langsung mengusap sudut bibir nya dengan tisue.


Arr melirik ponselnya, tanpa ragu ia mengusap layar ponsel nya dan menelpon suaminya.


"Hallo sayang.." Arr terlihat lebih bersemangat.


Beberapa bulan menikah membuat Arr menjadi terbiasa, dan dia sudah mengganti nama panggilan sayang nya untuk suami.


"Iya, ada apa sayang tumben nelpon jam segini, aku bentar lagi pulang kok." balas Lian di sebrang telpon sana.


"Aku mau surabi pandan, tolong beliin ya." pinta Arr dengan suara manja nya.


"Ada yang lain?" tanya Lian.


"Mau sate juga, yang di tempat biasa." balas Arr lagi.


"Ada lagi?" tanya Lian lagi, dia tau ngidam istrinya selalu banyak.


"Kalau boleh sih aku mau kamu cepat pulang, anak kita katanya rindu sama Daddy nya." suara Arr tidak terdengar malu-malu lagi.


Membuat suara kekehan terdengar di sebrang telpon.


"Aku akan pulang cepat, bilang sama Baby kita buat nunggu Daddy nya, I love you honey." kata Lian, dan setelah itu panggilan nya terputus.


Arr tersenyum kecil melihat layar ponselnya yang memakai wallpaper foto keluarga kecilnya itu, perut nya yang buncit yang di dampingi dua pria tampan kesayangan nya.


"Kalian benar-benar membuat Mommy merasa menjadi remaja, Mommy mencintai kalian pria hot Daddy dan putra manis ku." gumam Arr sambil tersenyum, lalu mengusap perut nya yang buncit.

__ADS_1


"Cepat hadir sayang, Mommy Daddy dan kak Willy sudah tidak sabar menunggu mu." lanjut Arr, lalu kembali fokus pada televisi.


🌹


__ADS_2