SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Robert


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah puas menikmati tubuh Anasya Robert langsung memakai boxer nya, lalu berjalan keluar kamar meninggalkan Anasya yang terbaring lemas di ranjang nya.


Robert mengambil satu botol minuman alcohol dan gelas kecil, lalu berjalan ke arah balkon Apartemen nya.


Di sinilah Robert menikmati malam nya yang gila selain di mansion nya.


hidup nya selalu bergelimang harta, tapi semua itu tidak membuat nya senang.


"Seharusnya aku bisa mendapatkan apa yang Gibran dapatkan." gumam nya sambil meleguk kembali minuman alcohol nya.


Satu-satunya kesenangan Robert selain menikmati hidup nya dengan mencari masalah pada teman lamanya.


salah satu nya adalah mengambil sesuatu yang di miliki orang lain.


Dulu dia pernah mengambil Sandra dari pelukan Gibran, dan sekarang pikiran nya terus menerus memikirkan wanita yang pernah dia temui di pantai, wanita yang sudah bersuami, dan yang gilanya itu suami wanita yang di sukai nya itu adalah teman lama nya, Gibran.


Lagi-lagi da lagi, Gibran lebih unggul dari Robert, satu hal yang sangat di benci pria berumur 35 tahun dia harus kalah dari orang lain, karena bagi Robert tidak ada kata kalah dalam hidup nya.


"Eu.. Dia cantik seksi dan terlihat wanita pintar, tapi Eu..aku yakin dia akan dapat aku miliki." racau Robert lagi sambil terus menghabiskan minuman alcohol di gelas nya.


Katakan lah dia gila, tapi Robert juga bukan pria idiot yang melakukan segala sesuatu tanpa sebuah alasan.


tentunya Robert memiliki alasan tersendiri kenapa dia selalu menginginkan apa yang Gibran miliki.


"Gibran teman lamaku yang malang, bersiaplah untuk menangis kembali karena istri mu akan aku rebut lagi." kembali meracau lagi, tapi kali ini sambil meminum alcohol nya langsung dari botol nya.


Di kamar Anasya yang masih belum menggunakan sehelai benang pun hanya bisa menangis pilu.


rasanya dunia benar-benar tidak pernah adil pada nya.


Area pahanya sangat sakit, mungkin karena permainan kasar Robert tadi.


dan itu cukup menyiksa Anasya yang harus mau tidak mau terbiasa dengan rasa sakitnya.


"Sakit.." gumam Anasya sambil mencoba memejamkan mata nya.

__ADS_1


Tapi baru beberapa detik Anasya memejamkan mata nya tiba-tiba terdengar suara orang jatuh. membuat Anasya kembali membuka matanya dan menghela nafasnya kasar.


"Ya Tuhan, sampai kapan aku harus menghadapinya, aku lelah" gumam Anasya sambil mencoba bangkit dari tempat tidur dan mengambil pakaian ganti nya di almari.


Setelah memakai pakaian ganti Anasya langsung berjalan keluar kamar, dia ingin melihat apa yang jatuh tadi, tapi meski demikian Anasya sudah tau jika suara jatuh itu adalah suara tubuh Robert yang jatuh.


Anasya sudah terbiasa untuk dua Minggu ini, kebiasaan Robert yang suka mabuk-mabukan dia sudah mulai terbiasa untuk membantu pria itu kembali ke kamar nya.


"Tuan." panggil Anasya.


Dan saat Anasya berjalan mendekati balkon Anasya melihat Robert yang terbaring di lantai balkon.


Tanpa ragu Anasya membantu Robert untuk berdiri, meski sebenarnya tubuh pria itu jauh lebih besar dari tubuh nya dan tentunya sangat berat sekali.


Jika di bilang marah atau benci pada Robert tentu saja jawaban nya sangat, Anasya membenci pria itu sampai ke ubun-ubun, tapi sebagai wanita yang di beli Anasya tidak bisa tega jika melihat pria itu tidur di luar.


Belum lagi kalau Robert bangun dan melihat dirinya tidur di balkon tentu saja hal itu akan membuat Robert marah besar, dan nasib Anasya? tentu saja dia akan mendapatkan kemalangan dari sikap kejam Robert.


"Jangan pede, aku melakukan ini karena kamu telah membuat aku terbebas dari rumah Mami dan dari pria-pria hidung belang itu." ucap Anasya.


Tentu jika harus memilih Anasya tidak mau mendapatkan keduanya, baik pria hidung belang ataupun Robert yang kejam.


tapi sepertinya untuk saat ini Robert lebih baik dari pria-pria di luaran sama yang mungkin mencampakkan nya setalah tidur dengan nya.


Saat membaringkan tubuh Robert tiba-tiba tangan Anasya di tahan oleh Robert.


membuat Anasya kaget dan langsung ketakutan karena dia berpikir mungkin Robert akan kembali memaksa nya untuk melakukan nya.


"Tuan." cicit Anasya ketakutan.


"Tinggalkan dia, dan menetap dengan ku." racau Robert dengan mata terpejam.


Anasya mencoba melepaskan tangan nya, tapi Robert malah menarik nya hingga Anasya jatuh ke pelukan Robert.


Robert melingkarkan tangannya di pinggang Anasya.


"Aku akan membahagiakan mu, lepaskan dia." racau Robert lagi.


Anasya yang mendengar nya kaget, dia mencoba melepaskan pelukan Robert, tangan Robert yang memeluk pinggang nya membuat Anasya tidak nyaman.

__ADS_1


"Tuan lepaskan, saya mohon sadarlah." ucap Anasya sambil mencoba melepaskan.


"Kamu tau, pandangan pertama..aku menyukai mu saat kamu menatap ku." Robert membuka matanya perlahan lalu tersenyum dan mencium punggung Anasya yang sedikit terbuka.


Anasya merinding mendengar nya, ini bukan pertama kalinya dia mendengar racauan itu, tapi Robert memang selalu mengatakan jika dia menyukai seseorang di dalam tidur nya itu.


Dan Anasya penasaran siapa wanita malang yang mendapatkan cinta dari pria kejam itu, semoga saja bukan dirinya.


Ehk..kenapa harus dia, bahkan dalam mimpi pun Anasya tetap membenci Robert, sangat.


"Tuan anda akan sangat marah jika tau malam ini saya tidur di ranjang bersama anda, saya mohon tuan lepaskan saya." kata Anasya lagi, tapi Robert malah terlelap dengan memeluk nya dari belakang.


Entah akan seperti apa nasibnya besok pagi, Anasya yakin jika dia akan mendapatkan beberapa hal menyakitkan di pagi hari.


Mau tak mau Anasya memejamkan matanya, dia bisa berontak tapi itu akan membuat nya kehilangan keluarga nya.


ya terlepas dari keluarganya yang menjualnya untuk membayar hutang tapi Anasya setidaknya merasa bisa di andalkan karena bisa berbakti pada orang tuanya.


Pagi harinya Robert membuka matanya, dan saat melihat ke depan dia malah melihat sosok Anasya yang tertidur di pelukan nya, dan satu ranjang dengan nya.


"Kurang ajar! berani nya kau!!" Robert langsung bangkit dari tempat tidur.


Tapi Anasya yang pulas itu masih enggan membuka matanya, dia masih ingin tidur karena masih mengantuk.


Byurrr


Robert menyiramkan segelas air ke wajah Anasya, membuat Anasya langsung membuka matanya.


"Tuan." gumam Anasya kaget.


"Siapa yang menyuruh mu tidur di tempat tidur ku hah!" marah Robert.


"Maaf tuan." enggan menjelaskan, Anasya tau ujung-ujungnya nanti paling-paling dia mendapatkan hukuman yang lebih kejam lagi dari siraman air di wajah.


"Cepat siapkan baju dan air bathub, dan kalau dalam lima menit belum selesai saya akan membuat kamu kembali tidak bisa berjalan di pagi hari." kata Robert yang membuat Anasya langsung sigap berlari ke kamar mandi.


"Dasar ceroboh!" kesal Robert saat melihat Anasya hampir terpeleset saat masuk ke kamar mandi.


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2