
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari ini di rumah baru Hana banyak sekali kerabat dekat nya, dan bukan hanya itu saja ada juga anak-anak panti asuhan juga, semuanya berkumpul untuk acara 7 bulanan Hana.
Hana dan Gibran memang sengaja pindah ke rumah yang lebih besar, sebenarnya Hana masih betah dengan rumah kecilnya hanya saja suaminya meminta Hana untuk tidak tinggal di rumah kecilnya lagi mengingat kandungan Hana yang sekarang semakin besar.
Cukup sudah 9 bulan keduanya menjalani hidup di rumah kecil yang sederhana itu, sekarang Gibran ingin istrinya itu hidup semampu nya, apalagi akhir-akhir ini Hana selalu mengeluhkan jika dia susah jongkok dan beberapa hari lalu juga istrinya hampir saja terjatuh, membuat Gibran tidak mau menunda lagi untuk pindah rumah.
"Kak Hana sini duduk nya dekat aku biar aku ketempelan hehe, semoga aja pulang dari sini bisa langsung hamil." ucap Tara sambil tersenyum.
Hana mendudukkan bokong nya di dekat Tara, lalu melirik adiknya.
"Iya kakak doain kamu cepat hamil ya dek." kata Hana sambil tersenyum.
Tara sudah lulus SMA, dan sekarang dia sedang program kehamilan karena Tara hanya berniat sekolah sampai SMA saja, tidak berniat menjadi sarjana seperti yang lain nya karena menurut Tara menjadi lulusan SMA saja sudah cukup.
"Amin kak, amin." balas Tara lagi.
Bukan hanya ada Tara saja, di sebelah Tara juga ada Fallen dan Arr yang juga tengah mengandung, haha melihat Arr yang mengandung kadang Hana tertawa sendiri, apalagi saat mantan Asisten suaminya yang kaku itu kini berperut buncit.
"Selamat ya Han, nunggu dua bulan lagi nanti anak kita bisa main deh." kata Fallen.
Hana mengangguk kecil.
"Iya, doain ya Fall semoga lahiran nya lancar." balas Hana.
"Iya, aku doain semoga anak kamu lahir nya sehat, btw anak kamu cwe kan?" tanya Fallen?.
Dan Hana mengangguk lagi.
"Kata dokter sih cwe, tapi apapun jenis kelaminnya aku sama suamiku nggak masalah sih." balas Hana lagi.
Membuat Tara yang diam langsung membuka suaranya lagi.
"Gampang kalau anak nya cwe nanti bisa bikin lagi, siapa tau anak kedua cwo, tapi kalau gagal lagi ya coba lagi dong." celetuk Tara yang membuat Hana melirik adiknya yang selalu berbicara ceplas-ceplos itu.
Arr hanya diam dia memang jarang ngobrol, menjadi penyimak saja itu cukup untuk nya, bukan sombong atau apa tapi Arr masih merasa jika dirinya memiliki batasan dengan Hana Fallen dan Tara, mungkin karena sebelumnya dia hanyalah seorang Asisten.
Dan tidak untuk Hana, dia yang melihat Arr berperut buncit tentu kepo, Hana memang tau jika Arr hamil, hanya saja dia tidak tau berapa usia kandungan teman nya itu.
__ADS_1
"Berapa bulan nona Arr?" tanya Hana bertanya dengan di selipkan godaan.
"Mau jalan lima." balas Arr di selipkan senyuman kecil nya.
Hana mengangguk kecil dengan senyuman nya, tapi ada yang aneh dia tidak melihat keberadaan anak sambung Arr, yaitu Willy.
"Willy nggak ikut ya?" tanya Hana.
"Willy lagi sama si incess biasa main." bukan Arr tapi Fallen yang menjawab nya.
Setelah obrolan ringan itu acara pun di mulai, terdengar suara mengaji dan bacaan doa saat acara itu berlangsung.
Hana yang mendengar suara orang mengaji itu mengusap perut nya, saat Yura dulu dia bahkan tidak bisa melakukan pengajian seperti untuk putri nya sekarang.
"Sayang nya bunda sehat-sehat ya nak, Bunda doakan kamu kelak menjadi anak Sholehah dan pintar, semua harapan baik Bunda ucapkan dalam doa Bunda." batin Hana sambil mengusap perutnya.
Setelah selesai mengaji dan doa-doa kini tinggal acara santunan anak yatim, ada yang berbeda dari acara 7 bulanan hari ini, dimana bukan hanya satu amplop yang di berikan pada anak-anak yatim itu, tapi tiga amplop.
Tara dan Fallen ikut memberikan santunan nya pada anak-anak yatim, membuat anak-anak tersenyum senang karena mendapatkan beberapa hadiah juga dari Arr yang ternyata sudah memberikan bingkisan yang berisi mainan.
"Makasih ya Fall, Tar dan Arr kalian benar-benar bikin aku terharu." ucap Hana senang.
"Sama-sama." balas ketiga nya kompak, lalu tersenyum.
Sedangkan Tara sendiri dia buru-buru pulang karena dia merasa merindukan suaminya, Darrel yang suka pulang pergi kuat keluar kota membuat Tara selalu merindukan dan tidak mau melepaskan moment sedikit pun bersama suaminya.
"Sendirian aja." ucap Hana.
"Sayang.." Gibran tersenyum melihat istrinya.
"Cape ya?" tanya Hana sambil mendudukkan bokong nya di sopa dekat suaminya.
"Nggak cape, aku senang akhirnya acara 7 bulanan anak kita berjalan dengan lancar." balas Gibran jujur apa adanya.
Ini adalah acara penting untuk nya, dimana banyak orang yang mendoakan akan kesehatan dan keselamatan calon buah hatinya.
"Makasih." ucap Hana.
"Kok makasih sih?" Gibran menaikan sebelah alisnya ke atas.
"Aku senang punya kamu." kata Hana sambil memeluk suaminya.
__ADS_1
Gibran tersenyum, dia membalas pelukan nya dan mengusap perut sang istri dengan gemas.
"Aku juga bahagia memiliki mu." balas Gibran.
"Yang gendut ini." sahut Hana lagi.
"Nggak apa gendut juga, yang penting cantik." balas Gibran lagi.
"Cantikan mana sama mantan kamu?" tanya Hana lagi.
Membuat pelukan nya terlepas.
"Mantan aku? siapa?" tanya balik Gibran.
Hana mengembungkan pipi nya, suaminya ini bodoh atau pura-pura bodoh kenapa bertanya lagi, sudah tau mantan nya hanya satu.
"Tau ahk." Hana langsung berdiri dan berjalan pergi.
"Sandra?" gumam Gibran.
Tapi Hana sudah pergi, membuat Gibran menghela nafas nya kasar lalu berjalan mengekori sang istri yang kini masuk ke kamar nya.
"Kamu cemburu?" tanya Gibran.
"Nggak tuh." sahut Hana sewot.
Tadi Sandra dan Angga datang ke acar 7 bulanan Hana, keduanya datang dengan membawa bayi perempuan yaitu anak pertama mereka.
"Nggak cemburu kok jutek gitu." Gibran menarik Hana ke pelukan nya.
"Ya aku emang nggak cemburu, ngapain cemburu disini kan yang hamil anak Gibran Raka Prastyo kan aku, bukan dia." sahut Hana lagi.
"Lalu?" Gibran menggoda istri nya.
"Aku cuman kagum aja, dia bisa ya perutnya kecil lagi setelah lahiran, padahal kan anak nya baru lahir satu bulan yang lalu." kata Hana lagi.
"Perut kamu nanti juga kempes lagi, tapi nggak lama ya, soalnya aku suka kamu gendut terus, aku mau kamu hamil terus anak kita." Gibran mencium leher Istri nya.
Hana mengeliat geli, lalu menatap suaminya dengan wajah di tekuk.
"Jangan bikin aku mau deh, nanti kamu sendiri yang nyesel tau kan aku cuman bisa main dua kali." kata Hana sambil menatap suaminya.
__ADS_1
Tapi bukan nya menjawab Gibran malah membungkam bibir istrinya dengan sebuah ciuman.
🌹