SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Suami perhatian.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kembali ke rumah Hana, kehamilan nya yang sudah memasuki bulan ke empat itu cukup banyak drama, di mulai dari ngidam nya yang aneh-aneh, dan posesif ibu hamil yang semakin agresif.


Seperti sekarang ini, Hana masih betah memeluk suaminya, tidak mau membiarkan Gibran pergi bekerja karena tadi malam dia menonton film dimana suami yang berselingkuh di saat istrinya sedang mengandung.


"Aku jelek ya." ucap Hana tiba-tiba.


"Siapa bilang? istri aku itu yang paling cantik." balas Gibran.


Beginilah setiap hari nya, Gibran harus menanggapi rasa insecure istrinya yang terus ketakutan dengan jerawat nya.


Padahal untuk Gibran sendiri dia tidak mempersalahkan semua itu, karena yang paling penting untuk nya itu adalah istri dan calon bayi nya sehat.


Hana menatap suaminya dengan mata tidak percaya.


"Masa sih, tapi penampilan aku jelek tau, lihat aja nih jerawatan di pipi, terus berminyak." kata Hana menunjuk dua jerawat di masing-masing pipi nya.


Kata dokter jerawatan saat sedang mengandung adalah hal biasa, atau bisa di bilang hormon kehamilan, tapi mana ada biasa bagi seorang wanita kecantikan adalah segalanya.


Dan Hana pun termasuk, melihat jerawat nya yang semakin hari semakin memerah itu tentu saja membuat nya menjadi minder, apalagi suaminya setampan Oppa Lee dong Wook.



Rambut baru suaminya semakin membuat penampilan suaminya terlihat lebih muda dari usianya, dan sudah pasti banyak wanita yang mendambakan suaminya.


"Dengarkan aku, kamu itu cantik apa adanya, dan bagaimana pun penampilan kamu aku tetap mencintaimu." balas Gibran sambil mengusap perut buncit sang istri.


Tidak sabar rasanya melihat perut istrinya yang semakin membuncit, Hana terlihat seksi di mata nya, apalagi dengan perut buncit nya.


"Gombal kamu." balas Hana sambil mencubit pinggang suaminya gemas.


Gibran meringis pelan merasakan cubitan istri nya, ia membenarkan posisinya dan kembali mengusap perut buncit sang istri yang menggemaskan itu.


"Aku nggak gombal sayang aku serius, kamu itu memang cantik sayang." kata Gibran lagi meyakinkan sang istri memang hanya Hana lah wanita paling cinta di matanya, dan sekaligus pemilik hati nya itu.


Hana tidak menjawab, dia senang suaminya tatap seperti biasanya, yang tampan dan juga perhatian pada nya.


Sampai akhirnya terdengar suara alrm perut buncit Hana, membuat Gibran langsung melepaskan pelukannya dan menatap istri nya.

__ADS_1


"Kita makan yuk." ajak Gibran.


"Tapi suapin." balas Hana dengan nada manja nya.


Percayalah mendapatkan perhatian suami itu sangatlah menyenangkan, mungkin sedikit lebay untuk beberapa wanita, tapi satu hal yang harus mereka tahu jika semua orang itu memiliki cara tersendiri untuk membuat hidup nya bahagia.


Dan perhatian Gibran juga membuat Hana bahagia, memiliki Gibran adalah satu hal yang sangat membahagiakan untuk Hana.


Keduanya berjalan ke meja makan sederhana nya, Hana dan Gibran memang masih tinggal di rumah sederhana nya.


"Besok Tara mau nginep katanya, boleh nggak?" tanya Hana.


"Serius kamu nanya?" tanya balik Gibran.


Hana mengangguk cepat.


"Iya dong, kan harus minta ijin suami dulu." balas Hana.


"Okey, Tara mau nginep sama suami nya kan?" tanya Gibran lagi.


Dan Hana mengangguk lagi.


"Darrel juga, katanya sekalian malam mingguan di rumah kita." balas Hana, lalu mulai makan.


"Nggak apa, sekali-kali mereka ngerasain mandi bersama saling gosok kaya kita, saling nyiram dan juga main di kamar mandi." timpal Hana lagi sambil terkekeh.


"Sekalian adu keras suara desah__" lanjut Hana terhenti karena Gibran menutup bibirnya dengan ayam goreng.


"Hus, ibu hamil nggak boleh ngomong kaya gitu." kata Gibran memperingati.


Bibir istrinya memang selalu brutal dan jarang di filter, Hana adalah wanita agresif pertama yang Gibran kenal, tapi meski begitu Gibran tetap cinta istrinya.


Yang di balas dengan tawa Hana, suaminya memang selalu memperingati nya akan ucapan Hana yang terlalu pulgar.


"Iya, iya sayangku yang bawel." balas Hana lagi, dan keduanya kembali makan lagi.


Setelah selesai makan Hana dan Gibran tidak memiliki pekerjaan lain, keduanya malah tiduran di karpet bulu yang ada di dekat televisi, menonton film kartun kesukaan istrinya.


"Panas banget, nyalain AC nya dong." pinta Hana.


Gibran mengangguk, meski rumah nya sederhana tapi masing-masing kamar dan ruang tamu minimalis nya itu memiliki AC.

__ADS_1


Setelah menyalakan AC Gibran kembali merebahkan tubuhnya di samping istrinya, satu bantal berdua.


"Kamu mau ngemil apa nggak?" tawar Gibran.


Hana yang sedang menonton melirik suaminya.


"Boleh." sahutnya singkat.


"Mau apa ngemil nya?" tanya Gibran.


"Terserah." balas Hana lagi, matanya fokus melihat ke layar televisi.


Senyuman nya mengembang saat melihat si kucing yang terus mengejar tikus kecil yang nakal, rasanya dia ingin flashback pada masa lalu nya, terkahir dia menonton film ini adalah saat bersama Putri nya Yura.


Yura sangat menyukai film kartun kucing dan tikus nakal itu, bahkan saat meminum obat pun terkadang Yura selalu merengek meminta menonton film kartun kesukaan nya itu, meski hanya di ponsel.


Meninggalkan Hana yang sedang nonton Gibran malah nampak asyik mengeluarkan agar-agar yang di belinya, dan bukan hanya itu saja Gibran juga membuatkan susu hamil istri nya.


Dia senang saat-saat Hana bermanja pada nya, melayani wanita yang tengah mengandung anak nya, tidak ada rasa kesal ataupun cape sekalipun, Gibran menyukai peran nya sebagai suami siaga.


"Makanan datang." kata Gibran berjalan dengan baki kecil yang ada tangan nya.


"Wah, makasih Papa." Hana membenarkan posisi nya menjadi duduk.


"Susu hamil untuk istri ku yang cantik." kata Gibran sambil memberikan segelas susu hamil.


"Wah stroberi.." ucap Hana tersenyum senang, lalu meminum nya sampai habis, membuat Gibran tersenyum senang melihat nya.


"Enak?" tanya Gibran.


"Enak dong, kan suami tampan aku yang buatin nya." sahut Hana sambil tersenyum.


"Ini agar-agar mau nggak?" tanya Gibran.


"Mau dong, tapi suapin." sahut Hana manja.


Dan keduanya pun makan agar-agar dengan suap-suapan, mengabaikan pendapat orang lain tentang keduanya.


yang jelas keduanya tidak sabar untuk menunggu kehadiran malaikat kecilnya yang sebentar lagi akan datang.


________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2