
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah pulang pemerikasaan Gibran dan Hana memilih pulang, kebahagiaan keduanya bawa itu benar-benar mengubah segalanya, baik cinta ataupun segalanya.
Gibran sangat bahagia dengan kehamilan sang istri, dan begitupun sebaliknya, Hana juga bahagia karena penantian nya selama berbulan-bulan ini sudah berhasil membuahkan hasil yang tidak terbatas.
Anak, kata singkat tapi berarti besar untuk pasangan seperti mereka, tidak bisa di artikan betapa bahagianya keduanya saat ini, yang jelas Hana dan Gibran sama-sama bersyukur dengan titipan Tuhan yang masih berupa janin yang akan semakin berkembang dan menjadi bayi yang sangat lucu itu.
"Terimakasih." ucap Gibran yang kesekian kalinya.
"Kamu sudah mengatakan nya lebih dari 26 kali sayang, sudahlah." kata Hana sambil mencubit gemas pipi suaminya.
Lagi-lagi ia mendengarkan kata terimakasih itu dari bibir suaminya, padahal jelas-jelas karunia Tuhan ini bukan hanya karena nya tapi karena ijin Tuhan dan juga ikhtiar nya yang selalu berusaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
"Tapi aku masih bahagia sayang." balas Gibran menarik pinggang Hana agar lebih mendekat dengan tubuhnya.
"Kalau begitu kita harus merayakan nya, bagaimana kalau kita membelikan makanan dan beberapa hadiah untuk anak panti?" usul Hana.
Gibran mengangguk sambil tersenyum.
"Aku setuju, kita akan melakukan nya." balas Gibran dan tangan nya terulur untuk mengusap perut rata Hana.
"Hallo sayang, ini Papa.. jangan buat Mama kesusahan ya nak, jagain Mama mu yang cantik ini." lanjut Gibran lagi masih dengan mengusap perut sang istri tersayang.
Hana yang merasakan usapan di perutnya itu tersenyum dan ikut mengusap perut nya.
kini keduanya ada di sopa dengan posisi Hana yang bersandar di dada bidang Gibran.
"Dia akan menjadi anak yang paling beruntung karena memiliki Papa seperti kamu sayang." kata Hana.
"Bukan hanya beruntung memiliki ku, tapi juga beruntung memiliki Mama sehebat diri mu, anak kita anak yang beruntung." lanjut Gibran.
Keduanya mandi bersama, Hana dan Gibran saling menyabuni seperti biasanya, dan saling membersihkan dengan gayung yang berbeda.
"Pakai handuk nya." ucap Hana saat melihat Gibran yang sudah bersih.
"Handuk mu juga sayang." balas Gibran mengambilkan handuk untuk mereka berdua, dan mulai menutupi bagian pinggang nya, sedangkan Hana sendiri dia tentunya menutupi bagian dada sampai paha nya.
Keduanya berjalan dengan rambut yang basah, saling mengambilkan pakaian yang akan keduanya pakai untuk tidur.
"Bagiamana dengan piyama kelinci?" tanya Gibran sedang memilihkan piyama.
"Couple?" balas Hana yang sedang memilih kan daleman untuk nya dan untuk suaminya.
__ADS_1
Gibran mengangguk mengiyakan, dan di balas dengan acungan jempol dari Hana.
Setelah berpakaian Hana dan Gibran langsung sholat berjamaah, tidak lupa untuk mengucapkan rasa syukur nya untuk karunia Tuhan yang sangat besar yang sekarang mereka dapatkan.
Mendoakan keselamatan dan juga kebahagiaan nya dan orang-orang terdekat nya pun tak luput Hana dan Gibran ucapkan di setiap doa-doa nya yang keluar dari bibir tipis keduanya.
"Kita akan makan apa?" tanya Gibran.
"Terserah, kamu tau makanan kesukaan aku." balas Hana sibuk dengan ponselnya.
Hana memang malas masak untuk malam ini, entah kenapa Hana malah ingin banyak bersantai, seperti sekarang dia tiduran sambil bermain ponsel.
Gibran keluar untuk memesan makanan sambil mengambilkan air hangat untuk istrinya.
meninggalkan Hana yang sedang bermain ponsel dan terlihat serius.
"Tara harus tau." gumam Hana, dia memang belum sempat memberikan kabar bahagia ini.
"Hallo."
"Kak Hana, ada apa? tumben nelpon." sahut Tara terdengar ngos-ngosan.
"Kakak ada kabar gembira buat kamu Dek." ucap Hana dengan perasaan gembira nya.
"Nggak tau a hh, emang apaaa gituh?" tanya balik Tara kembali dengan suara nya yang ngos-ngosan.
"Sudah selesai kan nelpon nya, aku mau nambah satu ronde lagi ya, takutnya besok kamu menstruasi kan bulan kemarin kamu awal menstruasi nya." suara Darrel terdengar di sebrang telpon.
"Iya boleh kok, tapi seperti biasa yang jangan gaya yang aneh biar nggak terlalu sakit, punya kakak kan besar kalo pake gaya kemarin aku kesakitan." kembali terdengar suara Tara.
Hana menggelengkan kepalanya, dia melihat layar ponselnya, benar di sana tertuliskan nama adiknya yang masih 17 tahun.
Tapi saat kembali mendengar suara desah*n Hana langsung menggeleng kepalanya lagi.
Dia lupa jika adik nya Tara adalah gadis yang sudah menikah, dan tentu saja di dalam rumah tangga pasti ada acara malam panas atau siang panas.
Tut..
Hana mematikan ponselnya, mendengar suara Tara membuat nya ngeri, dan sekaligus tertantang untuk melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Tara dan suaminya.
Di meja makan..
"Mau ini nggak?" tanya Gibran.
Dan Hana menggeleng kecil.
__ADS_1
"Nggak suka, bau nya nggak enak." balas Hana.
"Kalau ini mau nggak?" tanya Gibran lagi.
Dan lagi-lagi Hana menggelengkan kepalanya.
"Nggak mau ahk tampilan nya aneh, nggak selera." balas Hana lagi.
Yang membuat Gibran menghela nafas nya panjang, lalu mengusap pipi istrinya.
"Sekarang aku tanya apa sih yang kamu mau makan?" tanya Gibran sangat lembut dan sabar.
Hana terdiam sebentar nampak berpikir, sampai akhirnya dia menarik tangan Gibran agar bisa duduk di pangkuan nya, dan dengan senyuman nya Hana malah mencium leher suaminya.
"Aku nggak mau makan, maunya meluk kamu, cium kamu dan di perhatiin kamu." ucap Hana dengan suara manja nya.
Selera makan nya hilang saat melihat rambut baru suaminya, yang Hana lihat adalah suaminya yang akan semakin terlihat tampan dan seksi di mata nya.
Dan ketakutan nya hanya satu, dia sekarang berpikir jika suaminya mungkin akan berpaling dari nya setelah perubahan bentuk tubuh nya yang mungkin saja akan semakin melebar menjadi si gendut atau si gajah.
"Sayang, kalau kamu nggak makan nanti sakit, bayi kita juga perlu makan loh." kata Gibran lembut.
"Kamu ganteng banget sih, makin sayang banget aku sama kamu." Hana malah mengalihkan topik pembicaraan dan memeluk serta mencium pipi suaminya.
Jika wanita hamil lain mungkin akan ngidam yang aneh-aneh maka lain hal nya dengan Hana, seperti nya Hana merasa jika dirinya akan ngidam suaminya.
Percayalah mendapatkan perhatian lebih dari suami saat hamil itu benar-benar menyenangkan, katakan lah jika dia lebay dan juga terlalu menggelikan tingkah nya, tapi setiap ibu hamil memiliki mood yang berbeda-beda, dan mungkin Hana mendapatkan ngidam yang cukup posesif dengan ingin terus bersama suaminya.
"Makan ya, aku suapin." kata Gibran lagi.
"Iya, tapi kita suap-suapan ya." balas Hana lagi, dan Gibran hanya mengangguk.
Pada akhirnya keduanya makan dengan saling suap-suapan, tak lupa dengan Hana yang terus menerus memberikan usapan di tangan suaminya.
Dan jangan di tanya apa perasaan Gibran sekarang saat melihat tingkah istrinya yang semakin terlihat manja.
tentu saja Gibran senang dengan apapun yang Hana inginkan dari nya karena sejatinya Gibran sangat-sangat mencintai Hana.
Ia rasa tidak masalah jika Hana menjadi manja sekalipun, ini adalah pertama kalinya Gibran menjadi seorang Papa, dan Gibran berjanji jika dia akan menjadi Papa terbaik untuk anak-anak nya nanti.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Sedih aku tuh kemarin kan level stay di 8, tapi sekarang kok jadi level 6😭
__ADS_1
jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗