SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Jiwa hemat dan jiwa royal.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Kini Robert sudah sembuh, kaki nya kian membaik setelah melakukan beberapa pengobatan alternatif yang di saran kan dokter, dengan di temani istri dan calon bayi nya Robert akhirnya bisa kembali berjalan dengan lancar.


"Sayang.." panggil Anasya.


"Hemm."


"Kamu sibuk?" Anasya duduk dan menatap pria yang sedang bermain ponsel di depan nya itu.


"Nggak kok." Robert membenarkan posisi nya, dia mematikan ponselnya dan menyimpan ponsel nya di meja.


"Kamu mau makan lagi?" tanya Robert kini menatap wajah wanita cantik berkerudung yang perutnya kian membesar itu.


Terkekeh dia melihat istrinya yang semakin gendut, alih-alih dia jijik Robert malah semakin mencintai sang istri tercinta nya, apalagi sebentar lagi dia akan menjadi seorang Ayah.


Anasya menggeleng pelan, lalu menatap suaminya dengan pandangan lembut nya.


"Aku boleh belanja nggak? mau beli keperluan Baby." ucap Anasya meminta ijin.


Yang membuat Robert gemas dan mengecup singkat pipi sang istri yang kini sangat Chabby itu.


"Kamu gemesin banget sih sayang." terus memberikan ciuman di pipi istrinya.


Anasya mengerucutkan bibirnya sebal saat suaminya terus menggoda nya, dan melihat bibir yang menggoda itu membuat Robert kembali gemas dan mencium bibir sang istri.


Hemph..


Keduanya berciuman untuk beberapa saat, sampai akhirnya Anasya memukul pelan dada sang suami karena melihat salah satu bibi pembantu nya yang melewati sopa tempat duduknya.


"Tuh kan ada yang liat kan" Anasya mengembungkan pipi nya kesal.


"Biarin aja, mereka akan bungkam." kata Robert santai.


"Nyebelin!" kesal Anasya langsung pergi.


Melihat istrinya yang pergi Robert hanya diam saja, dia tau istrinya merajuk tapi dia malah berjalan ke arah dapur.


Sedangkan di kamar Anasya menghela nafasnya kesal saat tidak melihat suaminya, ternyata suaminya tidak mengikuti nya dan mungkin masih betah main ponsel, benar-benar menyebalkan sekali.


"Nggak peka ihk." Anasya menjadi bete.

__ADS_1


Niat nya ingin membuat suaminya masuk kamar tapi suaminya malah kembali asyik main ponsel, benar-benar menyebalkan.


Tiba-tiba ceklek..


"Cie yang ngambek.." suara Robert terdengar di ambang pintu.


Ehkk..


Anasya kaget, dia melihat ke belakang dan terlihat Robert yang sedang berjalan mendekati nya dengan membawa segelas susu kehamilan.


"Untuk istri tercinta ku." ucap Robert sambil tersenyum.


"Nggak mau." kata Anasya sambil mendudukkan bokong nya di tepi ranjang.


"Kata bibi kamu belum minum susu siang ini." kata Robert sambil mengusap pipi sang istri.


Anasya menghela nafas nya lagi, lalu melirik suaminya yang sudah membuatkan nya susu kehamilan, tidak mau membuat suaminya kecewa Anasya menerima gelas itu dan langsung meminum setengah nya.


"Habisin dong, aku buatnya pakai cinta loh." kata Robert so romantis.


"Iya, aku kan harus ngambil nafas lagi, baru di minum lagi" balas Anasya, lalu kembali minum susu nya sampai habis tak tersisa, ralat hanya menyisakan gelas nya.


Masa iya gelasnya di minum juga🤣


"Hallo sayang, cepat keluar ya nanti Ayah ajakin kamu keliling dunia." Robert mulai kembali mengajak calon bayi nya berbicara.


"Sabar sayang, hanya sebulan lagi kok." balas Anasya.


Tangan besar Robert menyentuh perut buncit Anasya, geli rasanya saat tangan itu dengan nakal nya mengusap perutnya.


"Sayang bayi kita nendang." Robert tersenyum.


"Dia tau kalau tangan Ayah nya yang pegang." lanjut Robert kembali tersenyum saat mendapatkan tendangan kecil di dalam perut istrinya.


Anasya terkekeh pelan saat melihat ekspresi suaminya yang selalu terlihat bahagia saat mendapatkan tendangan dari anak nya itu.


senang rasanya dia melihat kasih sayang suaminya yang sangat besar padanya.


Robert benar-benar sudah menjadi pria baik yang penuh kasih sayang, membuat Anasya merasa menjadi wanita yang paling beruntung memiliki pria sejuta pesona itu.


"Belanja nya mau sekarang atau nanti?" tanya Robert, kini mengadahkan pandangan nya pada sang istri.


"Terserah kamu aja sayang, aku ngikut aja." balas Anasya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau sekarang?" Robert berdiri.


Anasya mengangguk dengan senang nya, dan langsung ikut berdiri.


"Ganti baju dulu, yang simpel aja pake nya?" kata Robert, karena sekarang istrinya sedang memakai gamis yang panjang.


Anasya mengangguk lagi, dia berjalan ke arah almari lalu menekan tombol dan terlihatlah ruangan ganti yang penuh dengan pakaian-pakaian yang harga nya tidak bisa di hitung kan lagi, apalagi hampir semua yang ada di ruangan ganti itu adalah milik nya.


Sedangkan punya Robert? tentu saja saja suaminya juga memiliki ruang ganti sendiri yang lebih lengkap dan besar dari milik Anasya, baik itu pakaian formal ataupun non formal, semuanya lengkap di kamar sebelah.


Satu jam berlalu..


"Kamu perlu ini nggak?" tanya Robert.


Kini keduanya ada di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di tengah-tengah kota nya, keduanya sedang berbelanja keperluan bayi.


"Nggak kaya nya, itu terlalu banyak lagian dipakai nya cuman pas awal-awal aja." ucap Anasya sambil memilih celana-celana bayi yang menurut nya lucu.


Robert yang terlihat antusias itu berjalan mendekati pakaian stelan baju bayi yang menurutnya akan cocok dan lucu di pakai bayi nya.


"Sayang aku mau ini ya" Robert kembali membawa banyak pakaian stelan baju bayi.


Membuat Anasya yang memilih celana diskonan itu melongo, ini yang tidak dia sukai dari suaminya itu, Robert terlalu royal dan terkesan boros.


Bagaimana tidak Robert membawa setumpuk pakaian stelan baju bayi yang jangan di tanya lagi harga satu nya berapa, membuat jiwa miskin Anasya ingin menjerit rasanya.


"Banyak banget, jangan semuanya pilih tiga aja." kata Anasya sambil memasukan celana diskonan nya yang hanya empat warna itu.


Kali ini bukan Anasya yang mengeluhkan, tapi Robert yang kaget melihat celana yang harganya seharga dia membayar parkir.


"Ini ngapain sih ngambil celana ini." Robert kaget melihat harga nya yang ternyata 100 ribu isi empat.


Memasukan belanjaan yang dia pilih tadi ke troli, Robert memegang celana yang menurutnya sangat murah itu.


"Jangan ini, nanti anak kita gatal sayang." kata Robert.


"Mana ada begitu, aku dulu pakai celana bekas tetangga nggak gitu kok." sahut Anasya.


"Pokoknya nggak boleh." lanjut Robert.


"Kenapa sih, nggak akan gatal juga lagian ini bagus tau barang nya lucu harga nya nggak bikin sesak nafas juga." sahut Anasya kekeh.


Dan terjadilah adu argumentasi antara suami dan istri yang terus mempermasalahkan harga celana bayi, yang satu memiliki jiwa hemat dan yang satu lagi memiliki jiwa royal.

__ADS_1


🌹


__ADS_2