
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Anasya menghela nafasnya panjang, dia baru pulang dari Mall dan membeli bebarapa baju yang di belikan oleh Ibu Lisna.
dan tentunya semua itu di berikan secara cuma-cuma, ataupun gratis.
Dia harus membayar semuanya dengan sesuai keinginan ibu Lisna, besok Anasya akan mulai berpura-pura menjadi istri dari seorang Gibran.
Sedangkan istri sah nya? entahlah Anasya tidak tau apa yang akan di rencanakan para wanita jahat itu, yang dia harus lakukan sekarang hanya satu tidur awal agar besok nya di bangun dalam keadaan segar.
"Apapun yang terjadi besok bukan keinginan ku, aku hanya ingin melunasi hutang keluarga, tidak ingin yang lain." gumam Anasya sambil mencoba memejamkan matanya.
Tapi baru bebarapa detik Anasya memejamkan matanya dia malah membuka matanya, lalu mengubah posisinya menjadi duduk.
Tangan Anasya mengambil ponselnya yang ada di atas tempat tidur, Anasya mencoba mengusap layar ponselnya dan saat layar ponselnya terbuka terlihat wallpaper ponsel nya yang memakai foto dirinya dan sang kekasih..
"Maaf Daf, aku ngak bisa nepatin janji aku buat bisa sama-sama kamu terus." ucap Anasya sambil mengusap layar ponselnya lagi.
Dia melihat beberapa pesan yang belum terbuka, itu adalah pesan dari kekasihnya Dafa yang terus menanyakan keberadaan nya.
Anasya berbohong jika dia sudah putus dengan Dafa pada orang tuanya, Anasya tau kalau dia tidak melakukan nya mungkin saja orang tua Anasya lebih tepatnya bapak nya melakukan ancaman nya yaitu bapak nya akan membunuh Dafa jika Anasya masih melanjutkan hubungan nya dengan Dafa.
Ragu-ragu Anasya mencoba membaca pesan itu, dadanya sesak saat membaca pesan yang penuh kekhawatiran dari sang kekasih untuk nya.
"Maaf Daf, aku ngak bisa lanjutin hubungan ini lagi, aku mohon lupakan aku karena cinta kita hanya akan membuat kamu tersiksa." pesan itu Anasya kirimkan pada Dafa.
Tanpa menunggu balasan lagi Anasya langsung mengganti nomer nya dengan nomer yang di berikan ibu Lisna.
dia ingin Dafa tidak menghubungi nya lagi karena jika itu terjadi mungkin saja Anasya akan tidak sanggup melihat orang yang paling dia cintai itu tersiksa karena nya.
"Aku harap kamu paham Daf, maafkan aku." ucap Anasya, lalu merebahkan tubuhnya sambil terisak sampai akhirnya dia memejamkan mata nya dan tertidur karena kelelahan menangis.
Pagi harinya Anasya yang mendengar suara ketukan pintu itu langsung kaget, dia langsung berjalan untuk membuka pintu dan saat melihat siapa orang yang ada di balik pintu Anasya menegang karena takut.
"Kenapa buka pintu nya lama hah!" ibu Lisna menatap tajam Anasya.
"Mata kamu itu kenapa?." lanjut Ibu Lisna lagi dengan wajah galak nya.
Anasya terdiam takut untuk menjawab, dan hal itu membuat Ibu Lisna semakin kesal dan langsung menendang pintu.
__ADS_1
"Cepat mandi dan berpakaian yang cantik, saya tunggu kamu satu jam lagi." kata ibu Lisna lalu pergi meninggalkan Anasya yang tanpa sadar kembali mengeluarkan air mata.
"Kamu ngak cengeng, bangkit Anasya ini kehidupan yang kamu mau." gumam Anasya sambil mengusap air mata nya.
Beberapa menit berlalu..
Anasya sudah selesai mandi, dan kini tinggal lah berdandan. Anasya sengaja berpenampilan biasa, dia bahkan hanya memakai lipbam untuk bibirnya tentunya hal itu tidak membuat Anasya lebih cerah malah semakin terlihat seperti orang sakit.
Saat akan berdiri Anasya tiba-tiba melihat ranjang tempat tidur nya, dia mengigit bibir bawah nya pelan lalu menarik nafasnya panjang.
"Kalian adalah mimpi terburuk untuk ku, dan mungkin hari ini hari terakhir aku bisa tidur di atas kalian." ucap Anasya menatap tempat tidur nya.
Anasya berjalan keluar kamar, dan di saat dia akan belok ke ruang tamu di saat itu juga dia berpas-pasan dengan Bagas yang menatap nya dengan wajah dingin.
"Cih, penjilat."
"Apa maksud kamu!"
"Jangan so polos, kau pantas mendapatkan gelar itu."
"Dan kau pria berengsek!" ucap Anasya menatap tajam.
Bagas mendekati Anasya lalu tangan nya memegang pipi Anasya.
"Oh iya, satu hal lagi nanti malam saat suami pura-pura mu sudah tidur jangan lupa ke kamar ku ya, kakak ipar." lanjut Bagas sinis, lalu melepaskan tangan nya dari pipi Anasya.
"Sakit." ucap Anasya mengusap pipi nya yang terasa sakit.
Tapi alih-alih perduli Bagas malah berjalan begitu saja meninggalkan wajah kesal Anasya.
"Awas saja, setalah aku berhasil melakukan nya dia adalah orang pertama yang akan aku singkirkan." ucap Anasya menatap tajam ke arah punggung Bagas yang menjauh dari pandangan nya.
Dia memiliki kesan buruk saat bertemu dengan Bagas, dan Anasya tidak akan melupakan semua itu begitu saja.
"Anasya cepat!" suara Arselia di luar rumah sudah terdengar.
Membuat Anasya berlari ke luar rumah, dan saat dia akan masuk ke dalam mobil Arselia langsung mengucapkan kata pedas nya.
"Beg0 atau apa sih, liat Bu bibirnya si Anasya."
Ibu Lisna yang duduk di jok tengah itu langsung melihat ke kursi depan, dan dia melihat wajah pucat Anasya, membuat nya geram dan langsung mengeretakan gigi nya.
__ADS_1
"Apa kamu tidak punya lipstik hah!" kesal ibu Lisna.
"Maaf nyonya, tapi saya____" ucap Anasya terhenti karena Arselia langsung melemparkan lipstik ke kepalanya.
Membuat Anasya sedikit mengaduh sakit, karena lemparan itu cukup keras mengenai kepala nya.
"Pake itu, dan jangan di kembalikan." ketus Arselia.
"Cepat pake lipstik nya!" kata ibu Lisna.
Anasya ragu-ragu mengoles kan ke bibir nya, dan di saat bersamaan juga Arselia berdecak kesal.
"Jangankan kak Gibran, aku aja yang cwe ogah liat penampilan nya yang kaya zombie." lanjut Arselia lagi yang membuat Anasya melirik ke belakang.
"Apa! mau marah? dasar beg0."
Anasya menggelengkan kepalanya lalu kembali melihat ke depan lagi.
mobil mulai berjalan dengan kecepatan cepat, ibu Lisna mengambil ponselnya di tas nya.
Dan langsung menelpon seseorang.
"Bagaimana?."
"Semuanya berjalan sesuai rencana nyonya, target sudah dalam perjalanan ke bescamp."
"Bagus, jika kalian suka kalian bisa melakukan apapun pada wanita bodoh itu, tapi ingat selesai kan semuanya tanpa jejak."
"Baik nyonya."
Panggilan nya terputus sepihak.
Anasya yang mendengar kan obrolan antara ibu Lisna dan orang suruhan nya itu menjadi Ketakutan.
Dan hal itu di sadari oleh Ibu Lisna yang langsung tersenyum menyeringai.
"Semua itu juga akan terjadi pada mu jika kamu mencoba mengkhianati saya, jadi jangan coba-coba untuk melakukan pemberontak kan karena itu akan membuat hidup mu sia-sia." ucap Ibu Lisna santai.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️