
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Menjelang hari pernikahan Tara dan Darrel, Hana yang ingin turut dalam pernikahan adik tersayang nya itu sekarang tengah di perjalanan ke rumah Fallen, rumah tempat dimana adiknya tinggal sekarang.
"Kita harus membawa makanan kesukaan Tara, bagaimana menurut mu sayang?" tanya Hana.
"Bagus, aku setuju." sahut Gibran.
Sebenarnya Hana sudah membeli bebarapa hadiah untuk Tara, tapi Hana rasa ini masih belum cukup karena dia ingin adiknya mendapatkan segala nya.
Termasuk hal-hal yang belum pernah Hana berikan pada sang adik tersayang nya itu, seperti pakaian mahal, dan beberapa barang branded lain nya.
"Tara menyukai es cream, cake yang penuh dengan coklat dan juga bakso." kata Hana lagi.
"Kita akan membeli nya." balas Gibran sambil tersenyum.
Itulah yang Gibran suka dari istrinya kesederhanaan nya, tapi meskipun yang di minta istrinya itu mahal jelas Gibran akan memberikannya, apapun itu selagi membuat istrinya senang Gibran juga akan senang.
Saat melihat gerobak bakso di pinggir jalan Hana langsung meminta suaminya untuk berhenti, bukan hanya Tara yang menyukai bakso tapi Fallen sahabatnya itu juga menyukai makanan bulat itu.
"Bang bakso nya__" Hana terdiam sebentar nampak berpikir.
Sampai akhirnya..
"Bakso nya delapan ya." lanjut Hana.
"Di bungkus neng?" tanya tukang bakso.
"Nggak bang." sahut Hana lagi.
Membuat tukang bakso nya menatap Hana dengan wajah bingung nya.
"Yakin neng kuat delapan mangkok di makan sendiri?." tanya tukang bakso lagi.
Mendengar ucapan tukang bakso Hana terkekeh pelan.
"Nggak gitu juga bang, maksud saya di bungkus." jelas Hana lagi sambil terkekeh pelan.
Dan semua itu di lihat oleh Gibran yang ada di dalam mobil, matanya melotot saat istrinya tertawa dengan pria lain.
Gibran keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati Hana.
"Ada apa, kenapa kamu tertawa dengan pria itu sayang?" Gibran langsung melingkarkan tangannya di pinggang Hana.
Membuat Hana yang merasakan gerakan halus di perut nya itu langsung menatap suaminya.
"Nggak ada apa-apa, sudah lepaskan jangan di sini malu." kata Hana sambil melepaskan tangan Gibran yang melingkar di pinggang nya.
Gibran pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun, dan melihat itu Hana menyunggingkan senyuman nya, Hana tau suaminya itu pasti sedang cemburu.
"Dasar suami posesif." gumam Hana sambil menggelengkan kepalanya.
Setelah bakso nya di bayar Hana langsung masuk ke dalam mobil.
dia langsung duduk di jok depan, di samping suaminya.
"Kamu marah sayang?" tanya Hana.
Gibran tidak menjawab, dia malah menyalakan mesin mobil nya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Gibran masih kesal karena istrinya itu mengatakan malu saat dia memeluk pinggang sang istri.
"Maaf." ucap Hana, dia tidak tahan melihat suaminya marah padanya.
Apalagi melihat wajah yang di tekuk dan bibir yang seperti orang kesal itu, membuat Hana gemas ingin mencium ganas suaminya yang menggemaskan itu.
Gibran menghentikan mobilnya di pinggir jalan, lalu melirik Hana.
"Aku yang terlalu lebay." ucap Gibran.
Hana menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Nggak gitu, aku suka kamu yang cari perhatian, aku juga suka kamu yang pencemburu." sahut Hana sambil tersenyum.
Dan keduanya saling menatap, tak tahan di tatap terus Hana langsung bangkit dan mencium bibir suaminya.
keduanya berciuman selama beberapa detik sampai akhirnya Hana dan Gibran saling melepaskan tautan bibirnya.
"Yuk, adik mu sudah menunggu kehadiran kakak cantik nya." kata Gibran sambil tersenyum.
Hana mengangguk.
"Bukan hanya kakak nya yang cantik ini, tapi juga kakak iparnya yang hot dan gagah ini." kata Hana sambil tersenyum manis.
Setelah membeli makanan untuk Tara dan menghabiskan waktu setengah jam akhirnya mobil yang di tumpangi Hana dan sang suami sampai di halaman rumah Fallen.
"Sayang seperti nya aku mengenal pemilik rumah ini." kata Gibran.
Hana yang baru keluar itu menunggu suaminya, lalu berjalan bersama sang suami.
"Tentu saja kmu akan kenal, ini rumah pemilik perusahaan X, kamu pasti kenal suaminya Fallen kan pengusaha sukses." balas Hana menggantung. "Tapi meski begitu suami aku juga nggak kalah hebat nya dari suaminya Fallen." lanjut Hana sambil tersenyum.
Membuat Gibran mengusap kepala sang istri lembut, Hana selalu bisa membuat nya terbuai akan sikap manis yang di perlihatkan nya.
Hana memencet bel, sampai akhirnya pintu terbuka menampilkan sosok Fallen yang tersenyum lebar padanya.
"Waww, jadi ini suami hot yang kamu ceritain Han." Fallen langsung menghamburkan tubuh nya ke pelukan Hana.
Hana membalas pelukan dari Fallen, dan keduanya berpelukan beberapa menit, sampai akhirnya Fallen melihat Gibran yang nampak terdiam seolah menunggu kapan para wanita di depan nya berhenti berpelukan.
"Kenalin mas Gibran, dan Mas kenalin ini Fallen teman aku." kata Hana memperkenalkan keduanya.
Fallen dan Gibran berkenalan, tapi tidak lama karena karena Fallen langsung menyuruh Hana untuk masuk.
"Ini untuk kamu, nanti kita makan sama-sama ya." kata Hana sambil memberikan satu kantung kresek hitam berisi beberapa es cream, satu kresek berisi delapan bungkus bakso, dan satu box berisikan cake.
"Wah, makasih Han." Fallen langsung mengambilnya.
"Mbak.." Fallen memanggil bibi pembantu.
"Mbak tolong pindahin bakso nya ke panci ya biar pas mau makan nanti gampang tinggal angetin doang, terus tolong di masukin cake dan es cream nya ke kulkas." kata Fallen, selalu menggunakan kata tolong agar lebih sopan.
"Baik non." sahut bibi pembantu, lalu pergi dengan membawa makanan yang di bawa Hana.
Hana menatap sekeliling ruang tamu rumah Fallen, tapi dia tidak melihat sosok Tara, membuat Hana langsung melirik Fallen.
"Tara mana Fall?." tanya Hana lagi.
"Tara lagi main sama anak-anak, bentar ya aku panggilin Tara sambil ngambil minuman buat sahabat kesayangan." kata Fallen, lalu berjalan meninggalkan Hana.
Setelah kepergian Fallen Hana melirik suaminya.
"Santai aja kali sayang, kamu kok kaya malu-malu gitu." kata Hana sambil terkekeh.
"Aku takut adik kamu nggak suka aku." kata Gibran.
Mendengar itu Hana langsung tertawa, dan menggeleng kepalanya.
"Kamu akan tau setelah melihat adik aku, dia itu ba___" ucap Hana terhenti karena mendengar suara teriakan dari kejauhan.
Fallen datang membawa minuman, dan langsung menutup telinga nya karena mendengar suara teriakan Tara.
"Kak Hana!" teriak Tara.
Suara teriakan cempreng itu seketika membuat yang lain nya menutup telinga nya, begitupun dengan Gibran yang membelangi Tara.
"Heh cempreng, pelankan suaranya bikin malu aja udah mau nikah juga masih aja kaya bocah." dengkus Hana membuat Fallen terkekeh.
"Gitu juga adik kamu Han, inget." ucap Fallen mengingatkan.
Tara berjalan mendekati ketiga nya, dan langsung mendudukkan bokong nya di dekat pria yang sebenarnya belum dia kenali.
"Waw, kak Hana pinter nyari Daddy ya." ucap Tara tanpa sadar kagum pada pria di dekat nya.
"Tara!" kesal Hana.
__ADS_1
"Apaan sih kak, kakak mau nyembunyiin pernikahan kakak sampai kapan?, aku udah tau semuanya kali." jelas Tara.
Beberapa hari saat makan di cafe bersama Darrel calon suaminya Tara memang melihat kakak nya yang menggandeng tangan seorang pria, dan pria itu adalah pria di samping nya.
"Kakak ipar kok mau sih sama kak Hana yang galak." celetuk Tara melirik kakak iparnya.
"Kamu benar, kakak kamu memang galak. dan itu juga daya tarik kakak kamu yang buat aku jatuh cinta pada nya." jelas Gibran sambil tersenyum ke arah Hana.
Tara dan Fallen tergelak tawa mendengar ucapan pria yang berwajah datar tapi ternyata tidak se dingin yang keduanya pikirkan itu.
"Cie.. daya tarik srepet tetewww..." goda Tara sambil tertawa dengan tangan nya yang di gerakkan seperti Vidio viral yang sering dia tonton.
"Jantung aku kok deg-degan ya Tar, nggak nahan aduh!" Fallen ikut menggoda Hana.
Hana melirik suaminya yang tersenyum padanya, pipi nya bersemu merah karena ini pertama kalinya Gibran menggoda nya di umum.
"Kakak ipar istrinya malu-malu keong tuh." lanjut Tara.
"Mana ada malu-malu, kakak kamu itu kan___" ucap Gibran terhenti karena Hana menyela ucapan nya.
"Sayang!" ucap Hana dengan mata melotot.
Yang mana hal itu membuat Fallen dan Tara langsung tertawa cekikan.
"Sayang.. opo__" Tara malah nyanyi salah satu lagi yang sempat viral di tahun 2018.
Membuat Hana sebal lalu langsung bangkit dari duduknya, dan setelah itu langsung mengelitiki adik nya itu.
"Dasar adik nggak ada akhlak." kesal Hana sambil mengelitiki Tara.
"Haha.. ampun kak, ampun!" teriak Tara sambil tertawa karena geli.
"Nggak ada ampun buat anak nakal, dasar ya!" Hana terus mengelitiki perut adiknya membuat Fallen dan Gibran yang melihatnya ikutan tersenyum karena melihat tingkah Hana dan Tara yang lucu.
Setelah puas mengelitiki adiknya Hana menggeser Tara dan duduk di dekat suaminya.
membuat Tara mendengkus kesal dan melayangkan cubitan di paha kakak nya.
Awww !!
"Sakit Tara!" ringis Hana.
"Biarin!" cibir Tara lalu pindah ke sopa dekat Fallen.
"Dua hari lagi kamu nikah, jangan takut.." ucap Hana terhenti karena Fallen langsung menyela ucapan nya.
"Kamu nginep ya Han." Fallen mengalihkan topik pembicaraan, tidak mau Tara berpikiran negatif dan berpikir aneh, biarlah waktu yang menjelaskan, dan akan terbiasa setelah menikah.
Hana melirik Fallen dengan alis terangkat sebelah yang di balas Fallen dengan memberikan kode pada Hana, seolah mengatakan "Jangan".
Padahal Hana yakin adiknya tidak sepolos yang di pikirkan Fallen, apalagi Tara sudah beberapa kali mendapatkan seorang ciuman dari Darrel.
"Iya kita nginep iya kan sayang." Hana melirik suaminya.
Gibran hanya mengangguk kecil seolah mengiyakan ucapan istrinya.
yang membuat Tara langsung bersorak.
"Yes, nanti aku tanya-tanya tentang cara bikin suami betah di kamar ya." celetuk Tara yang membuat semua mata melotot ke arahnya dengan wajah tidak percaya.
Ralat, tidak semuanya terkecuali Hana yang nampak santai menanggapi ucapan adiknya.
"Tuh kan aku bilang juga apa, adik aku itu nggak sepolos itu kali Neneng." kata Hana yang langsung di angguki Fallen dan Gibran.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Mendekati Part dimana Tara nikah, Arr ketemu jodoh nya nggak ya😅
penasaran?
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1