SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Bertemu kembali.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Meniggalkan cerita kehamilan Hana yang penuh dengan cinta dan perhatian dari suami nya, di tempat berbeda ada juga ada Anasya wanita yang berharap bahagia setelah kepergian nya dari rumah penuh kenangan buruk itu.


Tiga Minggu berlalu, perut Anasya sudah terlihat lebih buncit, seperti biasnya Anasya mengusap perutnya sambil membuat bulatan di kalender yang ada di dinding nya.


Tinggal sisa satu Minggu terakhir, itulah harapan Anasya untuk kehidupan baru nya, dan dia sudah memberikan satu kesempatan untuk Robert, tapi jika pria itu masih belum kunjung menemukan nya itu tandanya Robert memang tidak serius dengan keinginan nya.


"Sabar sayang, Bunda masih akan menunggu Ayah mu, kita akan memulainya lagi." ucap Anasya sambil mengusap perutnya.


Benci nya sudah luntur, dia tidak mau egois untuk terus membenci pria yang menjadi Ayah dari anak di perut nya, tapi untuk kembali tanpa melihat perjuangan pria itu? Anasya tidak bisa.


Meski Anasya bisa menerima nya tapi tetap saja dia akan masih ketakutan dengan sikap Robert yang kejam, Anasya ingin dia berubah, dan perubahan itu tidak dia ingin lihat sekarang, Anasya ingin Robert berusaha sendiri.


Tok..tok..tok..


Suara ketukan pintu itu membuat perhatian Anasya teralihkan, dia langsung berjalan keluar dari kamar nya, lalu membuka pintu nya.


"Ehk ibu.." Anasya tersenyum ramah pada wanita yang dia kenal sebagai tetangga nya itu.


"Mbak Anas saya mau pesen kue kukus sama lapis legit dan gorengan nya ya buat arisan besok, bisa kan?" ucap wanita paruh baya itu.


Anasya tersenyum senang mendengar nya.


"Bisa Bu, berapa banyak Bu?" tanya Anasya ramah.


"Masing-masing 30 ya Mbak, sebenernya yang ikutan arisan nya itu cuman 24 ibu-ibu, tapi karena anak dan suami saya pada suka jadi saya pesan nya sekalian aja 30." jelas wanita paruh baya itu.


Setelah wanita paruh baya itu memberikan uang DP nya Anasya kembali menutup pintu nya, lalu mendudukkan bokong nya di kursi plastik yang ada di ruang tamu minimalis nya.


"Alhamdulillah sayang kita dapat orderan lagi, Bunda jadi bisa nabung deh buat lahiran kamu." ucap Anasya sambil tersenyum.


Sebenar nya Anasya sedang tidak enak badan, setelah pulang dagang kemarin Anasya terus merasa mual, dan itu cukup mengganggu nya karena Anasya merasakan sakit kepala nya.


Tapi untuk menolak orderan dari tetangga nya dia tidak bisa, ia membutuhkan banyak uang untuk kehamilan nya, selain itu Anasya juga harus bisa membeli susu kehamilan karena bagaimanapun Anasya ingin anak di dalam kandungan nya tidak kekurangan apapun, termasuk vitamin untuk kesehatan calon bayi nya.

__ADS_1


Di tempat lain di Apartemen nya nampak Robert sedang duduk di kursi roda nya, sekuat apapun dia mencoba berusaha tapi tetap saja Robert tidak bisa berjalan dengan lancar.


Kaki nya tidak bisa berjalan dengan cepat seperti yang dia harapkan sebelumnya, dan yang membuat nya sedih adalah waktu yang Anasya berikan hanya tinggal beberapa hari lagi.


"Apa dia akan mengerti jika aku mencarinya dengan menggunakan orang lain?" gumam Robert.


Di lihatnya kaki nya yang masih terlihat sama, meski sudah mencoba belajar dengan penuh semangat pun tapi tetap saja kaki nya tidak semudah itu cepat sembuh nya.


Semuanya butuh proses, dan kesembuhan kaki nya mungkin tidak akan bisa pulih sesingkat waktu yang di berikan oleh Anasya, tapi meski begitu Robert juga tetap tidak tinggal diam, dia tetap mencoba mencari keberadaan Anasya.


Tiba-tiba ponselnya berdering, membuat Robert langsung mengangkat telpon nya.


"Hallo.." ucap Robert.


"Bos nyonya Anasya sudah di temukan." suara seorang pria terdengar di sebrang telpon, pria itu adalah salah satu bodyguard nya.


"Dimana kalian menemukan nya?" tanya Robert senang.


"Nyonya Anasya sekarang tinggal di kontrakan daerah X, nyonya berjualan kue keliling tuan." jelas seorang pria di sebrang telpon.


Kasihan dan juga sedih, jika saja Anasya tidak pergi mungkin Anasya akan mengalami nasib seperti itu, tapi jelas itu bukan karena kesalahan Anasya.


Semua ini adalah kesalahan nya sendiri, seharusnya dia memang tidak bersikap terlalu kejam, yang membuat wanita yang bersama nya menjadi takut pada nya.


"Beli semua dagangan nya, dan kalau perlu kalian membeli nya dengan harga tinggi." kata Robert lagi.


"Baik tuan, saya akan melakukan perintah anda." balas pria di sebrang telpon nya.


Setelah itu Robert mematikan ponselnya, wajah nya terlihat jelas jika dia sedang sedih dengan nasib wanita yang mengandung calon anak nya itu.


"Aku akan menemui mu." gumam Robert sambil memencet remote yang ada di pinggir ranjang nya.


Dan datanglah dua pria yang datang mendekati nya.


"Bantu aku bersiap-siap." kata Robert.


"Baik tuan." sahut keduanya kompak.

__ADS_1


"Aku akan menemukan mu Anasya, tunggu Ayah sayang, Ayah akan menemukan kalian berdua." batin Robert, lalu mulai di bantu berpakaian.


Di perjalanan nya Robert terlihat sangat gelisah, dia tidak bisa membayangkan ekspresi apa yang Anasya perlihatkan saat bertemu dengan nya lagi.


Apakah wajah sedih, atau marah, Robert tidak tau, tapi meski begitu ia akan tetap menemui Anasya, dia ingin meminta maaf dan berharap Anasya mau kembali dengan nya.


"Berhenti di gerai yang menjual bunga." kata Robert.


"Baik tuan." sahut bodyguard.


"Semoga dia suka." gumam Robert sambil tersenyum.


Harapan hidup bahagia nya semakin bertambah, setiap wanita pasti menyukai bunga dan Robert berharap jika bunga yang di bawa nya nanti akan meluluhkan hati Anasya yang membeku untuk nya.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya mobil Robert berhenti tepat di gang kecil yang entah akan berakhir di mana.


"Berikan tongkat nya, aku akan berjalan di bantu dengan tongkat." kata Robert.


"Tapi tuan bukan nya dokter bilang jika kaki anda masih harus menggunakan kursi roda?" salah satu bodyguard nya tidak setuju dengan permintaan majikan nya.


Robert menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa, aku tidak mau membuat kalian kerepotan lagi, aku akan menjemput kebahagiaan ku sendiri." jelas Robert lagi, membuat kedua Bodyguard nya tersenyum mendengar nya.


Keduanya senang melihat banyak perubahan Robert, bukan hanya menjadi pengertian tapi Robert yang sekarang bisa lebih memahami perasaan orang-oranh yang bekerja dengan nya, tidak sekejam dulu lagi.


Robert berusaha berjalan meski kaki nya itu masih terasa kaku dan sakit untuk di gerakan, tapi meski begitu Robert tetap berusaha berjalan untuk segera sampai ke kontrakan yang di tempati Anasya sekarang.


Sampai akhirnya..


__________


🌹🌹🌹🌹🌹


Seperti biasa cerita nya nggak terus monoton satu peran, semoga aja nggak bosen ya🤗


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗

__ADS_1


__ADS_2