SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Tara menginap.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Seperti yang sudah di janjikan malam ini di rumah Hana kedatangan Darrel dan Tara, kini mereka nampak sedang makan lesehan di lantai yang beralasan karpet.


Meski terkesan sederhana tapi ke empat nya nampak menikmati makanan nya dengan khitmat, apalagi semua makanan nya itu di masak oleh Hana.


"Mau ini nggak dek?" tanya Hana menawari Tara.


"Boleh." sahut Tara melirik kakak nya, lalu melirik suaminya yang masih fokus dengan makanan nya.


"Kakak mau nggak?" Tara balik menanyai suaminya.


Dan Darrel hanya mengangguk kecil sebagai jawaban, membuat Tara langsung mengambil makanan nya, dan mengisikan ke piring nya dan piring suaminya.


Hana pun takalah ikut mengambilkan makanan untuk suaminya, dan Gibran yang mendapatkan makanan itu langsung tersenyum.


"Makasih sayang." kaga Gibran.


"Sama-sama." sambil tersenyum Hana membalas nya.


Setelah selesai makan mereka berempat pindah tempat di dekat tv, dengan alas yang sama yaitu karpet bulu-bulu Hana nampak merebahkan tubuhnya di depan tv, kepalanya dia sengaja di taruh di paha suaminya karena Hana merasa nyaman.


Sedangkan Tara sendiri dia nampak sedang bersandar di dada suaminya, kenyamanan untuk Tara adalah saat dia merasakan cepat nya detak jantung suaminya untuk nya.


"Anak kakak nanti cwe atau cwo sih?" tanya Tara kepo.


Dia hanya tau kakaknya yang sudah membuncit besar, dan dia juga sudah lama tidak berkunjung karena Tara juga sibuk mempersiapkan ujian sekolah nya, dan hari ini pun dia mengunjungi kakak nya sekalian menginap karena besok adalah hari libur.


"Kata dokter sih bayi nya malu buat liatin jenis kelamin nya." balas Hana.


Tara manggut-manggut kecil mendengar jawaban dari sang kakak.


"Tapi kalau di suruh milih kakak mau cwe atau cwo?" tanya Tara lagi, masih kepo.


Hana terdiam sebentar, lalu menatap ke atas dimana Gibran sedang menatap nya, dan jangan lupakan tangan suaminya yang kini masih sibuk mengelus perut nya itu.


"Kakak dan suami kakak ngikut aja sedikasih nya, mau cwe atau cwo kakak tetap bahagia, yang penting bayi nya sehat." balas Hana lagi.


"Kamu sendiri gimana dek? kalian udah program belum?" lanjut Hana balik bertanya.


Membuat Tara menatap suaminya.


"Kita nggak program, kita nunggu di kasih aja mau kapan pun itu kita udah siap." balas Tara bijak.

__ADS_1


Meski masih 17 tahun tapi Tara sudah siap jika dia harus hamil di usia muda nya, selain itu karena pilihan nya yang sudah memilih menikah muda Tara juga ingin suami nya lebih menyayangi nya.


Yang dia lihat saat Fallen hamil ketiga keponakan pun Kakak iparnya itu mendapatkan perhatian dari semua orang, dan Tara ingin itu.


tapi alasan untuk segera hamil tentu bukan hanya karena ingin perhatian saja tapi Tara juga sudah siap lahir batin nya untuk menjadi seorang ibu.


"Bagus, itu baru adik kakak." kata Hana lagi.


"Nanti kalau punya anak cwe jodohin sama bang Syaka ya kak, biar jadi besan kak Fallen." celetuk Tara.


Membuat Gibran dan Hana yang mendengar nya langsung bertatapan.


"Nggak!" ucap keduanya kompak.


"Anak sultan loh kak." lanjut Tara lagi, di angguki Darrel.


Hana dan Gibran masih menggelengkan kepalanya, bukan mereka tidak suka jika anak nya dan anak Fallen nanti bersatu, tapi mereka tidak ingin memaksakan keinginan sendiri.


"Kamu mau nanti anak kakak jadi korban ibu bapak nya kaya kita, kalau kakak sih nggak mau, di paksa kan nggak enak." kata Hana.


Membuat Tara yang mendengarnya mengangguki ucapan kakak nya, karena dia juga adalah korban yang hampir saja di kasih nikah sama aki-aki, untung Tara pintar dan bisa kabur, jika tidak sudah di pastikan malam-malam nya akan horor karena berhadapan dengan aki-aki bau tanah, bukan pria hot Daddy seperti suaminya.


"Ngeri ya kak, nggak kebayang kalau harus satu kamar sama aki-aki." kata Tara sambil menciumi tangan suaminya.


"Iya, kakak juga nggak bisa bayangin kalau kakak nikah sama si aki-aki pasti nggak enak tuh pas___" ucap Hana terhenti karena Gibran menutup bibirnya dengan tangan nya.


Membuat Hana terkekeh pelan lalu membenarkan posisinya.


dia tau suaminya pasti akan mengatakan jika ibu hamil tidak boleh berbicara fulgar seperti itu, pamali.


"Kalau nikah sama Hot Daddy menantang ya kak, apalagi ganteng kaya suami aku ini.. uuuh gemes nya." Tara sangat suka saat meraba bagian bulu-bulu halus yang ada di dagu suaminya.


Obrolan kedua pasangan itu harus terhenti karena Hana yang sudah mengantuk, sedangkan Tara yang masih terjaga nampak saling berbagi kehangatan dengan suaminya di balik selimut.


"Kalau buka suara di sini kedengaran nggak kak ke samping." tanya Tara.


"Kamu mau kita buat anak di sini?" tanya balik Darrel.


Tara mengangguk cepat.


"Kita harus pakai semua tempat yang kita kunjungi, itung-itung pas anak kita nanti lahir kita punya banyak pengalaman." balas Tara sambil menyibakkan selimutnya.


Darrel membenarkan posisi nya menjadi menghadap sang istri kecilnya,


saat akan menarik Tara ke pelukan nya tiba-tiba saja perutnya melilit, membuat Darrel langsung melotot di sertai keringat dingin di wajan nya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Tara aneh.


"Sayang sepertinya aku ingin___" ucap Darrel terhenti karena perutnya semakin terasa sakit.


"Ayo aku antar." ucap Tara sambil membawa ponsel nya.


Keduanya berjalan keluar kamar, tapi saat sampai di kamar mandi Darrel kembali keluar dari kamar mandi.


"Ada apa?" tanya Tara.


"Aku tidak bisa jongkok." kata Darrel.


"Astaga!!" Tara menepuk pelan kening nya, dia lupa jika dia memiliki suami bule setengah.


Meskipun lahir di Indonesia tentu saja Darrel masih tidak bisa melakukan nya, karena sejak kecil Darrel tidak pernah merasakan hidup biasa saja, dia terlahir kaya tanpa tau rasanya hidup biasa saja.


"Sayang aku tidak tahan." suara Darrel setengah menahan.


"Tidak ada cara lain sayang, jongkok saja aku yakin kamu pasti bisa, kamu kan hebat nanti aku tambahin jadi 5 ronde deh." celetuk Tara asal bicara.


Membuat Darrel yang mendengarnya menarik nafasnya panjang, lalu melihat ke dalam kamar mandi lagi.


"Demi 5 ronde." gumam nya.


"Semangat! sayang.." kata Tara sambil menguap.


Pintu tertutup, Tara yang melihat itu memilih memainkan ponselnya, tapi baru juga beberapa menit tiba-tiba Tara mendengar suara orang jatuh, kemudian terdengar suara suaminya.


"Sayang handuk.."


"Iya, tunggu"


Meski bingung Tara tetap membawakan handuk untuk suaminya, dan setelah memberikan handuk nya setelah beberapa menit keluar lah Darrel dengan langkah nya yang seperti menahan sakit.


Dan jangan lupakan handuk kecil yang menutupi bagian pinggang nya saja itu, membuat Tara tidak tahan untuk tertawa.


"Apa yang terjadi?" tanya Tara sambil tertawa kecil.


Meski sebenarnya Tara tau jika suaminya itu baru saja jatuh.


"Aku jatuh, nanti tolong pijatin ya pinggang ku sakit." kata Darrel lalu berjalan seperti kakek-kakek masuk ke kamar nya.


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️🤗


__ADS_2