SALAH RANJANG (Pria Buta)

SALAH RANJANG (Pria Buta)
Pernikahan Tara#1


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Malam harinya Hana yang baru selesai makan sate nampak kekenyangan.


dia masuk ke kamar tamu lalu mendudukkan bokong nya di pinggir ranjang.


"Semoga acara pernikahan Tara besok lancar." gumam Hana sambil tersenyum.


Tidak bisa mengatakan seberapa besar nya kebahagiaan nya sekarang.


adik kesayangannya sudah akan menikah dengan pria pilihan nya, dan tentu sebagai seorang kakak Hana sangat bahagia karena adiknya tidak mau pacaran dan memilih menikah muda.


Menghindari zinah dan memilih untuk menyempurnakan ibadahnya dengan mengambil keputusan untuk menikah di usianya yang masih 17 tahun itu.


Hana melirik jam di nakas yang memperlihatkan sudah jam 11 malam, dia mengerutkan keningnya aneh karena suaminya masih belum masuk ke kamar.


Tiba-tiba..


Ceklek..


Pintu terbuka memperlihatkan sosok suami tercinta nya, Hana tersenyum melihat Gibran yang berjalan mendekati nya.


"Belum tidur?" tanya Gibran duduk di samping sang istri.


"Belum, nungguin kamu." sahut Hana sambil tersenyum.


Hana memeluk suaminya, lalu melingkarkan tangannya tangan nya di pinggang sang suami tercinta.


"Besok Tara nikah, aku deg-degan sayang." kata Hana.


Gibran membelai rambut Hana dengan lembut.


"Memang nya apa yang kamu pikirkan?" tanya Gibran.


Hana menghela nafasnya, lalu..


"Ibu, bapak, aku takut mereka mengacaukan acara pernikahan Tara." jelas Hana.


"Sekarang aku tanya kenapa istri ku yang cantik ini berpikiran seperti itu?" tanya Gibran mengusap kedua pipi istrinya dengan lembut.


"Karena yang mereka inginkan hanya uang." sahut Hana tanpa filter.


Ya karena itulah yang ada di otak keluarga nya, uang-uang dan uang, hanya itu yang Ibu bapaknya inginkan dari anaknya, bahkan kesan terkahir bertemu ibu bapaknya pun mereka malah asyik dengan uang dari Hana, tidak dengan bahan makanan seperti sembako yang Hana beli dengan penuh semangat tinggi itu.


Gibran memeluk istrinya, lalu mencium lembut pipi sang istri.


Cup..


"Beri mereka kesempatan, jangan sampai kamu menyesal seperti aku." kata Gibran memberi pengertian.

__ADS_1


Dia juga menyesal pindah, meski Gibran memiliki cinta dan kebahagiaan di rumah sederhana nya, tapi tetap saja Gibran merasa bersalah telah meninggalkan ibu nya sendirian sampai akhirnya ibu dan adiknya meninggal karena kecelakaan itu.


Hana menatap suaminya dalam, apa yang di ucapkan suaminya memang benar.


meski Hana mengatakan dia membenci sikap ibu dan bapak nya, tapi tetap saja naluri nya mengatakan jika dia menyayangi ibu dan bapak nya.


"Kamu benar, aku akan memberikan mereka kesempatan, tapi jika mereka melakukan hal yang akan membuat Tara malu aku nggak akan bisa kasih kepercayaan ku lagi." kata Hana lagi, lalu membalas pelukan suaminya.


Keduanya berpelukan sampai akhirnya setelah beberapa menit berpelukan Hana dan Gibran saling memandang, naluri keduanya langsung membawa keduanya untuk berciuman.


Ciuman yang lembut dan lama kelamaan menjadi ciuman yang sangat panas sampai akhir nya keduanya menghentikan aksinya.


"Kamu yakin?" hanya Gibran.


Hana mengangguk.


"Tentu saja, aku ingin sangat ingin." jawab Hana sambil melingkarkan tangannya di leher suaminya.


Dan pada akhirnya keduanya melakukan nya.


Sedangkan di tempat lain nampak Arr yang baru membuka ponselnya dan melihat motif pesan sebuah undangan dari istri bosnya.


"Jenn ini bukan nya alamat nona Tara ya?" tanya Arr.


Jenn yang sedang bermain game itu melirik ponsel kakak nya lalu mengangguk.


"iya, itu alamat gedung nikahan nona Tara sama tuan Darrel." jelas Jenn, lalu kembali fokus pada ponselnya.


"Dunia benar-benar sempit ya." gumam Arr sambil menatap layar ponselnya.


Pantas saja Arr merasa seperti melihat Hana di dalam diri Tara, wajahnya dan sikapnya juga sama, dan sekarang ternyata Hana adalah kakak dari Tara si gadis ceria, benar-benar tidak bis di percaya.


"Jenn kakak akan tidur, kamu kapan akan tidur ini sudah malam." kata Arr.


Jenn melihat jam yang masih menunjukan pukul 11 malam lebih.


"Nanggung kak, nunggu jam 12 aja." sahut Jenn kembali fokus pada layar ponselnya.


Arr yang sudah mengantuk memilih ke kamar nya, dan meninggalkan Jenn yang sendirian di sopa dekat tv.


Semula Jenn masih santai bermain game sampai akhirnya ada notif pesan yang dikirimkan Juan pada nya.


"Ganggu aja." kesal Jenn.


Tapi meski kesal Jenn tetap membuka pesan yang di kirim Juan, sampai akhirnya mata Jenn melotot melihat isi pesan yang di kirimkan Juan ternyata hanyalah omong kosong.


Si bawel.


"Selamat malam Jenn, jangan lupa baca tidur ya, Mami aku bilang kalau tidur nggak baca doa nanti tidurnya bisa di ganggu hantu loh."


"Apaansih, dasar anak Mami." gerutu Jenn, enggan membalas nya.

__ADS_1


Tring..


Pesan kedua datang.


Si bawel.


"Kok cuman di baca doang sih Jenn, nggak di masukin ke hati atau di kunci pake gembok biar nggak kabur gitu?."


Jenn semakin melotot melihat omong kosong Juan yang menurutnya sangat sangat lebay.


Tring..


Untuk ketiga kalinya Jenn membaca dengan malas sampai akhirnya dia merinding.


"Jenn itu di belakang kamu siapa, rambutnya panjang amat, mana muka nya serem lagi."


Isi pesan terakhir itu membuat Jenn langsung merinding, matanya melihat kesana ke mari dan saat Jenn akan berjalan ke kamarnya tiba-tiba kamar Arr terbuka.


AAAAAA !!


Teriak Jenn histeris.


Bagaimana tidak di saat dia sedang merinding dan ketakutan dia malah melihat Arr kakak nya yang memakai masker wajah hitam, seperti hantu.


Arr yang memakai masker itu melirik adiknya dengan wajah aneh, lalu berjalan ke dapur tanpa menghiraukan tatapan kesal Jenn yang hampir jantungan itu.


"Kakak !!" teriak Jenn masih kesal.


"Berisik! " teriak Arr di dalam kamar mandi.


"Aku kaget!" kata Jenn lagi.


Arr yang baru keluar kamar mandi itu berjalan mendekati Jenn.


"Tidur, besok kita harus ke salon." kata Arr, lalu masuk ke kamar nya dan terdengar suara klik pintu terkunci.


Jenn melongo mendengar kata salon yang keluar dari bibir kakaknya.


sejak kapan kakaknya jadi suka ke salon? mungkin untuk maskeran wajah masih wajar tapi salon?.


Kakak nya sangat anti dengan tempat seperti itu.


"Jangan-jangan kak Arr punya gebetan, jadi kepo siapa yang akan jadi calon kakak ipar aku." gumam Jenn sambil tersenyum.


"Pokoknya siapapun dia, pria pilihan Kak Arr aku akan mendukung mereka 100 %" lanjut Jenn, lalu masuk ke kamar nya.


________


🌹🌹🌹🌹🌹


Mendekati jodoh🤣

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2