Saling Cinta Setelah Menikah

Saling Cinta Setelah Menikah
25 : Berusaha Melindungi


__ADS_3

Sebelum pergi, Kim sudah lebih dulu mempertimbangkan nasib Ryuna yang sengaja tidak ia ajak. Terlebih karena Sonya absen tidak mengajar, Ryuna harus bekerja dua kali-lipat. Ditambah lagi, sambil mengajar pun, selain menjaga Kim yang sedang sakit, Ryuna juga sempat-sempatnya memasak untuk para mahasiswa agar Kim tidak melakukannya.


“Pamanku dan Candra yang akan menemani kamu pulang ke pondok putri. Tolong kabarkan juga kedatangan kami, setelah kami selesai urus mbak Rukmi,” sergah Kim meyakinkan sang istri sambil berbisik-bisik.


Ryuna jadi sibuk menggeleng. Ia bahkan refleks menggenggam tangan kiri Kim menggunakan kedua tangannya. “Kalau sampai kejadian kayak kemarin, sementara kamu lagi sakit.” Itulah yang Ryuna pertimbangkan. Ia menyayangi suaminya, ia tak mau suaminya berjuang sendiri. Terlebih semenjak mereka menikah dan Kim pun sudah langsung bertanggung jawab, baik dari segi menjaga bahkan memberinya uang, sejak saat itu juga, Ryuna yang sempat terbiasa hidup sebatang kara, merasakan kembali apa itu keluarga dalam wujud pasangan.


“Kenapa kita enggak minta bantuan dosen saja? Kejadian Sonya, dan semua hal janggal di sini harusnya bisa bikin KKN kita dipercepat. Andaipun kamu ingin tetap bantu urus pembangunan desa ini, di luar KKN pun kita tetap bisa bantu. Termasuk aku yang bakalan bantu anak-anak di sini dalam belajar. Sekarang, pokoknya yang penting urusan KKN kita kelar, dan kita pun selamat,” bisik Ryuna kepada Kim. “Biar kita sama-sama lulus, wisuda tanpa mengulang. Apalagi aku takut, ada hal yang bikin pernikahan kita diungkit buat senjata agar kita tunduk. Soalnya, logikanya ya, kok mbak Rukmi dan pak kades sekeluarga tiba-tiba baik banget ke kita. Hanya ke kita—ini beneran harus digaris bawahi karena tadi pagi, kamu juga dikasih nasi kuning khusus seperti jatahku dari mbak Rukmi. Sementara sejauh ini, hanya mereka yang tahu mengenai pernikahan kita. Aku jadi mikir, mbak Rukmi naksir ke kamu, karena enggak mungkin juga dia naksir aku.”


Salah satu alasan Ryuna jauh lebih menarik dari wanita lain di mata Kim, tentu karena otak Ryuna yang encer. Cara pikir Ryuna, juga kenyataan Ryuna yang tak pernah tebar pesona apalagi kecentilan, menjadi keistimewaan tersendiri di mata Kim. “Anehnya semua dosen yang harusnya ke sini juga sakit, jadi memang belum bisa melakukan tinjauan,” bisik Kim tanpa perubahan berarti, seolah tidak terjadi interaksi antara dirinya dan sang istri.


Detik itu juga Ryuna terdiam. Ternyata sang suami sudah melangkah jauh, mengupayakan yang terbaik untuk mereka.

__ADS_1


“Semua dosen yang harusnya melakukan peninjauan ke sini selalu mendadak sakit. Terakhir pak Hendru, kakinya patah setelah tabrakan dan jatuh dari motor. Lima dosen dalam satu minggu ini mendadak sakit,” bisik Kim sembari mengeratkan genggaman mereka.


Setelah melakukan pertimbangan, akhirnya Ryuna tetap ikut bersama mereka karena pak kades yang panik juga sudah sangat tidak sabar. Kedua pengawal Kim yang Kim kenalkan sebagai pamannya juga turut serta.


“Kalau keduanya paman Kim, kok paman malah mirip pengawal? Memangnya mereka enggak kerja? Memangnya mereka enggak butuh makan atau punya keluarga yang harus dihidupi?” pikir Ryuna jadi merasa janggal kepada kedua pengawal Kim yang ia kenal sebagai paman dari suaminya itu. Risiko menikah dengan orang yang sebelumnya sama sekali tidak ia kenal, mengenai kehidupan Kim termasuk keluarga pun, memang belum ia ketahui.


Sampai di rumah pak kades, suasana di sana terbilang horor. Rasa dingin menyapa setiap kulit mereka yang baru datang, meski mereka kompak memakai jaket. Keadaan Rukmi benar-benar mengkhawatirkan meski wanita itu tak sampai bentol-bentol layaknya cacar mony*et lagi. Sang ibu menemani di sebelah, tanpa ada adegan bacaan doa apalagi mengaji. Wanita berkulit sawo matang itu hanya terisak pedih sambil menatap sedih sang putri.


Namun tiba-tiba saja, Rukmi terbangun dan sudah langsung menatap kepada Ryuna. Seolah Ryuna memiliki medan magnet yang membuatnya langsung tertarik. Layaknya binat*ang bua*s, ia merangkak agak loncat dan nyaris mener*kam Ryuna. Kim lah yang mental karena Kim yang masih menggandeng Ryuna sengaja menghalangi. Namun sekali lagi, dengan cepat layaknya macan, Rukmi kembali merangkak dan hendak mener*kam Ryuna.


“Mbaknya lagi mens, ya?” tuding pak RT yang ada di sana.

__ADS_1


Ryuna sudah langsung menggeleng karena bisa ia pastikan, ia tidak mens, bahkan sekadar tanda-tandanya.


“Jangan bohong, Mbak. Ini demi kebaikan bersama!” todong pak RT si paling gampang sewot.


Terseok-seok, Kim yang masih sesak napas dan dituntun seorang pengawalnya, mengamankan sang istri. Kim memeluk erat Ryuna yang detik itu juga langsung memeluknya. Ryuna terlalu syok dengan kejadian sekarang apalagi ia melihat dengan kepala dan matanya sendiri, jemari tangan Rukmi mendadak berbulu, memiliki kuku tajam layaknya macan. Tak kalah mencolok, wanita itu juga sampai memiliki taring, meraung-raung benar-benar mirip suara Dodo ketika pura-pura kesurupan. Hanya saja, kali ini Rukmi sampai benar-benar menjelma, bukan pura-pura.


“Pak RT ya. Dari awal selalu bur*uk sangka! Lama-lama saya rukiah juga! Kalau keadaan di sini sudah begini, semuanya beneran wajib dirukiah, dibersihkan!” tegas Kim yang kali ini benar-benar marah.


Kim bahkan Ryuna sadar, mengubah wilayah keluar dari paham yang selama ini menjadi bagian dari adat, budaya, bahkan kepercayaan, sangat tidak mudah. Masalahnya jika keadaan sudah seperti sekarang, mereka benar-benar tidak memiliki pilihan lain, terlebih mereka masih menjadi bagian di sana.


Hanya saja, ada pemandangan mencolok di sana. Sebab Rukmi yang tak lagi mengamuk mengincar Ryuna, justru termangu kepada Dodo yang mendadak mendekat, menghampiri Rukmi. Perlahan tapi pasti, Rukmi yang awalnya mirip macan juga kembali ke wujudnya yang normal.

__ADS_1


Kebersamaan kedua sejoli tersebut sudah langsung menjadi bahan tontonan. Semuanya termasuk pak Kades dan pak RT si raja bac*ot bin ngeyel, terbengong-bengong.


“Ini kenapa lagi, ya Alloh. Benar kata Kim, semuanya wajib dirukiah. Kalaupun mereka tetap menolak, mau enggak mau kami yang harus angkat kaki dari sini!” batin Ryuna. Tak kalah membuatnya bertanya-tanya, kenapa tadi Rukmi mengincarnya, hingga pak RT menuduh ya sedang mens?


__ADS_2