Saling Cinta Setelah Menikah

Saling Cinta Setelah Menikah
62 : Baby Boy!


__ADS_3

“Begini?” lirih Ryuna sambil memberikan laptop Kim dan layarnya dalam keadaan menyala, kepada pemiliknya.


Kim yang awalnya membelakangi Ryuna sudah langsung balik badan. Hari ini, mereka kembali bersama-sama ke kantor pusat. Seperti kemarin, hari ini keduanya kembali mengungsi di ruang kerja pak Helios yang memang jauh lebih luas sekaligus memiliki fasilitas lengkap.


“Oke. Makasih ya ...,” ucap Kim yang kemudian mengec*up gemas kening Ryuna.


“Punggungku enggak enak. Aku lurusin punggung dulu yah, Mas.” Ryuna berangsur bering dengan hati-hati. Ia berbaring agak miring ke kiri dan menghadap Kim.


“Enggak nyaman banget? Mau periksa saja?” tanya Kim yang sudah buru-buru menyisihkan laptopnya.


Ryuna yang memang tampak kurang sehat, berangsur menggeleng. “Kan memang jadi aktif banget kalau kita lagi duaan, Mas.”


Mendengar itu Kim juga baru ingat perihal janin di perut Ryuna yang sangat cemburu kepadanya. “Lagian apa salahnya sih Dek, kalau Papah sama Mamah duaan apalagi mesra!” ucap Kim benar-benar gemas seiring tangan kanannya yang sampai mengusap-usap kasar perut Ryuna.


Ryuna langsung terbahak karenanya. Terlebih tampang Kim benar-benar terlihat dendam.


“Masa iya, sama Papah saja cemburu. Gimana nanti kalau kamu punya pacar bahkan istri?!” lanjut Kim sampai mencubit perut Ryuna.


“Sayang, sakit ih ...,” rengek Ryuna yang masih belum bisa menyudahi tawanya.


Tak beda dengan Ryuna, Kim juga jadi tertawa, sebelum akhirnya ia justru memeluk Ryuna.

__ADS_1


“Ke papahnya saja cemburu, apalagi kalau sudah punya pacar terlebih istri? Itu kan Mas banget. Iya, kan?” ucap Ryuna sengaja menyindir suaminya yang makin kesulitan menyudahi tawa sambil terus memeluknya.


Kim tak berniat menepis anggapan sang istri karena biar bagaimanapun, apa yang Ryuna katakan memang benar. Karena pada kenyataannya, kepada papah dan adik laki-lakinya saja, Kim memang cemburu.


Hadirnya Brandon yang melangkah loyo memasuki ruang kerja di sana, sudah langsung mengusik Ryuna maupun Kim. Alasan Kim dan Ryuna langsung diam, menepi dari kebahagiaan sekaligus keromantisan mereka lantaran ekspresi Brandon yang sangat sedih cenderung terpukul. Namun mereka sudah langsung ingat bahwa hari ini, harusnya Brandon mengetahui pelaku gun*a-gun*a bahkan pele*t kepadanya.


Berbeda dengan Calista, Boy, dan Hyera yang akan langsung membantu ibu Chole di restoran cabang, khusus untuk Brandon memang diwajibkan membantu pak Helios maupun Kim di restoran pusat, setelah pemuda itu pulang. Jadi, pemandangan layaknya kini dan itu Brandon yang datang ke sana, merupakan hal biasa, termasuk untuk Ryuna yang belum lama bergabung di sana.


Kini, bukan hanya Kim yang duduk sempurna dan sepenuhnya fokus kepada Brandon. Karena Ryuna juga beranjak bangun dan langsung dibantu Kim.


Yang Ryuna tahu, Brandon sengaja memisahkan diri dari Calista maupun Boy. Brandon tidak satu sekolah dengan keduanya, sementara sampai sekarang, alasan pemuda itu melakukannya, juga belum diketahui oleh siapa pun termasuk Kim.


“Kamu enggak usah merasa kehilangan apalagi merasa bersalah, Dek. Karena yang dia lakukan ibarat seleksi alam secara mandiri. Dia mengundurkan diri dan tak lagi jadi bagian hidupmu karena kalian memang enggak baik kalau tetap bersama,” lanjut Kim, tapi sebenarnya, itu juga yang ingin Ryuna katakan kepada adik iparnya.


“Aku ... jadi pengin masuk pesantren, Mas. Pengin fokus mendalami ilmu agama dulu,” ucap Brandon.


“Berarti pelakunya memang orang terdekat banget,” pikir Kim turut bersedih terlebih sang adik sampai berpikir untuk mendalami ilmu agama. Namun tampaknya, semua itu ingin Brandon lakukan karena terlalu syok.


“Boleh. Di pondok kita kan dekat sekolah. Nantinya bisa dibantu keluarga yang ada di sana. Dulu pun sampai SMA, Mas pernah di sana. Masalahnya, jangan dalam waktu dekat. Tunggu seenggaknya setelah mbak Ryuna lahiran. Mas mau, keluarga kita kumpul terus. Lagian, yang salah kan memang si onoh, kenapa kamu justru mengorba*nkan diri bahkan keluarga kamu?”


“Kami butuh ... kami sayang banget ke kamu, meski rasa sayang kita memang sangat minim kata, Dek!” lanjut Kim.

__ADS_1


“Dek Brandon hanya butuh waktu buat menenangkan pikiran. Jangan langsung sat-set mengambil keputusan takutnya malah menyesal. Jangan lupa, keluarga apalagi orang tua selalu menjadi rumah buat kita kembali,” komentar Ryuna sambil mengelus pelan perutnya.


“Ya sudah sekarang kamu bantu papah. Tadi papah ke dapur, cari di sana. Hari ini kita pulang lebih awal karena mbak Ryuna ada jadwal USG 4 dimensi. Papah pengin lihat cucunya secara langsung katanya. Yang lain pun termasuk oma opa. Intinya, sore ini kita ikut jadwal USG mbak Ryuna,” jelas Kim yang masih berusaha menahan sang adik agar tidak benar-benar pergi.


Membahas perkembangan janin di perut Ryuna memang sudah langsung menjadi ketertarikan tersendiri bagi Brandon. Terlebih mereka sama-sama tahu keadaan jabang bayi di rahim Ryuna yang terdeteksi ajaib. Hingga pada akhirnya, ruang USG mendadak mirip bioskop lantaran keluarga besar Kim benar-benar menyaksikan secara langsung.


“Kulitnya saja bercahaya, ... tapi enggak sembarang mata bisa melihatnya,” batin pak Helios bangga. Ia masih sibuk merekam layar monitor yang menampilkan rekaman jagoannya, dan memang tidak mau diam.


“Pantes pencemburu akut!” komentar Brandon sedikit mesem sambil bersedekap. Ia menatap santai layar monitor USG yang memang sudah langsung membuatnya merasa tenang.


“Mirip papanya ...,” komentar Boy sambil tertawa.


Namun di waktu bersamaan, ibu Chole yang ada di dekat Ryuna berkata, “Mirip Opanya!” Ia melirik sang suami sambil menahan senyum penuh artinya.


Mendengar itu, pak Helios tak mau kalah. “Enggak mau diamnya, mirip omanya!” ucapnya yang berakhir tertawa. Tawa yang juga langsung menular kepada semua yang ada di sana. Namun dari semuanya, Tuan Maheza dan oma Aleya menjadi sosok yang sangat heboh dalam tertawa. Karena bagi keduanya, interaksi ibu Chole dan pak Helios akan makin hidup ketika keduanya yang tak lagi muda, justru sibuk meledek.


“Lihat Dek, belum apa-apa sudah seheboh ini. Rumah sakit sudah mirip pasar malam yang lagi ada layar tancapnya. Semuanya sayang kamu. Uncle Brandon yang terlalu lempeng saja bisa senyum bahkan ketawa kalau sudah bahas kamu. Ya meski beberapa penampakan masih saja sibuk cari perhatian,” batin Ryuna yang jadi makin cuek pada penampakan makhluk astral dan masih kerap datang. Namun dari semua makhluk tak kasat mata yang masih berdatangan, kebanyakan dari mereka tampak sangat iri sekaligus marah kepada Ryuna.


“Siap-siap bikin kamar baby boy yah, Opa!” manis ibu Chole sembari membersihkan perut Ryuna dari cairan bekas USG, menggunakan tisu.


“Opa apa Haraboji?” ucap Calista sengaja menyindir sang mamah yang memang sangat maniak Korea. Sementara maksud haraboji sendiri merupakan panggilan untuk kakek. Karenanya, bukan hanya ibu Chole berikut orang tuanya yang tertawa. Sebab pak Helios yang sedikit banyaknya sudah paham juga sampai tersipu malu.

__ADS_1


__ADS_2