Saling Cinta Setelah Menikah

Saling Cinta Setelah Menikah
32 : Rukiah Masal


__ADS_3

“Tolong bawa aku ke Jakarta, aku mohon. Kalian tahu keadaan di sini seperti apa dan bagaimana. Tolong aku ingin keluar dari desa ini!” mohon Rukmi yang perlahan membiarkan tubuhnya ambruk.


Namun dengan segera, Kim yang sejak kedatangan Rukmi sudah langsung wanti-wanti kepada sang istri untuk hati-hati, segera membawa Ryuna pergi dari sana. Kenyataan yang juga sudah langsung membuat Rukmi merana. Rukmi merasa sangat sakit hati karena sama sekali tidak dianggap oleh Kim maupun Ryuna.


“Jangan lupa doa. Baca ayat kursi. Biarin, jangan menoleh ke belakang,” bisik Kim sambil tetap menuntun Ryuna yang didepaknya erat. Sesekali, bibirnya juga akan mengunci kepala maupun pipi Ryuna. Kim sengaja mengatakan itu karena yakin, Ryuna yang gelisah sudah tidak baik-baik saja dan itu karena Rukmi.


Kim yakin, Ryuna yang tidak tegaan, kasihan atau malah iba kepada Rukmi.


Sambil terus melangkah, Ryuna yang menatap Kim berkata. “Dia orang yang nekat. Buktinya, dia berusaha mele*t kita. Kalau sekarang dia nekat gimana, sementara kita hanya berdua?” bisik Ryuna. Menahan pipis saja sudah membuatnya kewalahan, apalagi menahan kemungkinan fatal dan salah satunya adalah kemungkinan Rukmi yang kembali nekat.


“Aku akan loncat!” teriak Rukmi dari belakang sana.


Sekali lagi, Ryuna berusaha menoleh, tapi dengan cepat, Kim sudah langsung menahan. Kim bahkan sengaja mempercepat langkah mereka. “Kalaupun dia sampai mati, itu beneran bukan salah kita karena dia melakukannya dengan sadar, tanpa pengaruh apa pun, apalagi kesu*ru*pan.”


“Aku loncat ke sungai ke curam melalui batu tinggi di sebelah!” Rukmi makin berseru lantaran Kim dan Ryuna tetap saja mengabaikannya.


“Sekali diberi kesempatan untuk memenuhi wataknya yang egois, orang seperti Rukmi pasti makin keras kepala!” yakin Kim lagi.


Rukmi yang merasa tersudut sekaligus kesal setengah mati karena terus dicueki, sengaja memanjat batu di sebelahnya. Ia sungguh loncat sesaat sebelum mengabarkannya kepada Ryuna dan Kim.

__ADS_1


“Arrrggghhhh!” teriak Rukmi hanyut terbawa air sungai terbilang dalam sekaligus deras.


Detik itu Ryuna berhenti melangkah ia nyaris menoleh ke belakang, memastikan apa yang sebenarnya terjadi, meski ia juga yakin bahwa Rukmi benar-benar loncat seperti yang sempat wanita itu ancamkan. Hanya saja, kali ini Kim menggunakan kedua tangannya untuk membingkai sekaligus menahan kuat wajah Ryuna.


“Kalau kamu benar-benar sayang ke aku bahkan diri kamu sendiri. Kalau kamu menginginkan hubungan kita, jangan peduli apalagi memberinya kesempatan lagi!” tegas Kim.


Yang membuat Ryuna apalagi Kim heran, pada akhirnya, Rukmi tetap bergabung dengan kebersamaan yang digelar di depan pondok putri. Rukmi bahkan tetap membiarkan tubuhnya kuyup, selain tangan, wajah, dan juga kaki wanita itu yang tampak terluka. Di pelipis dan siku kanan Rukmi saja, sampai lebam sekaligus berdarah.


Kebersamaan yang dipimpin langsung oleh pak Helios di sana, berupa pengajian dadakan sekaligus rukiah masal. Mereka dibantu oleh rombongan yang baru datang menggunakan dua bus pariwisata sekaligus. Salah satu rombongan tersebut diketuai oleh Syam atau Shine selaku anak buah sekaligus kepercayaan pak Helios—Baca novel : Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang kejam.


Setelah Ryuna amati, bingkisan yang akan diserahkan kepada warga, dan masing-masing kepala keluarga akan menerima dua sekaligus, juga menjadi bagian dari rukiah. Seperangkat alat salat, sebotol air minum dan juga paket sembako menjadi isinya. Pantas jika semua itu sampai memenuhi helikopter milik Kim karena jumlahnya saja sangat banyak. Namun tampaknya, Kim sengaja melakukan rukiah sekaligus pelunturan tradisi ilmu mis*tis warga di sana, melalui bingkisan kenang-kenangan KKN tersebut.


Makin lama, keadaan di sana makin tidak kondusif lantaran banyaknya warga yang perlahan menangis dan tampak kehilangan kesadaran. Namun khusus Rukmi, kali ini wanita itu sengaja berpura-pura.


“Innalilahi tapi belum mati, eh malah kesurupan lagi. Wajib keluarin kentut rawarontek kalau gini ...,” ucap pak Ojan tak tega. Apalagi sosok pak kades dan ia ketahui menjadi ketua di sana, sudah langsung meraung-raung berusaha mendekap sekaligus menenangkan Rukmi.


Saking hebohnya suasana di sana oleh tangis para warga bahkan sekelas pak RT si maha julid, sebagian para mahasiswi sengaja pindah dan duduk di tengah-tengah mahasiswa. Terlebih dua teman mereka yaitu Sonya dan Tiwi, juga ikut menangis meraung-raung.


“Kim, jaga istri kamu. Biar ini jadi urusan Papah, uncle Sam, dan juga perwakilan dari pesantren. Selain itu, kami juga akan membuat dia yang memilih menghilang layaknya pecundang, tidak bisa kembali untuk selama-lamanya. Karena untuk selama-lamanya juga, dia dan tak lain ki Awet, akan tetap menjadi makhluk tak kasat mata tak berguna, sebelum ia menyadari kesalahannya kemudian kembali ke jalan yang benar,” yakin pak Helios wanti-wanti.

__ADS_1


Ryuna yang ikut menyimak secara langsung karena sampai detik ini saja, Kim masih menggandeng dan sesekali merangkulnya erat, jadi bertanya-tanya. “Memangnya ki Awet masih mengincar aku, Pah?” sergahnya penasaran sekaligus memastikan.


Mendengar itu, pak Helios sudah langsung mengangguk-angguk sambil fokus menatap kedua mata Ryuna. Dari kedua mata Ryuna, menantunya itu jelas ketakutan. “Iya, tapi Papah enggak tahu alasan kenapa itu sampai terjadi.”


Mengungkit alasan, yang Ryuna ingat langsung ketika dirinya terpaksa pura-pura meminum air putih suguhan ki Awet. “Aku berpikir mungkin karena itu karena sedikit banyaknya, p-pasti ada yang tertelan. Masalahnya, aku kan ....” Ragu mengatakan lanjutan ucapannya, ia refleks menatap Kim. “Aku kan sudah menikah dengan Mas Kim, dan aku sudah bukan gadis lagi.”


Kim yang menyimak itu juga sudah langsung menjadi salah tingkah.


“Harusnya memang sudah tidak ada alasan kamu masih dikejar, meski kamu sempat meminum air putih pemberiannya.” Namun setelah merenung sejenak, pak Helios mendadak berpikir, “Atau malah, kamu sedang hamil?” pak Helios sudah langsung tidak baik-baik saja. Dan lagi-lagi meminta Kim untuk menjaga Ryuna lebih dari sebelumnya.


“Kamu hamil?” bisik Kim menatap tak percaya kedua mata sang istri.


“Aku memang enggak minum obat penunda kehamilan, kan? Kamu juga mintanya gitu!” balas Ryuna berbisik-bisik juga, dan Kim sudah langsung mengangguk-angguk.


“Uuuuweeekkk! Uweeeek!” Rukmi sudah langsung berhenti pura-pura kesurupan berkat kentut rawarontek pak Ojan.


“Nah, oke. Semua jelmaan-jelmaan sudah dikeluarkan melalui muntahan!” bangga pak Ojan, bahkan meski Rukmi yang terlihat sudah sangat lemas, tak hentinya muntah-muntah.


“Ini bau busuk ini sih kentutnya mas Ojan,” ucap Kim sampai detik ini masih merangkul Ryuna, menjaganya dari rukiah masal yang masih berlangsung. Namun dari semuanya, pak kades dan sang istri menjadi dua orang yang tak terkena dampak rukiah.

__ADS_1


“Setelah ini, kita benar-benar akan pulang!” lirih Kim meyakinkan sang istri yang detik berikutnya langsung mengangguk-angguk. Namun tiba-tiba saja, Ryuna kesakitan di bagian perutnya.


“I-ini beneran sakit banget!” Ryuna sampai menangis dan tak lagi bisa duduk tegap meski Kim terus berusaha merangkulnya.


__ADS_2