Saling Cinta Setelah Menikah

Saling Cinta Setelah Menikah
26 : Dan Akhirnya Terjawab!


__ADS_3

Setelah sempat termangu menatap wajah Dodo, Rukmi berakhir pingsan. Detik itu juga Dodo menyusul hingga pak Kades yang menyaksikan, buru-buru menghampiri Dodo. Pak Kades tak menjauhkan Dodo dari putrinya, melainkan malah menggeledah tubuh Dodo.


Kim yang masih memeluk erat Ryuna, sengaja membuat sang istri membelakangi pemandangan di depan sana lantaran pak kades tak segan meluc*ut*i pakaian Dodo. Dan di saku celana panjang warna abu-abu yang Dodo kenakan, pak kades menemukan keris kecil dan sudah langsung membuat sebagian dari mereka kompak beristighfar. Meski kenyataan tersebut tidak terjadi kepada Kim yang sudah langsung menyikapinya dengan serius.


“Itu apa, Pak Kades? Kok Bapak tahu kalau itu ada di Dodo?” ucap Kim yang kali ini terdengar sangat dingin bahkan di telinganya sendiri.


Ryuna yang penasaran pada apa yang sang suami maksud, berusaha melongok sekaligus memastikan. Namun untuk kali ini, Kim tetap belum mengizinkannya.


Karena pak Kades menjadi kebingungan, Pak RT sengaja mengambil alih. Pak RT dengan gagah segera membenarkan peci hitam di kepalanya sambil berdeham. “Yang enggak berkepentingan, silakan keluar dan menunggu di luar. Apalagi yang perempuan dan bisanya cuma nangis merepotka—n!”


Pak RT sudah langsung tidak bisa melanjutkan ucapannya lantaran dalam hitungan detik, tangan kanan Kim sudah berakhir mencek*iknya. Tentu saja ulah Kim sudah langsung menjadi pusat perhatian di sana. Hanya saha, berbeda dari biasanya, kali ini tak ada satu pun mahasiswa yang menghentikannya. Yang ada, semua mahasiswa yang masih sadar, termasuk Candra si anak Tuhan yang sangat ‘lurus’, justru tampak puas dengan apa yang Kim lakukan.


“Pak RT jangan lupa, Pak RT dilahirkan dari seorang perempuan, selain pak RT yang menikah dengan perempuan dan dengan kata lain, Pak RT tidak bisa tanpa perempuan!” tegas Kim lirih dan sangat geregetan. Ia bahkan tak berniat mengakhiri tangan kanannya dari leher pak RT. “Ini saya juga mohon maaf banget, tapi tangan kanan saya betah begini, selain Pak RT yang wajib berpikiran lebih luas karena presiden saja tidak secongak Pak RT!” Walau enggan, pada akhirnya Kim tetap melepaskan pak RT. Hanya saja, ia melakukannya dengan kas*ar.

__ADS_1


Merasa dipermalukan, pak RT yang juga sudah langsung menjadi pusat perhatian termasuk keempat warga di sana, menatap kesal wajah-wajah di sana.


“Sekarang begini saja, jujur, saya sudah meminta dosen untuk mempercepat acara KKN di sini karena kondisi di sini yang sangat tidak mendukung.” Kim berucap tegas sambil tetap mendekap erat Ryuna di tengah fokus tatapan serius cenderung marahnya kepada kedua mata pak RT. “Dan sekarang saya juga ingin tanya kepada pak RT, apakah selama kami di sini, kehadiran kami justru menganggu?” Kim menatap wajah-wajah di sana.


Termasuk pak kades dan sang istri, tidak ada yang menanggapi. Keduanya yang sudah duduk di hadapan kebersamaan Dodo dan Rukmi, justru menunduk lemas.


“Dan satu hal yang sangat ingin saya perjuangkan, ... bagaimana tanggung jawab kalian terhadap apa yang dialami Sonya, yang telah dipermainkan oleh ki Awet selaku junjungan masyarakat sini? Kiranya, Pak RT yang sejauh ini merasa paling paham sekaligus benar, bisa memberi kejelasan!” sergah Kim dan sudah langsung membuat lawan bicaranya, kebingungan.


“Apa maksud kamu bilang begitu? Kenapa kamu malah terkesan meminta saja tanggung jawab atas apa yang terjadi pada Sonya? Sonya begitu kan karena dia yang tidak bisa mengontrol naf*su!” balas pak RT yang tidak mau disalahkan, tentu saja.


“Loh, kenapa Mas Kim lagi-lagi menyalahkan saya? Itu kan Arahan ki Awet, sementara saya hanya menyampaikan step by step pengobatan di sana. Ya ... bahasa gaulnya begitu!” Sampai detik ini, Pak RT tetap tidak mau disalahkan.


“Pengobatan, apa sengaja menidur*i gadis yang masih pera*wan dan dipercaya bisa menambah kes*aktian? Hingga sederet kejadian aneh sengaja dibuat agar ki Awet makin banyak mendapat perawan? Terus, yang terjadi ke Sonya itu apa? Pengobatan juga?” balas Kim kali ini benar-benar sinis. Kemudian tatapannya kembali kepada pak Kades. “Sebelumnya saya mohon maaf, jika cara saya jauh dari sopan. Baik itu kepada Pak RT, Pak Kades, dan juga semuanya. Namun karena sebelumnya saya sudah mengatakan beberapa kali, jujur saya kecewa kenapa kejadian ini sampai terjadi, terlebih saya yakin, Dodo tak mungkin mendapatkan barang seperti itu kalau bukan dari warga sini.”

__ADS_1


Meski sudah menunggu lama, tetap tidak ada jawaban. Hingga Kim yang sadar kaki Ryuna belum sepenuhnya sembuh, sengaja membopongnya. Kenyataan manis tersebut membuat setiap yang menyaksikan yakin, Kim tak hanya peduli kepada Ryuna, melainkan Kim memang sangat menyayangi Ryuna.


Dalam hatinya Pak Kades yang masih diam berujar, sebenarnya keris kecil tersebut merupakan jimat pelancar dalam segala urusan. Baik urusan pendidikan, pekerjaan, bahkan asmara. Tadinya itu milik pak kades, tapi setelah apa yang dialami Rukmi dan berhasil sembuh oleh rukiah Kim beserta rombongan, pak kades yang tak mau itu kembali menimpa sang putri, sengaja memberikan jimatnya. Terlebih Rukmi berdalih menyukai Kim. Tentu maksud pak Kades memberikan keris itu kepada Rukmi, agar Rukmi bisa mewujudkan salah satu impian terbesarnya saat ini yaitu menikah dengan Kim.


“Saya benar-benar minta maaf, kepada peserta KKN dan semua yang hadir di sini, khususnya Mas Kim. Namun kalau boleh, saya ingin berbicara serius dengan Mas Kim dan Mbak Ryuna, ... benar-benar hanya bertiga. Sebentar saja,” ucap pak Kades yang akhirnya angkat suara, hingga membuat mereka yang di sana tak menunggu lagi.


Awalnya Kim menawar agar pak kades mengatakannya di sana saja, tapi karena pak Kades menyinggung perkara pernikahan, Kim sudah langsung ketar-ketir.


“Tolong nikahi Rukmi, Mas. Tidak apa-apa Rukmi hanya jadi istri kedua. Rukmi tetap mau karena dari awal melihat Mas Kim, Rukmi sudah langsung jatuh cinta kepada Mas! Bahkan kemarin ketika saya menceritakan alasannya bisa sembuh dan itu karena Mas, Rukmi langsung kegirangan, yang mana dia juga langsung bercerita bahwa sejak awal melihat Mas, Rukmi langsung jatuh Cinta!” ucap pak Kades di ruangan yang ada di bagian rumah bagian dalam.


Kim sudah langsung kebingungan sekaligus sangat marah.


“Dan Pak Kades akan menjadikan apa yang terjadi kepada kami, yaitu karena jatah pengantin yang tak sengaja kami konsumsi, sebagai ... senjata pamungkas agar KKN kami bermasalah?” ucap Ryuna sangat hati-hati. Persis seperti yang ia khawatirkan dan sebelumnya sempat ia utarakan kepada Kim.

__ADS_1


Dan akhirnya, pertanyaan-pertanyaan mereka mengenai perubahan drastis Rukmi sekeluarga, terjawab!


Lantas, apakah Kim dan Ryuna akan mempertaruhkan hubungan mereka demi KKN yang mereka jalani, sementara rasa memiliki sudah telanjur melekat kuat dalam diri mereka sebagai suami istri, dalam kebersamaan mereka yang terbilang masih sangat singkat?


__ADS_2