
Awalnya, semuanya tampak baik-baik saja. Ryuna tetap bisa tenang meski dadanya berdebar-debar karena terlalu tegang. Suasana setiap lorong kamar hotel termasuk itu lift yang mereka lalui juga sangat sepi, terlepas dari mereka yang tak sampai kembali dikawal. Ryuna sama sekali tidak tahu sang suami telah menyiapkan kejutan. Kejutan resepsi pernikahan yang benar-benar merah sekaligus meriah.
Sempat bingung sekaligus gemetaran dan nyaris hilang arah, kini Ryuna yang sampai menitikkan air mata, memilih memeluk erat suaminya. Detik berikutnya, yang di dalam kompak bersorak mengucapkan selamat sambil bertepuk tangan.
“Mas ya ... paling ya ... paling bisa bikin aku seneng.”
“Masa? Jadi, kamu suka ... ah, apa ya bahasanya?”
“Pokoknya Mas selalu sukses bikin hatiku luluh. Awalnya pengin nolak atau setidaknya jaim pura-pura nolak. Namun, ... enggak tahu juga, tapi Mas memang jagonya bikin aku bahagia!” lirih Ryuna seiring ia yang mengeratkan dekapannya.
“Alhamdullilah ...,” lirih Kim sambil tersenyum lepas seiring ia yang juga mengeratkan dekapannya kepada Ryuna.
“Sisti ... Siti, ah bahasa Inggirnya buat pasangan broder apa sih, Maiwaifi? Hah? Sista? Oh, oke ... sista apa sita? Ini telinga lagi transmigrasi maiwaifi, beneran enggak jelas sekali. Ya okelah sista saja ya. Hallo semuanya, Kak Ojan mau ngabarin kalau sista Ryuna lagi hamil!” ucap kak Ojan yang langsung menggemparkan semuanya lantaran ia berbicara menggunakan mic. “Berarti nanti manggil aku apa ya anak mereka?” lanjutnya yang belum apa-apa sudah bingung sendiri. Namun ia hanya tertawa ketika seisi acara resepsi, dan sebagian besar merupakan keluarga mereka, kompak menyalahkannya sebagai peru*sa*k silsilah keluarga.
“Chole ... makasih banyak loh!” oma Aleya selaku nenek Kim yang begitu bahagia dengan kabar kehamilan Ryuna, sampai tidak bisa mengungkapkannya. Namun, ia sangat berterima kasih kepada Chole yang dari awal selalu memberikan banyak kebahagiaan untuk keluarga besar mereka.
__ADS_1
“Mamah, ... yang hamil itu Ryuna. Masa makasihnya ke aku. Makasihnya ke mereka dong. Dipeluk sayang-sayang gitu. Masih pengantin baru dan Ryuna memang sudah sebatang kara. Dengan kata lain, kita benar-benar jadi keluarganya yang tersisa,” ucap ibu Chole berkaca-kaca membiarkan tubuhnya dipeluk erat oleh sang mamah yang tak lagi muda.
Jika kalian sudah mengikuti ceritaku dari novel keluarga Arum—Pembalasan Seorang Istri yang Dianggap Sebagai Parasit Rumah Tangga—atau setidaknya kalian sudah membaca novel Chole dan Helios—Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam—kalian pasti tahu kenapa oma Aleya begitu berterima kasih kepada ibu Chole.
“Berkat didikan kamu. Sekelas Helios saja sampai jadi lembut bersahaja begitu. Lah sekarang, Mas Kim. Bismillah istrinya juga bakalan jadi sumber kebahagiaan kita,” bisik oma Aleya tersedu-sedu di sebelah telinga ibu Chole yang masih ia dekap erat.
“Pestanya orang kaya ... pestanya para sultan ... namun ini, semua ini justru untukku!” batin Ryuna yang jadi tidak bisa mengakhiri senyumnya. Hatinya berbunga-bunga, tak kalah indah dari resepsi pernikahan spesial nan mahal yang sudah suaminya siapkan tanpa sepengetahuannya, hingga acara kini benar-benar sukses menjadi kejutan. Tentunya, sambutan hangat dari semuanya khususnya untuk kehamilannya, benar-benar menjadi kado istimewa yang tidak akan pernah terlupakan.
“Hampir delapan belas tahun berlalu, dan selama itu juga, aku terus mencarimu. Selama itu aku terus menunggu kabar dari kamu, apalagi kita sudah sama-sama berjanji untuk kembali bertemu. Aku tahu ini naif, tapi aku sungguh tidak bisa jika tanpa kamu.” Berderai air mata Kim menceritakan awal mula perjalanan cintanya kepada Ryuna, di hadapan semuanya. Saking sedihnya awal mula hubungan mereka, ia sampai menjeda cukup lama setiap kalimat yang keluar dari bibirnya.
“Mungkin Ryuna akan sulit ingat ini karena kecelakaan yang ia alami, bikin dia amnesia dan melupakan hubungan sekaligus janji kami.” Kim membiarkan kedua tangan Ryuna mengelap air matanya menggunakan tisu.
“Namun aku masih ingat banget, ... sekitar delapan belas tahun yang lalu, saat usia kami lima tahunan ... kami berjanji untuk kembali bertemu kemudian selalu bersama-sama tanpa mau pisah lagi. Pas itu aku nangis kejer, dan sampai ada videonya karena mamahku memang semazing itu. Mamah yang selalu jadi matahari sekaligus pelangi dalam keluarga kami, dan mamah sengaja mengabadikan momen itu ... nah ... ada videonya ....” Meski masih menangis, Kim sudah langsung tersipu ketika setiap layar lebar di sudut ruang resepsi, menampilkan dirinya saat masih kecil dan tengah menangisi Ryuna.
Dalam video tersebut suara ibu Chole menjadi yang selalu bertanya. Sementara suara pak Helios selalu menenangkan, membujuk agar Kim masuk rumah dan segera beranjak dari gerbang karena memang sudah malam. Namun, Kim yang masih gemas-gemasnya tetap menunggu Ryuna di depan gerbang lantaran bocah itu yakin, Ryuna akan segera datang.
__ADS_1
“Jadi yah, ... pas aku cek berkas KKN, termasuk siapa saja pesertanya dan aku lihat wajah Ryunaaa,” ucap Kim yang mendadak antusias kemudian mencubit gemas pipi Ryuna yang sudah sampai ia dekap dari samping. “Aku langsung mengenalinya dan beneran semangat banget lebih semangat dari semangat empat lima!”
Kali ini, semuanya yang juga ikut mewek, sudah langsung kompak menertawakan Kim.
“Berarti pas ketemu di lokasi KKN langsung dinikahin, yah, Broder? Ah, kita sama! Sama-sama pejuang musafir cinta!” ucap Kak Ojan yang memang menjadi MC di sana. Namun dengan cepat semuanya khususnya Azzam segera menepis anggapan kak Ojan.
Kak Ojan yang tidak paham maksud geleng-geleng Azzam sambil dadah-dadah kepadanya, sengaja menghampiri. “Gimana Uncle Jam-Jam?” Ia sengaja meletakan mic-nya di depan bibir Azzam.
“BEDA JAUH BANGET! TOLONG DIINGAT BIAR ENGGAK BIKIN YANG LAIN ENEK. APALAGI RYUNA LAGI HAMIL! EH DEK RYUNA ... JANGAN LUPA AMIT-AMIT. TAKUT MIRIP! SOALNYA ANAKNYA ENGGAK ADA YANG MIRIP!” ucap Azzam yang sampai ‘ngotot’.
Kak Ojan yang seketika ngakak layaknya yang lain termasuk Kim yang masih mewek di panggung pelaminan, sengaja menarik micnya, menjauhkan pengeras suara itu dari Azzam. “Sembarangan kamu Jam! Anak-anakku ya bibit unggul semua wong bikinnya saja sampai encok!” yakinnya yang jadi sibuk tertawa sendiri apalagi karena ocehannya, suasana ruang resepsi di sana juga langsung pecah.
“Hoki kamu, punya istri cantik sekaligus keluarga bibit unggul serempak, makanya anak-anak wujudnya enggak ada yang sudi mirip kamu!” lanjut Azzam masih ngotot terlebih ia makin semangat membalas Ojan, setelah ia mendapat mic khusus dari pak Helios. Pak Helios sampai lari menghampirinya tanpa mau menerima bantuan sang ajudan.
“Ya ampun Mas ... kak Ojan sama uncle Azzam selucu itu. Pelawak saja kalah ... tapi, memangnya mana saja anak-anaknya kak Ojan?” lirih Ryuna yang sampai menangis karena tawanya.
__ADS_1