
“Semangat ya ...!” ucap Kim sembari menatap kedua mata Ryuna penuh cinta. Kemudian, ia sengaja mendekapnya hangat sambil mengusap-usap punggung Ryuna yang sesekali juga ia kec*up mesra ubun-ubunnya.
“Berarti kejadian ini beneran enggak ada sangkut pautnya dengan hal-hal janggal di KKN, kan, Mas?” lirih Ryuna yang kemudian menatap kedua mata sang suami.
Kim yang sudah langsung menatap kedua mata Ryuna, segera menggeleng tegas. “Enggak ada. Karena memang ada silsilah dari keluarga papah. Dan kebetulan, bukannya ke anak-anak papah, ini malah ke anak kita. Bukan sebuah masalah karena aku yakin, kemampuan istimewa yang akan dia miliki akan sangat bermanfaat. Meski enggak bisa dipungkiri, manfaat dan kelebihan juga akan beriringan dengan kekurangan dari kelebihan itu sendiri. Kita enggak usah khawatir karena pasti kita akan selalu melakukan yang terbaik.”
“Juga, ... mengenai gangguan yang kamu alami, aku yakin dia sudah mulai lindungi kamu. Jadi, kamu cukup ikuti arahan papah karena kami termasuk kita, akan selalu melakukan yang terbaik! Lama-lama kamu pasti akan terbiasa!” Kim mengakhiri ucapannya dengan mencubit gemas kedua pipi Ryuna.
Ryuna berangsur mengangguk-mengangguk paham. “Iya, Mas.” Kemudian ia refleks mengedarkan pandannya ke sekitar. Tak ada tanda-tanda penampakkan mahkluk tak kasat mata di sana, dan itu menjadi kelegaan tersendiri untuknya. Meski ulah sang suami yang mendadak membopongnya, juga nyaris membuatnya jantungan.
“Mas ya ....” Ryuna membenarkan posisi tidurnya. Sambil menahan senyum, ia sengaja meletakan kepalanya di bah sang suami yang duduk selonjor di sebelahnya.
Kim tersenyum lepas melihat tingkah istrinya. “Mau mandi masih males banget padahal sudah mau isya.”
“Sebelumnya memang enggak rajin mandi, kan?” ucap Ryuna sambil menahan tawanya. Tawa yang juga sudah langsung menular kepada Kim.
__ADS_1
Setelah sengaja mendekap tubuh Ryuna dari belakang, kemudian membuat kedua tangan mereka saling genggam dan bertumpu di perut Ryuna, Kim membahas perkembangan kabar terbaru kasus Ryuna dan ibu Siska.
“Akhirnya si ibu Siska ngaku. Dodo juga sudah enggak bisa mengelak, dan teman-teman kamu yang bekerja di sana juga sudah dijamin haknya. Mereka masih di tempat penampungan khusus karena yayasan penyalur mereka kerja saja memang kurang amanah,” cerita Kim, sementara di dalam dekapannya, Ryuna terus menyimak saksama.
“Alhamdullilah, Mas. Meski jujur, kenyataan ibu Siska memutar balikkan fakta, tapi justru membuat hidupku dan orang tuaku layaknya di neraka, beneran bikin aku sulit memaafkan mereka. Suaminya yang menabrak aku, aku kehilangan ingatanku, dan mereka sengaja menekan orang tuaku dengan berbagai ancaman.” Ryuna menunduk dalam dan perlahan meringkuk dalam dekapan Kim.
“Penjara seumur hidup, dan aku jamin, kasus ini viral. Meski ini tetap enggak akan setimpal dengan beban hidup yang kalian rasakan, setidaknya mereka mendapatkan hukuman nyata. Semua orang akan mengingat mereka dengan perjalanan bur*uk yang telah mereka lakukan!” lirih Kim yang kemudian mengec*up dalam pipi Ryuna yang tak bersandar ke bahunya.
Sekitar satu minggu kemudian, sidang ibu Siska digelar. Tentu Ryuna hadir di sana ditemani oleh Kim dan orang tuanya. Seperti biasa, beberapa penampakan tak kasat mata, Ryuna lihat dan sebagian dari mereka sudah langsung mengikuti. Ryuna susah payah mengabaikannya, mengabarkan kepada sang suami yang kebetulan tetap tidak bisa
melihat juga. Karenanya, Ryuna sengaja berlindung kepada papah mertuanya yang sudah langsung sigap menjaganya.
“Sudah, tenang saja. Enggak apa-apa. Dibacakan doa, saja. Yang namanya kebur*ukkan maupun celaka, akan selalu mengintai kita di mana pun kita berada, bahkan di tempat ibadah sekalipun, ketika kita sedang lengah,” ucap pak Helios wanti-wanti ketika Kim sudah akan langsung memboyong pergi Ryuna dari sana hanya karena adegan tak mengenakan dari ibu Siska yang kerasuk*an arwah jahat, tapi berusaha menyera*ng Ryuna dan itu masih berkaitan dengan kehamilan Ryuna.
“Tapi Mamah nyaris jantungan,” keluh ibu Chole kepada sang suami. Setelah terdiam menatap khawatir Ryuna yang jadi berkeringat sekaligus pucat, ia segera memeluknya. Ryuna terlihat sangat syok bahkan ketakutan. Kenyataan tersebut dibenarkan dengan basahnya kedua telapak tangan Ryuna, meski menantunya itu tak sampai menunjukkan emosi berarti. Ibu Chole berpikir, Ryuna mulai terbiasa dengan kejadian mencekam.
__ADS_1
“Aku bisa ... aku bisa,” batin Ryuna yang sebenarnya sudah ketakutan luar biasa. Alasannya masih bertahan pun karena ia ingin jadi ibu yang kuat sekaligus mampu melindungi anaknya. Terlebih, suami dan semuanya sangat mendukungnya. Ryuna tidak ingin menyia-nyiakan kenyataan tersebut.
“... Dengan ini pengadilan memutuskan, saudari Siska Riyadi terbukti bersalah ....” Setelah ditunda hampir satu jam lamanya menunggu ibu Siska sadar, sidang kembali dilanjutkan. “Hukuman seumur hidup dan harus membayar denda sebesar ....”
“Alhamdullilah ... satu masalah selesai. Bu, Pak ... kalian lihat juga, kan? Kita enggak bersalah. Kita korba*n dan sudah sangat dirugikan,” batin Ryuna tak kuasa mengontrol emosinya. Air matanya berlinang tanpa bisa ia tahan. Satu hal yang juga makin membuatnya bersyukur. Menikah dengan Kim tak hanya membuatnya mendapatkan kebahagiaan. Karena menjadi bagian dari Kim, telah membuatnya mengangkat derajat orang tua sekaligus keluarganya.
“Ini tidak adil! Kalian jahat! Kalian menjebak saya! Bapak kaporli ... bapak presiden! Tolong saya yang terzal*imi ini!” Ibu Siska meronta-ronta.
Awak media yang ada di sana dan sebagiannya sengaja meliput secara live, sudah langsung sibuk mengabadikan apa yang ibu Siska keluhkan. Salah satu kamera mereka, ada yang direb*ut oleh ibu Siska untuk mengabadikan apa yang ibu Siska keluh kesahkan. “Laporkan ini ke pak kapolri dan pak presiden. Cepat!” tegasnya yang malah berakhir memban*ting kamera wartawan yang sempat ia rebut paksa itu. Hingga ia mendapat masalah baru dan itu diserb*u beberapa wartawan yang ada di sana dan memang tidak terima.
“Bagaimana?” tanya mas Aidan yang baru keluar dari area persidangan. Ia menatap wajah-wajah rombongan Ryuna yang sudah langsung mengangguk-angguk, termasuk Ryuna sendiri. Menandakan, keempatnya sudah sepakat menutup kasus tersebut karena tampaknya, hukuman yang ibu Siska terima yaitu penjara seumur hidup lengkap dengan sejumlah denda, sudah lebih dari cukup.
Terakhir, Ryuna juga menghadiri sidang kasus Sonya dan Tiwi. Hanya saja khusus di sidang kali ini, Ryuna malah melihat sosok ki Awet yang terus saja ada di dekat Sonya.
“Si Sonya enggak pernah salat, atau doa apa gimana? Kok ki Awet malah ikutin dia?” batin Ryuna yang kemudian menyadari, dirinya tengah merasakan dampak dari kelebihan yang ia miliki sekarang, yaitu melihat mereka yang tak semua mata bisa melihat.
__ADS_1
“Mbak, ... lihat yang di dekat Sonya?” ucap pak Helios sengaja memastikan.
Ryuna yang sengaja mengawasi dada suaminya dan memang ada tepat di hadapannya karena mereka saja terus bergandengan, berangsur melongok pak Helios. Ia refleks tersenyum masam kemudian mengangguk-angguk.